PARENTING
15 Juli 2019

Bagaimana Cara Mengatasi Kakek Nenek yang Memanjakan Cucu?

Pola asuh yang salah dapat sebabkan kakek dan nenek memanjakan cucu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Mendidik anak bukan pekerjaan yang mudah, melainkan membutuhkan tantangan tersendiri. Mengajarkan anak untuk mandiri harus dilakukan sejak dini agar kelak saat tumbuh dewasa, dia bukan menjadi individu yang bergantung kepada orang lain.

Untuk itu, penting bagi setiap orang tua memiliki pola asuh yang tepat demi membentuk karakter anak menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan tidak manja.

Namun, banyak faktor eksternal yang membuat anak menjadi manja, salah satunya adalah kasih sayang dari kakek dan neneknya. Faktanya, rasa kasih sayang dari kakek nenek bisa menjadi bumerang untuk cucunya.

Apalagi terdapat kecenderungan kakek nenek memanjakan cucu, seperti memberikan jajanan terus-menerus atau menuruti semua keinginan cucunya. Alih-alih ingin mendekatkan diri ke cucu, malah membentuk karakter cucu menjadi manja.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Mencegah Si Kecil Tumbuh Menjadi Balita Manja

Kenapa Kakek Nenek Memanjakan Cucu?

kakek nenek memanjakan cucu

Sebenarnya, faktor apa yang menjadi penyebab kakek dan nenek ingin sekali untuk menunjukkan kasih sayangnya pada cucu? Psikolog klinis, Pramudita Tungga Dewi mengungkapkan pendapatnya lewat Kulwap Orami Community pada Jumat (21/6) lalu.

“Kalau diperhatikan, pola asuh kakek dan nenek zaman dulu dengan sekarang sangat berbeda. Dulu pola asuh yang dikenal otoriter dan keras kepada anak, sedangkan sekarang jauh lebih permisif dan memanjakan,” ungkap psikolog yang merupakan lulusan dari Universitas Gadjah Mada ini.

Perbedaan pola asuh kemudian yang membuat kakek dan nenek ingin menunjukkan bahwa mereka tidak otoriter dan keras seperti dulu. Hal itu ditunjukkannya lewat perilaku kepada cucu.

“Perubahan ini merupakan reaksi kakek-nenek dalam melawan image negatif tentang pola pengasuhan yang keras dan otoriter mereka di mata masyarakat sebelumnya,” lanjut Pramudita, menjelaskan.

Maka, munculah perilaku kakek nenek memanjakan cucu-cucunya. Menunjukkan rasa kasih sayang sebenarnya bukan masalah, namun ketika tindakan kakek nenek bertentangan dengan peraturan atau pola asuh yang diterapkan orang tua, maka itu yang menjadi masalah.

“Hal yang harus diwaspadai ketika kakek-nenek hanya berorientasi menyenangkan cucu tanpa memikirkan dampak bagi cucu ke depannya. Hal tersebut dapat memunculkan dampak sikap, perilaku, dan kesehatan cucu yang kurang sesuai,” ujar Pramudita, yang saat ini aktif praktik sebagai associate di APDC (Analisa Personality Development Center).

Baca Juga: 7 Kesalahan Orang Tua yang Tanpa Disadari Membuat Anak Jadi Nakal dan Manja

Cara Mengatasi Kakek Nenek Memanjakan Cucu

kakek nenek memanjakan cucu

Cara untuk mencegah anak jadi manja tentunya dengan tidak memanjakannya. Hal tersebut bukan saja dilakukan oleh orang tua, melainkan juga keluarga terdekat lainnya termasuk kakek neneknya.

Moms dan pasangan harus mempunyai kesepakatan tentang pola asuh yang digunakan untuk mendidik anak. Setelah sepakat, baru komunikasikan kepada orang tua (kakek nenek) secara detail dan jelas.

Lalu, Moms dapat menerapkan aturan bersama yang harus dipatuhi dari kedua belah pihak. Tentunya aturan ini tidak membatasi ruang gerak kakek nenek dengan cucunya, hanya saja menjaga agar anak tetap tahu aturan.

Setelah itu, ciptakan kegiatan yang memperkuat kelekatan antara orang tua, cucu, serta kakek nenek. Kegiatan yang dilakukan bersama seharusnya dapat menguatkan hubungan dan mengenal satu sama lain.

Kakek nenek memahami aturan dan pola asuh orang tua, dan sebaliknya orang tua memahami cara interaksi kakek nenek kepada anak mereka. Hingga akhirnya, kakek-nenek dan orang tua dapat menyesuaikan satu sama lain.

Baca Juga: Tak Manjakan Anak, Begini Pola Asuh Ratu dan Putri Kerajaan di Seluruh Dunia

Dengan begini, bisa mencegah kakek nenek memanjakan cucu secara berlebihan. Anak pun dapat tumbuh dengan penuh kasih sayang dari orang tua dan kakek neneknya, tanpa melupakan pembentukan karakternya menjadi mandiri dan disiplin, ya, Moms!

(DG)

Artikel Terkait