KESEHATAN
9 Desember 2019

5 Cara Mengatasi Bau Mulut yang Menganggu

Tidak perlu khawatir lagi akan bau mulut, berikut cara mengatasinya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Bau mulut memang sangat mengganggu, terlebih jika kita harus berbicara dengan orang lain. Ini dapat membuat kita menjadi tidak percaya diri dan malu.

Meski hal ini umum terjadi dan kebanyakan kasus bau mulut dapat diatasi dengan mudah, tapi ada beberapa hal juga yang memerlukan penanganan khusus karena masalahnya bukan pada kebersihan mulut dan gigi saja. Berikut beberapa cara mengatasi bau mulut:

Baca Juga: Ampuh, Lakukan Cara Ini Untuk Mencegah Mulut Kering dan Bau

Mengatasi Bau Mulut

1. Lakukan Kebersihan Mulut yang Baik

Usia Paling Tepat untuk Ajarkan Anak Sikat Gigi-2.jpg

Untuk mengatasi bau mulut dan menjaga kebersihan mulut yang baik, kita perlu menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride untuk menghilangkan sisa-sisa makanan dan plak.

Ganti sikat gigi setiap 2 hingga 3 bulan sekali. Jangan lupa selalu gunakan benang gigi atau pembersih interdental untuk menghilangkan partikel dan plak makanan antar gigi minimal 1x sehari.

Kemudian bilas dengan obat kumur antibakteri dua kali sehari. “Kebersihan mulut yang baik juga merupakan kunci untuk mengatasi bau mulut. Idealnya, Anda harus menyikat gigi dan membersihkannya dengan benang gigi setiap habis makan untuk membantu mengurangi bakteri penyebab bau di mulut Anda. Jangan lupa juga untuk menyikat lidah,” ungkap Tina Frangella, DDS, dokter gigi di New York, seperti dikutip dari WebMD.

2. Temui Dokter Gigi Secara Teratur

04 KUNJUNGI DOKTER GIGI - sumber babycenter.jpg

Idealnya, kunjungi dokter gigi setidaknya dua kali dalam satu tahun. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan oral dan membersihkan gigi secara profesional.

Mereka juga akan mendeteksi dan mengobati penyakit periodontal, mulut kering, atau masalah lain yang mungkin menjadi penyebab bau mulut yang buruk.

Baca Juga: 5 Penyebab Mulut Bayi Berbau Tidak Sedap

3. Berhenti Merokok dan Mengunyah Produk Berbasis Tembakau

wanita merokok

Rokok, pipa, dan tembakau dapat menyebabkan bau mulut yang khas.

“Merokok bisa memberi orang napas yang mengerikan," kata John Woodall, DDS, dokter gigi di Raleigh, N.C. "Dan orang-orang yang merokok memiliki bau mulut yang sangat buruk dibanding dengan yang tidak merokok," tambahnya.

Jika Moms terbiasa merokok, mintalah tips kepada dokter gigi untuk menghentikan kebiasaan itu, sehingga Moms bisa mengatasi bau mulut.

4. Minum Banyak Air

atasi anyang-anyangan - minum air putih.jpg

Salah satu penyebab bau mulut adalah mulut yang kering. Untuk mengatasi bau mulut karena faktor ini, minumlah banyak air. Itu akan membuat mulut Moms tetap lembap.

Selain itu mengunyah permen karet atau mengisap permen (disarankan yang tanpa gula) juga merangsang produksi air liur.

Air liur diperlukan untuk melembapkan mulut, menetralkan asam yang dihasilkan oleh plak, dan membersihkan sel-sel mati yang menumpuk di lidah, gusi, dan pipi. Jika tidak dihilangkan, sel-sel ini bisa membusuk dan dapat menyebabkan bau mulut.

5. Periksakan Penyakit Lain yang Memungkinkan Penyebab Bau Mulut

bau mulut - standardmedia.co.ke.jpg

Beberapa penyakit tertentu ternyata juga dapat menyebabkan napas kita menjadi bau.

Seperti contohnya diabetes, penyakit hati, infeksi saluran pernapasan, dan bronkitis kronis.

Dilansir dari American Dental Association, infeksi mulut bisa menyebabkan bau mulut. Bila Moms sudah menggosok gigi dan flossing setiap hari, lalu dokter gigi tidak menemukan penyebab bau mulut lainnya, bisa jadi bau mulut tersebut berasal dari penyakit lain.

Kondisi kesehatan yang dapat menjadi penyebab bau mulut di antaranya sinus, GERD, diabetes, penyakit mulut kering kronis (xerostomia), gangguan hati, dan gangguan ginjal. Bila ini terjadi, konsultasikan dengan dokter terkait.

Baca Juga: 8 Penyakit yang Jadi Penyebab Bau Mulut, Apa Saja?

Jadi, untuk mengatasi bau mulut, Moms perlu mengetahui dulu penyebab utama yang memicu mulut atau nafas kita menjadi bau. Setelah mengetahuinya, Moms baru dapat mengobati atau menghindarinya.

(DH)

Artikel Terkait