3-5 TAHUN
24 Oktober 2019

Begini Cara Mencegah Rabun Jauh pada Anak

Anak-anak rentan mengalami rabun jauh
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, tahukah bahwa kesehatan mata itu penting untuk dijaga dari usia dini? Oktober ini, tepatnya tanggal 10 Oktober diperingati sebagai World Sight Day atau peringatan Hari Penglihatan Sedunia.

Hal ini membuktikan bahwa kesehatan mata menjadi perhatian terkhusus bagi anak-anak, karena perkembangan penglihatan mereka akan bekerja optimal di usia yang masih muda. Masalah penglihatan yang sering menyerang anak adalah rabun jauh atau disebut juga miopi.

Gejala Rabun Jauh pada Anak

rabun jauh pada anak

Rabun jauh adalah kondisi di mana cahaya difokuskan di depan retina sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur.

Pengidap rabun jauh dapat melihat dengan jelas pada jarak dekat, namun akan buram saat melihat objek yang jauh. Rabun jauh pada anak dapat menyebabkan masalah kesehatan mata yang serius di masa depan.

Umumnya, mereka akan memiliki ketergantungan pada kacamata. Semakin awal anak terdeteksi terkena rabun jauh, maka semakin besar risiko tingkat rabun jauh anak akan meningkat. Usia 6-17 tahun menjadi usia yang rawan bagi anak untuk terkena rabun jauh.

Baca Juga: Balita Harus Pakai Kacamata, Apa Saja Penyebabnya?

Selain tidak mampu melihat objek yang jauh, sebaiknya Moms ketahui gejala rabun jauh lainnya pada anak, yaitu:

  • Sering merasakan sakit kepala;
  • Mual setelah membaca;
  • Membaca dengan jarak sangat dekat;
  • Menulis dengan kepala yang dekat ke meja;
  • Duduk sangat dekat dengan televisi;
  • Menyipitkan mata ketika melihat objek yang jauh.

Jika terjadi gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan mata anak karena bisa menjadi gejala dari rabun jauh. Lalu, sebenarnya apa hal yang menjadi penyebab rabun jauh pada anak? Adakah cara untuk mencegahnya? Ini ulasannya.

Penyebab Rabun Jauh pada Anak

rabun jauh pada anak

Ada dua hal utama yang dapat sebabkan rabun jauh pada anak, yaitu gaya hidup dan faktor keturunan.

Gaya hidup ini mengacu pada kebiasaan-kebiasaan yang sering anak lakukan, seperti jarang beraktivitas di luar ruangan, membaca pada tingkat pencahayaan yang rendah, terlalu dekat jarak saat menonton televisi atau bermain gadget.

Sedangkan faktor keturunan maksudnya adalah apabila terdapat riwayat keluarga yang mengidap miopi, maka anak juga dapat menurunkannya.

Penting untuk mengetahui faktor pemicu yang bisa sebabkan rabun jauh pada anak sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan yang tepat.

Baca Juga: Mata Gempi Minus dan Silinder, Ini 6 Penyebab Mata Minus pada Anak

Pencegahan Rabun Jauh pada Anak

rabun jauh pada anak

Rasanya tidak dapat dipungkiri, ya, Moms bahwa rabun jauh pada anak dikaitkan pada penggunaan gadget atau menonton televisi yang terlalu lama.

Atau risikonya meningkat saat jaraknya yang terlalu dekat. Ada hal efektif untuk mencegah rabun jauh pada anak, yaitu mengajak anak untuk lebih sering beraktivitas di luar ruangan.

“Anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah memiliki risiko lebih sedikit untuk terkena rabun jauh. Bukti menunjukkan bahwa cahaya dapat memengaruhi koroid atau jaringan pembuluh darah di belakang retina. Sehingga hal ini dapat mencegah miopi,” ujar Dr. Lisa Ostrin, dari University of Houston College of Optometry.

Selain itu, pencegahan paling efektif agar anak tidak mengalami rabun jauh adalah rutin mengecek ke dokter mata.

Meskipun anak tidak mengeluhkan masalah penglihatan, ada baiknya untuk menjadwalkan pemeriksaan mata secara rutin.

Terlebih lagi apabila Moms atau riwayat keluarga lainnya memiliki masalah miopi atau penglihatan lainnya, anak harus segera dicek kesehatan matanya.

Baca Juga: Mata Gempi Minus dan Silinder, Bolehkah Anak Pakai Lensa Kontak?

Cara lain untuk mencegah rabun jauh pada anak adalah memastikan ia membaca atau belajar di ruangan dengan tingkat cahaya yang cukup.

Hindari belajar di ruangan yang redup dan beritahukan jarak yang tepat antara buku dan mata tidak boleh terlalu dekat.

Selain itu, cara lainnya adalah memberikan batasan waktu bermain gadget agar ia tidak terlalu lama dalam menatap layar.

(DG)

Artikel Terkait