BALITA DAN ANAK
19 April 2020

3 Cara Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak, Yuk Coba!

Moms bisa lakukan di sela-sela WFH
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sebagai upaya menekan penyebaran virus corona (COVID-19), banyak perusahaan mengikuti anjuran dari pemerintah dengan menerapkan kebijakan work from home (WFH) untuk karyawannya.

Periode WFH setiap perusahaan berbeda-beda, tergantung dari bagaimana situasi kondisi yang ada.

Namun untuk Moms yang juga WFH, momen ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk lebih dekat dengan keluarga dan anak di rumah. Meskipun disibukkan dengan pekerjaan kantor, Moms bisa sesekali mendampingi anak untuk belajar.

Baca Juga: Yuk Pahami Cara Belajar Anak Berdasarkan Zodiak

Jika Moms mulai kehabisan ide untuk membuat kegiatan yang bermanfaat bersama Si Kecil di rumah, mengajarkan tanggung jawab pada anak bisa jadi pilihan kegiatan yang seru dilakukan bersama, lho.

Mengapa penting mengajarkan tanggung jawab pada anak?

Pentingnya Anak Belajar Bertanggung Jawab

tanggung jawab anak

Foto: gominno.com

Tanggung jawab adalah perilaku yang menentukan bagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi setiap hari, yang memerlukan beberapa keputusan yang bersifat etis atau sesuai dengan etika umum yang berlaku di tengah masyarakat.

Dalam Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies, karakter di masa kanak-kanak sangat penting untuk dikembangkan, karena anak-anak perlu dipersiapkan untuk tampil sebagai pribadi yang kuat karena mampu bekerja, jujur, bertanggung jawab, disiplin, serta berbagai karakter yang menunjukkan hubungan positif yang dibangun antara manusia.

Apabila anak dapat berperilaku dan berbuat sesuai dengan norma yang diterima masyarakat, maka lingkungan di sekitar akan merasakan dan mendapatkan manfaat.

“Sama halnya, ketika si kecil sudah dapat bertanggung jawab, artinya ia sudah dapat membedakan mana tindakan yang baik dan kurang baik. Nantinya, ia dapat menentukan keputusannya sendiri dengan lebih bijak,” jelas Jane Cindy Linardi, psikolog di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Baca Juga: 5 Kegiatan Minggu Pagi Bersama Keluarga yang Seru dan Menyenangkan

Manfaat Anak Memiliki Rasa Tanggung Jawab

tanggung jawab anak

Foto: herlifemagazine.com

Jika Moms sudah mengajarkan anak bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan, ada banyak manfaat yang bisa dirasakan, di antaranya:

  1. Melatih daya juang anak, karena anak tidak terbiasa dibantu orang tua, sehingga ia memiliki motivasi internal untuk berusaha menyelesaikan segala sesuatu sendiri.
  2. Menumbuhkan kemampuan problem solving skill, misalnya minuman tumpah, maka penyelesaiannya adalah dengan membersihkan/ mengelap. Contoh lain misalnya ketika ia menghilangkan mainan milik temannya, maka penyelesaiannya adalah mengganti mainan tersebut.
  3. Menumbuhkan efikasi diri (self-efficacy) pada anak, yaitu kepercayaan anak akan kapabilitas dirinya untuk melakukan sesuatu, yang akhirnya akan mengarah pada tumbuhnya rasa kepercayaan diri.

Baca Juga: 5 Tips Bekerja di Rumah Agar Tetap Fokus di Tengah Pandemi COVID-19

Cara Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak

tanggung jawab anak

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengajarkan anak tanggung jawab, Moms bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini.

1. Mulai dari Hal Kecil

Sejak umur 2 atau 3 tahun, Si Kecil sudah dapat mulai dilatih untuk bertanggung jawab. Latihan dimulai dari memberi tanggung jawab yang kecil terlebih dahulu, misalnya, merapikan mainan anak bersama-sama setelah selesai bermain.

Moms tetap dapat ikut membantu, namun perlu dipastikan anak juga turut merapikan. Setelah anak sudah terbiasa, maka kurangi peran kita dalam membantu, dan latih anak untuk merapikan mainannya sendiri.

2. Mulai dari Diri Sendiri

Setelah itu, level tanggung jawab dapat ditingkatkan dengan mulai belajar tanggung jawab terhadap diri sendiri, misalnya dengan mengurus dan merapikan barang-barang pribadi yang dimiliki, misalnya meletakkan pakaian kotor di keranjang setelah dipakai, meletakkan kembali sepatu di rak setelah dipakai, membuang bungkus makanan atau minuman di tempat sampah,merapikan tas sekolah.

“Semua dapat dilakukan dengan pendampingan orang tua, namun perlu diingat Moms perlu mengurangi peran untuk membantu anak menuntaskan tanggung jawabnya sehari-hari secara bertahap,” ujar Jane.

Penguatan berupa pujian dan afirmasi dapat diberikan setelah anak berhasil menuntaskan tanggung jawabnya sendiri.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Mainan Alat Musik untuk Anak, Banyak Manfaatnya!

3. Mulai Percayakan Hal-hal di Sekitarnya

Setelah anak dapat bertanggung jawab terhadap dirinya untuk mengurus barang-barang pribadi yang dimiliki, Moms bisa meningkatkan lagi dengan cara memberi anak tanggung jawab di rumah, seperti misalnya mematikan lampu, AC, TV setelah digunakan, meletakkan piring makan yang telah dipakai di wastafel dapur, membersihkan/mengelap makanan atau minuman yang tidak sengaja ditumpahkan.

Dari semua tanggung jawab yang Moms ajarkan pada anak, jangan lupa untuk selalu memberikan contoh. Anak akan cenderung lebih mudah belajar jika memiliki sosok yang diikuti.

Artikel Terkait