KESEHATAN
25 Agustus 2019

Tren Berlari Bisa Berikan Risiko Kesehatan, Ini Cara Mencegah Dampak Negatif Lari

Penting untuk memeriksakan kebugaran tubuh sebelum melakukan olahraga lari
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Olahraga lari nampaknya masih menjadi tren di Indonesia. Hal ini bisa karena mulai jenuhnya masyarakat berolahraga di dalam ruang, dan adanya keinginan untuk berekspresi seluas-luasnya saat berlatih.

Olahraga lari harus diakui memiliki banyak sekali keunggulan. Selain relatif murah, mudah, dapat dilakukan di mana saja, juga mampu masuk ke dalam berbagai komunitas masyarakat.

Melalui olahraga lari, seseorang dapat memiliki jalinan relasi yang berkembang lebih luas, terutama melalui komunitas lari atau beragam acara lari yang diadakan pihak tertentu.

Semakin banyaknya orang yang melakukan olahraga lari juga memengaruhi peningkatan permintaan masyarakat akan perlengkapan lari.

Mulai dari pakaian olahraga khusus pelari, kaus kaki, sepatu lari, botol minuman, suplemen olahraga, hingga peralatan gadget terkini untuk merekam aktivitas lari.

Baca Juga: Yuk Contoh Diet Ala Pelari Marathon yang Super Sehat

Selain itu, banyak juga diadakan ajang olahraga lari yang difasilitasi kalangan pebisnis dengan mensponsori berbagai lomba.

Mulai dari jenis lari 5K, 10K, half marathon, full marathon, ultra marathon, dan bahkan dibumbui dengan aspek kreativitas lain seperti Vertical Run, Color Run, Mountain Run, dan lain sebagainya.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dari RS Mitra Kemayoran dan Klinik Slim n Health Jakarta, dr. Michael Triangto, SpKO mengatakan antusias masyarakat terhadap olahraga lari memang menghasilkan hal baik.

"Dari sudut kedokteran olahraga, peningkatan minat masyarakat dalam olahraga lari ini merupakan kabar baik yang diharapkan mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan dapat mengurangi penyakit-penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes melitus, hipertensi, kolesterol, darah tinggi dan yang lainnya," jelasnya dalam siaran pers Ikatan Dokter Indonesia melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu (13/7/2019).

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Olahraga Lari?

Dampak Negatif Olahraga Lari

hero pentingnya olahraga sejak dini

Namun, dokter Michael juga mengingatkan bahwa masyarakat juga perlu mengantisipasi hal-hal negatif yang mungkin terjadi pada olahraga lari ini.

Pada olahraga lari, juga bisa terdapat berbagai kasus ringan seperti cedera, terkilir, overused injury, dehidrasi, hingga yang berat seperti pingsan, bahkan meninggal.

Kasus meninggal akibat olahraga lari merupakan puncaknya, karena masih banyak kasus-kasus yang tidak tercatat akibat para korbannya tidak pernah melaporkan kejadian tersebut.

Jika seseorang memaksakan diri melakukan olahraga lari tetapi sebenarnya tidak punya kondisi tubuh yang prima, hal ini dapat meningkatkan risiko yang dapat berakibat fatal.

Demikian juga halnya bila para penggemar olahraga lari mengikuti euforia olahraga lari tanpa dibekali pengetahuan tentang kesehatan olahraga yang benar.

Mencegah Risiko Olahraga Lari

Untuk itu, dokter Michael mengingatkan pentingnya peran dari berbagai pihak untuk meminimalkan risiko akibat olahraga lari.

Sehingga, dampak negatif olahraga lari dan terjadinya gangguan kesehatan dapat ditekan, sehingga tren positif dari olahraga lari itu sendiri tetap terjaga. Berikut tips mencegah risiko olahraga lari:

1. Periksakan Kondisi Kesehatan dan Kebugaran

pemeriksaan kesehatan

Pelari harus memeriksakan kesehatan maupun kebugaran tubuhnya secara teratur yang dinyatakan dalam bentuk sertifikat kesehatan untuk berlari dalam tingkatan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Sertifikat kesehatan itu harus dikeluarkan oleh dokter spesialis kedokteran olahraga atau yang memiliki kompetensi dalam memeriksa kesehatan, dan sertifikat ini juga perlu diperbarui jika masa berlaku telah berakhir.

Hal ini dikarenakan kondisi tubuh dan metabolisme setiap pelari dapat berubah, dan dengan check-up rutin akan membantu mencegah pelari mengalami hal negatif terhadap kesehatan yang bisa terjadi pada saat mengikuti kompetisi lari.

Baca Juga: Bagaimana Cara Aman Melatih Balita untuk Berlari?

2. Atasi Masalah Kesehatan

konsultasi dokter.jpg

Penting juga untuk terlebih dahulu mengatasi beberapa permasalahan kesehatan fisik yang bisa mengganggu aktivitas berlari.

Seperti gangguan postur, sampai dengan kelainan bentuk telapak kaki, agar tidak menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius pada saat menyiapkan atau sedang mengikuti kompetisi lari.

3. Cari Informasi Sebanyak-banyaknya

mencari info tentang lari

Cari informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan olahraga lari, mulai dari teknik berlari yang benar, peralatan yang harus dimiliki, pemilihan medan, sampai masa istirahat yang cukup.

Kondisi ini diharapkan mampu mencegah pelari untuk mengikuti semua acara lari dengan lebih selektif sehingga target untuk hidup lebih sehat juga dapat tercapai.

Penyelenggara juga harus mempersiapkan lomba sebaik-baiknya dari sisi keamanan lintasan, depot air yang cukup dalam jarak yang ditentukan, tim medis dan ambulans yang memadai dan terampil menangani kasus-kasus gangguan kesehatan akibat olahraga.

Selain itu, tidak lupa asuransi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Olahraga Lari?

4. Libatkan Pihak Penting

olahraga lari

Para penyelenggara juga diharapkan melibatkan induk olahraga atletik untuk meningkatkan nilai keamanan dari setiap lomba dengan memberikan pelatihan bagi para pelari dan instruktur.

Selain komunitas dan perhimpunan olahraga, penyelenggara juga sebaiknya melibatkan pemerintah seperti Kemenkes bersama Kemenpora sebagai pemangku kepentingan kesehatan masyarakat.

Hal ini untuk meningkatkan keamanan dan mutu dari setiap lomba dengan membuat berbagai peraturan dan pengawasan sehingga kegiatan olahraga lari berlangsung dengan aman.

"Berbagai solusi diatas tentunya akan membutuhkan biaya yang lebih besar, tetapi dapat mencegah terjadinya kejadian fatal yang tidak diinginkan," ungkap dokter Michael.

Jadi, itu dia tips mencegah risiko terjadinya olahraga lari sehingga dapat menjadi hal yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan Moms.

Artikel Terkait