2-3 TAHUN
15 April 2020

3 Cara Mengajarkan Sportivitas kepada Balita, Yuk Coba!

Ternyata tidak harus melalui kegiatan olahraga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Anak balita senang bermain, termasuk yang bersifat kompetitif seperti suit jari, batu-gunting-kertas, adu balap mobil-mobilan, dan sebagainya. Tetapi, biasanya mereka tidak suka kalah dan akan kesal, marah, atau menangis saat kalah dalam suatu permainan.

“Anak usia prasekolah biasanya berpikir bila mereka berpartisipasi dalam permainan yang bersifat menang/kalah, merekalah yang akan menang. Saat kalah, mereka sulit menerimanya,” terang Wendy Middlemiss, Ph.D., dosen bidang psikologi pendidikan di University of North Texas di Denton.

Menurut Middlemiss, ini terjadi karena bagi anak usia 3-4 tahun, dunia masih bersifat hitam putih.

Sesekali, tidak apa-apa Moms sengaja mengalah agar anak merasa senang dan bangga karena bisa memenangkan suatu permainan. Di saat yang sama, Moms juga dapat mengajarkan sportivitas pada balita.

Baca Juga: Menang Atau Kalah Itu Biasa, Begini 5 Cara Ajarkan Sportivitas pada Anak

Tips Mengajarkan Sportivitas pada Balita

Setiap orang tua perlu mengajarkan sportivitas pada balita agar anak memiliki pemahaman yang baik tentang kompetisi, menang, dan kalah. Berikut tips mengajarkan sportivitas pada balita yang dapat Moms coba.

1. Jadi Contoh yang Baik

1503_FamGames_H.jpg

Foto: Richmond Family Magazine

Awalnya, Si Kecil mungkin belum bisa memahami apa yang dimaksud dengan sportivitas. Orang tua bisa menunjukkan arti kata tersebut dengan menjadi contoh yang baik.

Misalnya, saat Moms kalah, atau mengalah, kepada anak dalam permainan menyusun puzzle, Moms dapat mengutarakan kekecewaan, tetapi sambil menunjukkan sikap tenang atau baik.

Menurut psikolog Lawrence Kutner, Ph.D., direktur eksekutif Jack Kent Cooke Foundation, anak balita umumnya mengekspresikan kekesalan mereka secara fisik, seperti melempar barang, menendang, atau berteriak.

Bila orang tua memberi contoh mengajarkan sportivitas pada balita dengan cara mengekspresikan kekecewaan yang baik, anak pun nanti bisa menirunya.

Baca Juga: 5 Cara Mengajari Anak Sportif Menerima Kekalahan

2. Menaati Peraturan

6251971c45926074d7ef3aa6c250dd4bcd774bc3_ball_games.jpg

Foto: Net Mums

Menurut Stanford Children's Health, menaati peraturan adalah bagian dari sportivitas. Dalam permainan atau perlombaan biasanya ada peraturan. Katakan kepada Si Kecil bahwa yang berhak menjadi pemenang adalah orang yang mengikuti peraturan yang ada dan berhasil mengungguli lawannya.

Sebaliknya, orang yang melanggar peraturan tidak layak dijadikan pemenang karena itu artinya dia curang.

3. Menyelamati Pemenang

Siblings_Hand_Shake_H.jpg

Foto: Family Education

Menjadi pihak yang kalah memang tidak mengenakkan. Meski begitu, bukan berarti orang yang kalah boleh marah-marah kepada yang menang.

Dikutip dari KidsHealth, Moms bisa mengajarkan sportivitas pada balita dengan mengucapkan selamat kepada anak bila ia yang memenangi permainan. Dengan begitu, ia akan melihat kemenangan sebagai sebuah capaian yang perlu dibarengi dengan sikap positif terhadap lawan yang kalah.

Baca Juga: Menang Atau Kalah Itu Biasa, Begini 5 Cara Ajarkan Sportivitas pada Anak

Pada dasarnya, orang tua perlu membentuk pemahaman anak bahwa yang penting dari suatu perlombaan bukanlah soal menang atau kalah, melainkan menikmati prosesnya. Katakan bahwa menang bukanlah yang utama dan kalah tidak selalu buruk.

Selamat mengajarkan sportivitas pada balita, Moms!

(AN)

Artikel Terkait