2-3 TAHUN
30 Maret 2020

4 Cara Mencegah ISPA pada Balita

ISPA bisa jadi penyebab kematian yang mengerikan. Mari kenali cara mencegahnya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

NISPA atau infeksi saluran pernapasan akut adalah sebuah infeksi serius yang menghambat fungsi normal pernapasan.

Dilansir dari American Family Physician, ISPA memiliki beberapa gejala, seperti sakit tenggorokan, demam, flu, sinus, dan batuk. Biasanya dimulai dengan infeksi virus di hidung, trakea, atau paru-paru.

Jika tidak diobati, virus ini bisa menyebar ke seluruh sistem pernapasan. ISPA menghambat tubuh mendapatkan oksigen dan bisa menyebabkan kematian.

Orang yang mengalami kondisi ini membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.

Selain itu, ISPA adalah penyakit yang sangat menular, yang artinya mudah menyebar dari satu orang ke orang lain.

“Hampir tidak mungkin manusia menghindari infeksi virus dan bakteri. Khususnya, anak-anak dan balita yang memiliki resiko tinggi tertular virus. Ditambah, pada masa aktif mereka, anak-anak sering kali tidak mencuci tangannya secara rutin. Mereka juga sering mengucek mata dan memasukkan tangannya ke dalam mulut yang bisa menyebabkan penyebaran virus,” tulis Deborah Weatherspoon, PhD, RN, CRNA, seorang professor dalam bidang perawat di Walden University.

Anak-anak khususnya balita juga memiliki sistem imun yang masih belum sempurna sehingga sangat mudah tertular virus dan bakteri.

Dikutip dari situs Vikaspedia, WHO menyatakan ISPA pada balita membunuh sebanyak 2,6 juta anak setiap tahunnya di seluruh dunia.

Baca Juga: Cara Mencegah ISPA pada Anak Akibat Polusi Udara

Mencegah ISPA Balita

Karena kebanyakan kasus ISPA balita tidak bisa disembuhkan, tindakan pencegahan adalah metode terbaik untuk menangkal ISPA pada balita. Ajaklah Si Kecil untuk mencegah ISPA dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Cuci Tangan Secara Rutin

Mencegah ISPA pada balita 1.jpg

Foto: indepth.nice.org.uk

Cuci tangan, terutama setelah bepergian atau bermain di luar rumah, sangatlah penting dan wajib dilakukan!

Biasakan untuk selalu mengajak Si Kecil untuk mencuci tangan setelah pulang dari bepergian dan sebelum makan.

Penyebaran ISPA pada balita biasanya rentan terjadi karena penularan virus dan bakteri lewat sentuhan.

Bisa karena Si Kecil menyentuh mainan yang telah terinfeksi, atau bersentuhan dengan temannya yang sudah membawa virus tersebut.

Kita tidak pernah tahu kondisi kesehatan orang lain di luar, maka dari itu ada baiknya Moms yang harus selalu waspada.

2. Tutupi Hidung dan Mulut saat Bersin

Mencegah ISPA pada balita 2.jpg

Foto: meredithcorp.io

Jika bersin, biasakan Si Kecil untuk selalu menutup hidung dan mulutnya dengan sapu tangan atau tisu.

Meskipun ini tidak akan meredakan gejala ISPA yang ada, setidaknya ini akan mencegah menyebarnya penyakit menular kepada orang lain.

Baca Juga: 4 Tipe ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) pada Anak Yang Wajib Moms Tahu

3. Cegah Kebiasaan Menyentuh Wajah

Mencegah ISPA pada balita 3.jpg

Foto: king5.com

Kuman bisa masuk ke dalam tubuh melalui mata dan mulut.

Maka dari itu, untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh biasakan agar Si Kecil tidak kebiasaan menyentuh wajahnya terutama mata dan mulut.

Apalagi dalam kondisi tangan yang belum dicuci. Ini dapat menyebabkan Si Kecil tertular penyakit dengan sangat mudah.

4. Rutin Lakukan Vaksin

Mencegah ISPA pada balita 4.jpg

Foto: hospitalcmq.com

Ada beberapa jenis vaksin yang wajib diterima Si Kecil dalam usia balita.

Sebagai orang tua, kita harus memastikan Si Kecil menerima vaksin yang lengkap untuk menjaga agar tidak mudah tertular penyakit.

Cukupi juga kebutuhan gizi dan vitamin Si Kecil untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.

Baca Juga: Waspada Moms! Kenali Cara Mencegah Agar Bayi Tidak Terkena ISPA

ISPA memiliki komplikasi yang sangat serius dimana dapat menyebabkan kerusakan sistem pernapasan permanen dan bahkan kematian.

Komplikasi tersebut di antaranya adalah berhentinya sistem pernapasan secara mendadak, kegagalan sistem pernapasan, dan gagal jantung.

Untuk menghindari semua resiko itu, lakukanlah selalu tindakan pencegahan agar Si Kecil tidak tertular ISPA. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, bukan?

Artikel Terkait