PARENTING
29 Mei 2019

Cara Menentukan Investasi Paling Tepat untuk Dana Pendidikan Anak

Begini cara menentukan investasi paling tepat untuk dana pendidikan anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, jangan kaget ketika mengetahui biaya pendidikan sekolah saat ini. Meskipun bervariasi, namun bisa saja biaya pendidikan sekolah anak dapat sama atau lebih besar dari biaya kuliah Moms dulu. Hal ini memang tidak dapat dihindari, ya.

Semakin tahun, maka semua akan menjadi semakin mahal, begitu pula dengan anggaran pendidikan sekolah anak.

Baik sekolah swasta atau negeri, semua berlomba-lomba memberikan fasilitas yang terbaik.

Konsultan perencana keuangan, bernama Annissa Sagita, mengungkapkan besarnya biaya pendidikan sekolah anak saat ini.

Sebagai contoh saja, untuk masuk TK atau pre-school, Moms harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp5 juta-Rp20 juta untuk uang pangkal dan setiap bulannya harus membayar SPP sekitar Rp500 ribu-Rp4 juta.

Harga yang mengejutkan, bukan? Semuanya bergantung pada sekolah yang dipilih, namun yang pasti semakin tinggi jenjang sekolahnya maka akan semakin besar biaya yang harus dikeluarkan.

Baca Juga: Selain Tabungan Konvensional, Ini 5 Cara untuk Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

“Penting untuk menyiapkan dana pendidikan sejak dini. Dimulai dari menentukan tujuan, rencana anggaran, hingga produk keuangan yang dipilih,” ungkap Annissa ketika berbincang pada Kulwap Orami Community, Rabu (20/3) lalu.

Dalam menyiapkan dana pendidikan anak, yang terpenting untuk dilakukan adalah kesepakatan Moms dan pasangan sebagai orang tua.

Anggaran biaya pendidikan sekolah anak akan menjadi bagian penting dari keuangan rumah tangga, sehingga harus dipersiapkan secara matang.

Jangan sampai nantinya anak tidak dapat sekolah di tempat unggulan karena terbentur biaya pendidikan.

Baca Juga: Adakah Investasi Optimal untuk Menyiapkan Dana Pendidikan?

Langkah Persiapan Dana Pendidikan Anak

Cara Menentukan Investasi Paling Tepat untuk Dana Pendidikan Anak-1.jpg

Menurut Annissa Sagita, yang memiliki sertifikasi Certified Personal Money Manager (CPMM) di IARFC Indonesia ini, ada beberapa langkah yang wajib dilakukan Moms dan pasangan sebagai persiapan dana pendidikan anak, yaitu:

  1. Berdiskusi dengan pasangan tentang visi dan misi sebagai orang tua. Moms bisa menentukan sekolah seperti apa yang ingin dituju atau seperti apa ingin mengarahkan anak untuk masa depannya. Ketika visinya sudah kuat, maka misi yang tepat juga akan mengikuti.
  2. Mencari sekolah. Hal ini penting meskipun usia anak masih kecil atau bahkan belum sekolah. Sebenarnya, waktu ideal untuk menyiapkan dana pendidikan anak adalah saat anak baru lahir.
  3. Perkaya informasi tentang sekolah yang dituju, rencana anggaran yang harus dikeluarkan, dan juga ditambahkan dengan estimasi kenaikan biaya tersebut di masa yang akan mendatang. Tahapan ini membutuhkan riset yang matang.
  4. Hitung berapa biaya yang harus diinvestasikan. Perhitungan sederhananya adalah membagi biaya masa depan dengan total yang harus dicicil
  5. Pilih produk keuangan yang sesuai. Beragamnya produk yang ditawarkan, Moms harus dapat memahami dari segi jangka waktu, besar biaya masuk sekolah, hingga profil risiko Moms dan pasangan sebagai investor.

Baca Juga: Tabungan Khusus untuk Dana Pendidikan Anak, Penting atau Tidak?

Investasi Paling Tepat untuk Dana Pendidikan Anak, Adakah?

Cara Menentukan Investasi Paling Tepat untuk Dana Pendidikan Anak-3.jpg

Investasi paling tepat untuk dana pendidikan anak tergantung pada kebutuhan Moms dan pasangan, karena pada dasarnya setiap orang tua memiliki perencanaan sekolah yang berbeda-beda. Pertimbangan lainnya adalah melihat dari usia anak saat memulai investasi.

“Gunakan investasi jangka menengah hingga panjang ketika masih ada waktu 5 tahun atau lebih dari usia anak saat ini. Namun, jika Moms sudah terlambat memulai investasi, sebaiknya berhati-hati. Misalkan, saat ini anak berusia 3 tahun, maka untuk biaya masuk TK bisa menggunakan tabungan pendidikan. Nah, untuk biaya masuk SD dan seterusnya, Moms bisa memulai untuk investasi jangka panjang,” ungkap Annissa.

Selain itu, pahami dengan tepat produk investasi yang dipilih. Jangan hanya ikut-ikutan, tanpa mengetahui penjelasan mendalam dan risiko yang dapat terjadi.

Hal penting lainnya adalah berinvestasilah ketika keuangan rumah tangga Moms dan pasangan sudah sehat, ya!

(DG/INT)

Artikel Terkait