2-3 TAHUN
26 Februari 2019

Bagaimana Cara Memilih Dongeng yang Tepat Berdasarkan Usia Anak?

Berikut adalah batasan-batasan cerita untuk Si Kecil yang disesuaikan dengan usianya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky

Bertepatan dengan Tell a Fairy Tale Day yang jatuh pada tanggal 26 Februari 2019, mendongeng menjadi salah satu cara dalam menyampaikan pesan moral yang baik untuk anak.

Moms bisa memberikan nilai moral dan pembentukan kepribadian Si Kecil dengan membacakan cerita dongeng.

Bahkan dengan rutin menceritakan dongeng kepada Si Kecil, maka Moms dapat membentuk kedekatan batin yang lebih baik.

Menurut Ariyo Zidni selaku anggota Komunitas Ayo Dongeng yang hadir pada acara talk show Festival Dongeng International Indonesia (FDII), menyarankan supaya orang tua memilih cerita dongeng yang Moms juga sukai, karena kalau Moms suka ceritanya, maka cara menyampaikan ke Si Kecil pun pasti akan bagus.

Pemilihan cerita dongeng juga tidak harus fokus pada satu nilai moral tertentu saja, karena semua cerita dongeng pasti mempunyai nilai baik.

Selain itu, dalam mendongeng untuk buah hati, Moms harus memperhatikan beberapa hal dalam memilih dongeng yang tepat berdasarkan usia anak.

Tujuannya, supaya pesan yang disampaikan melalui cerita dongeng tersebut dapat dicerna dengan baik oleh Si Kecil.

Agar tidak salah, berikut adalah cara memilih dongeng yang tepat berdasarkan usia anak!

Baca Juga: Cara Memilih Cerita Dongeng yang Tepat untuk Bayi di Bawah 1 Tahun

1. Anak Usia 0 – 2 Tahun

507140968 h

Pada masa ini, tingkah laku dan pemikiran anak masih didasari oleh sensorik dan motoriknya yang sedang berkembang aktif.

Pilihan cerita dongeng yang cocok untuk anak pada usia ini adalah cerita dongeng tentang objek sekitar lingkungannya.

Hal ini dikarenakan Si Kecil masih membutuhkan visualisasi dari apa saja yang didengarnya, termasuk saat Moms membacakan cerita dongeng.

Moms bisa memilih dongeng yang bercerita tentang binatang yang sering ditemui, seperti kucing, ayam, cicak, anjing, dan sebagainya.

Di usia 0 – 2 bulan biasanya buah hati belum bisa berfantasi, maka dari itu Moms harus menceritakannya dengan lebih baik.

Moms bisa bersuara seperti binatang kucing, ayam, dan lainnya untuk memicu imajinasi Si Kecil agar berkembang dengan baik.

2. Anak Usia 2 – 4 Tahun

young loving mother reads bedtime stories to her little beautiful daughter who goes to sleep in her bed shot on red epic w 8k helium cinema camera skx6wnntx thumbnail full01

Masa pembentukan Si Kecil terjadi pada rentang usia ini. Anak mempunyai banyak kesempatan dalam mengenal dan mempelajari hal baru.

Si Kecil bisa menjadi sangat tertarik akan banyak hal dan seringkali menirukan tingkah laku Moms dan Dads.

Cerita dongeng yang cocok di usia ini adalah cerita yang lebih fokus pada karakter tokohnya dan bisa disesuaikan dengan aktivitasnya.

Fantasi anak akan mencapai puncaknya pada usia 4 tahun, karena di usia itu ia sudah dapat membedakan antara kenyataan dan fantasi.

Baca Juga: 6 Manfaat Dongeng Dalam Membentuk Karakter Anak

3. Anak Usia 4 – 7 Tahun

bedtime stories for toddlers

Di usia 4 sampai 7 tahun, Si Kecil sudah beranjak di usia matangnya. Cerita dongeng yang cocok diberikan pada anak usia ini bisa berupa kisah fiksi yang lebih kompleks.

Di masa inilah kesempatan Moms untuk dapat mendorong minatnya dalam mengetahui sesuatu hal.

Nah, kalau Moms sudah tahu batasan-batasan dongeng yang tepat berdasarkan usia anak, sekarang ceritakan kepada Si Kecil dalam waktu 5 – 10 menit sebelum tidur malamnya ya Moms.

Itu merupakan waktu ideal untuk bercerita dongeng rutin kepada anak. Selamat bercerita!

(IRN)

Artikel Terkait