3-12 BULAN
6 November 2019

4 Cara Mengatasi Hiperlaktasi Saat Menyusui

Pernah mendengar istilah block feeding, Moms?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Pada awal-awal menyusui, biasanya para ibu baru akan khawatir dengan hasil ASI mereka. Ada yang merasa sedikit ASI yang keluar atau bahkan tidak keluar sama sekali, namun ternya, ada yang merasakan hiperlaktasi yang sangat menyakitkan.

Apa itu hiperlaktasi? Hiperlaktasi adalah kondisi Moms yang memproduksi lebih banyak ASI daripada yang dibutuhkan bayi.

Cara Mengatasi Hiperlaktasi

Biasanya, hiperlaktasi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti terlalu banyak hormon perangsang ASI, genetika, hormon dan kebiasaan menyusui lainnya seperti terlalu sering memerah ASI. Bagaimana cara mengatasi hiperlaktasi?

1. Teknik Block Feeding

mengatasi hiperlaktasi

Untuk mengatasi hiperlaktasi, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan. Salah satunya dengan teknik block feeding.

Konsultan laktasi Nancy Mohrbacher, IBCLC, FILCA, mengatakan bahwa caranya adalah dengan membatasi pemberian ASI.

Misalnya dengan membatasi bayi pada satu payudara selama 3 jam atau lebih lama sebelum memberikan payudara yang lain.

“Produksi susu yang berlebihan dapat membuat ibu dan bayi tidak nyaman, menyebabkan payudara penuh dan saluran ASI yang tersumbat berulang kali, serta aliran susu yang sangat cepat dan sulit diatur,” katanya.

Nancy menyarankan memperingatkan, teknik block feeding hanya digunakan untuk mengatasi hiperlaktasi.

Baca Juga: Simak 6 Perlengkapan Bayi untuk Menyusui dengan Nyaman Ini

Jika pasokan ASI normal, mempraktikkan teknik ini hanya akan menambah masalah baru. Salah satunya adalah masalah kenaikan berat badan yang lambat.

“Gunakan grafik berat bayi sebagai ukuran kapan harus menggunakan teknik block feeding. Jika kenaikan berat badan bayi kurang, block feeding tidak disarankan,” tambahnya.

2. Masalah Block Feeding

mengatasi hiperlaktasi

Jika Moms akan memutuskan untuk menggunakan teknik block feeding, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli laktasi sebelumnya.

"Block feeding adalah masalah ketika diterapkan pada ibu yang tidak memiliki hiperlaktasi," tulis Catherine Watson Genna, seorang ahli laktasi BS, IBCLC.

Menurutnya, banyak Moms yang keliru dalam mempraktikannya. “Pemberian ASI block feeding hanya direkomendasikan ketika bayi secara konsisten mendapatkan lebih dari 8 ons (225 g) per minggu, dan tidak memiliki faktor risiko untuk pemberian makan yang tidak efisien jika produksi ASI berkurang," jelasnya.

3. Posisi adalah Kunci

mengatasi hiperlaktasi

Selain block feeding, cara mengatasi hiperlaktasi selanjutnya bisa dengan memperhatikan posisi bayi saat menyusui. Saat hiperlaktasi, posisikan bayi dengan posisi tegak atau member sedikit ruang.

Menyusui dengan posisi berbaring juga bisa membantu, karena gravitasi akan membantu mengurangi aliran ASI, dan memungkinkan bayi untuk mengontrol asupannya dengan lebih mudah.

Saat menyusui, bantu Si Kecil untuk menempel dengan benar dan lebih dalam. Hal ini dapat membantu mencegah atau mengurangi rasa sakit pada puting.

Saat hiperlaktasi, biasanya bayi hanya akan menyusui pada satu payudara karena merasa tidak nyaman. Bantuan dari Moms akan membuatnya lebih nyaman.

Baca Juga: Pentingnya Dukungan Suami, Keluarga, dan Lingkungan Sekitar untuk Sukses Menyusui

4. Periksa Kondisi Bayi

mengatasi hiperlaktasi

Untuk mengatasi hiperlaktasi, pastikan Si Kecil juga tidak memiliki masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk menyusui.

Seorang bayi dengan refluks, ikatan lidah, masalah pernapasan, masalah integrasi sensorik, mungkin akan mengalami kesulitan saat menyusui.

Dengan block feeding, selain membantu memberikan ASI pada bayi juga akan memberikan kenyamanan pada kedua sisi payudara Moms.

Teknik ini juga akan membantu untuk menghindari masalah lain seperti saluran ASI tersumbat atau mastitis.

Baca Juga: Penanganan Mastitis, Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui

Kelebihan atau kekurangan produksi ASI memang memberikan tantangan pada ibu baru. Tetap tenang dan jangan panik ya Moms.

(FAR)

Artikel Terkait