NEWBORN
11 September 2019

5 Cara Mencegah Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Posisi tidur hingga temperatur yang tepat dapat mengurangi risiko kematian bayi mendadak
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) menyebabkan bayi yang baru lahir meninggal dalam tidur mereka, seringkali tanpa peringatan terlebih dahulu.

Puncak usia bayi yang rentan mengalami kematian bayi mendadak adalah dua sampai empat bulan.

Namun, Moms tetap perlu memantau kemungkinan bayi berisiko mengalami kematian bayi mendadak hingga usianya satu tahun.

Berikut ini beberapa hal yang dapat Moms lakukan untuk mencegah kematian bayi mendadak.

1. Posisi Tidur

1 Posisi Tidur.jpg

Pada satu tahun pertama bayi, posisikan bayi tidur terlentang saat tidur siang maupun tidur malam, untuk mencegah kematian bayi mendadak.

Posisi terlentang memudahkan bayi untuk bernapas, dibandingkan jika tidur tengkurap atau menyamping.

Meski tidur tengkurap dapat meningkatkan kemungkinan sindrom kematian bayi mendadak, namun jika Si Kecil sudah bisa berguling sendiri, maka Moms bisa mengurangi rasa khawatir.

“Setelah bayi bisa berguling sendiri, otaknya cukup matang untuk tersadar bahwa saluran pernapasannya dalam bahaya,” ungkap dokter anak di Children's National Medical Center, Washington, D.C., sekaligus anggota American Academy of Pediatrics's SIDS Task Force, Rachel Moon, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Baca Juga: Anak Yulia Baltschun Meninggal di Usia 6 Bulan Akibat Sindrom Kematian Mendadak (SIDS), Kenapa Bisa Terjadi?

Hindari juga memposisikan bayi tidur dalam satu tempat tidur dengan Moms dan Dads. Karena cara ini dapat meningkatkan risiko kematian bayi mendadak akibat tercekik bantal atau selimut yang longgar.

Asupan udara bayi juga dapat terhenti jika Moms atau Dads tidak sengaja berguling menutupi bayi.

Bahaya ini juga bisa terjadi jika bayi dibiarkan tidur di sofa, sehingga pastikan menempatkannya di tempat tidur sendiri agar mengurangi risiko kematian bayi mendadak.

2. Kosongkan Tempat Tidur

2 Kosongkan Tempat Tidur.jpg

Tunggu hingga bayi berusia satu tahun jika ingin meletakkan selimut dan bantal di tempat tidur bayi.

Karena selimut, bantal, hingga boneka yang diletakkan di sekitar bayi saat tidur, dapat menghambat pernapasan bayi dan mencegah kematian bayi mendadak.

Jika Moms khawatir bayi kedinginan karena tidak diberi selimut, maka Moms dapat membedong bayi atau menggunakan kantung tidur (sleep sack). Pastikan Moms membedong bayi dengan cara yang tepat dan tidak terlalu ketat.

3. Temperatur Tepat

3 Temperatur Tepat.jpg

Pastikan suhu ruangan dan cara berpakaian Si Kecil membuatnya nyaman, karena hal ini dapat mencegah kematian bayi mendadak.

“Jika bayi berkeringat atau jika dada bayi terasa panas saat disentuh, maka pakaian mereka terlalu tebal,” ungkap dokter anak Raj Rambhatla, MD, seperti dikutip dari Cleveland Clinic.

Dikutip dari parents.com, bayi yang kepanasan lalu tertidur pulas akan lebih sulit untuk terbangun saat berada dalam bahaya. Untuk itu, kenakan pakaian yang nyaman bagi bayi sesuai cuaca saat itu.

Baca Juga: Bayi Tidur Tengkurap Jadi Penyebab SIDS?

4. Beri Empeng

4 Beri Empeng.png

American Academy of Pediatrics menyarankan untuk memberikan bayi empeng di malam hari dan siang hari selama satu tahun pertama kehidupan bayi.

Tidak ada informasi jelas mengapa pemberian empeng dapat mengurangi risiko kematian bayi mendadak.

“Kami belum tahu kenapa, tapi mungkin menghisap empeng akan membuat lidah bayi lebih ke depan, yang akan lebih membuka jalan napas bayi,” ungkap Dr. Moon.

Perhatikan juga, jika bayi menyusui eksklusif, maka tahan dahulu untuk memberikannya empeng sampai setidaknya bayi berusia satu bulan dan sudah dapat menyusui dengan baik.

5. ASI Eksklusif

5 ASI Eksklusif.jpg

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih mudah terbangun dari tidurnya dibandingan yang mendapatkan susu formula.

Hal inilah yang mungkin menjadi alasan bayi dengan ASI ekslusif lebih sedikit berisiko mengalami kematian bayi mendadak.

Moms yang sedang menyusui juga cenderung tidak merokok, sehingga paparan bayi terhadap asap semakin kecil dan risiko kematian bayi mendadak pun juga berkurang.

Baca Juga: SUDI, SIDS, dan SUID, Kasus Kematian Mendadak Pada Bayi

Itulah beberapa cara mencegah kematian bayi mendadak. Dengan pencegahan yang tepat, Moms pun dapat lebih tenang saat bayi tertidur pulas di tempat tidurnya.

(GS)

Artikel Terkait