BALITA DAN ANAK
25 Juni 2019

Cara Mencegah dan Mengatasi Gigitan Kutu Kasur pada Balita

Segera atasi kutu kasur supaya balita bisa tidur dengan nyenyak
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sudah tahu belum Moms, cara mencegah dan mengatasi gigitan kutu kasur pada balita?

Pasalnya, menurut laporan yang dirilis dalam jurnal Tropical Dermatology, jenis kutu kasur Cimex Hemipterus paling sering ditemui pada negara berkembang dengan iklim tropis seperti Indonesia.

Yuk Moms, baca sampai selesai untuk tahu lebih banyak tentang tanda keberadaan kutu kasur alias tungau, serta cara mencegah dan mengatasi gigitan kutu kasur pada balita.

Baca Juga: Kenangan Indah Masa Kecil Penting untuk Kesehatan Balita di Masa Depan, Kok Bisa?

Tanda Keberadaan Kutu Kasur

Cara Mencegah Dan Mengatasi Gigitan Kutu Kasur Pada Balita 1.jpg

Foto: Terminix.com

Kutu kasur biasanya keluar di malam hari untuk mencari makan dengan menghisap darah manusia terdekat. Gigitannya memang tidak selalu terasa sakit atau gatal, tapi tanda berikut bisa jadi indikasi kuat adanya kutu kasur di tempat tidur Si Kecil:

  • Ada titik noda darah kecil, noda berwarna karat dari kutu kasur yang mati tergencet, atau butiran hitam kecil dari feces kutu kasur di sprei dan tempat tidur.
  • Tampak bekas gigitan kecil berwarna merah, seringkali muncul secara berkelompok atau dalam pola garis. Biasanya pada wajah, leher, pundak, tangan, dan kaki.
  • Muncul bentol merah dengan titik gigitan di bagian tengah, terkadang terasa gatal.

Mengatasi Gigitan Kutu Kasur pada Balita

Cara Mencegah Dan Mengatasi Gigitan Kutu Kasur Pada Balita 2.jpg

Foto: Babycenter.com

Gigitan kutu kasur memang tidak berbahaya, tapi bisa membuat balita tidak nyaman dan susah tidur karena rasa gatal.

Dalam beberapa kasus, gigitan kutu kasur juga bisa memicu asma dan infeksi kulit pada balita yang memiliki alergi atau kulit sensitif.

Menurut rekomendasi Medical News Today, Mom bisa mengatasi gigitan kutu kasur pada balita yang terasa gatal dengan beberapa langkah berikut:

  • Membersihkan area gigitan dengan air dan sabun.
  • Memberikan kompres es di area gigitan.
  • Mengoleskan krim antiseptik atau pasta baking soda pada area gigitan.

Sedangkan untuk balita berusia di atas 4 tahun, Moms juga bisa mengoleskan krim dengan kandungan kortikosteroid. Jangan lupa ingatkan Si Kecil untuk tidak menggaruk bekas gigitan ya, Moms.

Segera bawa Si Kecil ke dokter bila muncul demam, sesak napas, atau ukuran bentol semakin membesar.

Baca Juga: Ternyata Mengoleskan Minyak Kayu Putih pada Balita Berisiko pada Kesehatan

Mencegah Gigitan Kutu Kasur pada Balita

Cara Mencegah Dan Mengatasi Gigitan Kutu Kasur Pada Balita 3.jpg

Foto: People.com

Jangan kira kutu kasur hanya ada di kamar yang kotor dan berantakan saja ya, Moms.

Menurut dokter anak Elana Pearl Ben-Joseph dari Nemours Center for Children’s Heath Media, kutu kasur juga bisa terbawa dari luar rumah setelah pulang liburan, kedatangan tamu, atau membeli furnitur bekas pakai.

Untuk mencegah balita terkena gigitan kutu kasur lagi, Moms memang harus membasminya sampai habis. Selain dengan menggunakan jasa profesional, Moms juga bisa melakukan beberapa cara berikut di rumah:

  • Rutin mengganti sprei dan sarung bantal seminggu sekali, lalu cuci yang kotor dengan air panas.
  • Vakum matras, kasur, bantal, dan lantai secara rutin.
  • Jaga kamar tetap rapi supaya kutu kasur tidak punya tempat untuk bersembunyi.
  • Gunakan furnitur atau barang yang tidak mudah retak, bercelah, atau terlipat dan bisa menjadi tempat bersembunyi kutu kasur, seperti plastik, metal, maupun kain dengan tenunan rapat.

Baca Juga: Kenali Bahaya Permainan Mandi Bola Bagi Kesehatan Balita

Yang tidak kalah penting, Moms juga harus selalu memperhatikan kebersihan tempat tidur di hotel saat sedang pergi liburan. Bila terlihat ada tanda kutu kasur, jangan segan minta ganti kamar supaya Si Kecil aman dan kutu kasur tidak terbawa ke rumah.

Nah, apa Moms tahu cara lain untuk membersihkan kamar dari kutu kasur? Share yuk!

(WA)

Artikel Terkait