PARENTING
29 September 2020

Pentingnya Mengetahui Cara Mengatur Keuangan Keluarga

Moms bisa membagi keuangan keluarga dalam beberapa pos sesuai kebutuhan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Peran wanita di dalam keluarga sangat penting. Selain melakukan pekerjaan rumah tangga, tetapi juga perlu tahu bagaimana cara mengatur keuangan keluarga yang baik.

Rahne Putri, seorang mom influencer, menjelaskan bila tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik maka uang akan 'pergi' habis tanpa tujuan.

"Bagi saya, kalau enggak punya perencanaan keluarga, rasanya seperti punya uang tetapi tidak jelas untuk apa," kata Rahne Putri dalam acara KoinWorks: "Peran Wanita Sebagai Pengelola Keuangan Keluarga di Era Digital", Kamis (26/9/2019) di Lewiss & Carroll Tea, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, setiap menerima pendapatan ia mengatur keuangan keluarga dengan membagi uangnya dalam beberapa pos-pos perencanaan.

"Pos-pos perencanaan saya ada pos kesehatan, pendidikan, pos orang tua, pos kewajiban, investasi, kebutuhan harian, dan juga hiburan," lanjut Rahne.

Baca Juga: Agar Pasangan Tak Meributkan Masalah Keuangan

Cara Mengatur Keuangan Keluarga

Investasi Deposito dan Logam Mulia, Efektifkah untuk Siapkan Dana Pendidikan Anak-3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Di masa pandemi COVID-19 ini, tidak sedikit bagi para keluarga yang kehilangan sumber pendapatan karena keputusan PHK atau pengurangan karyawan yang sudah banyak dilakukan oleh perusahaan.

Karena itu, untuk mengurangi beberapa tekanan finansial dalam jangka panjang, Moms dan Dads perlu tahu cara mengatur keuangan keluarga yang dapat membuat perbedaan besar pada situasi keuangan keluarga.

Mengutip Financial Planning Association of Australia, berikut ini beberapa tipsnya.

1. Habiskan Uang Kurang dari Pendapatan

Ini mungkin merupakan salah satu hal yang sudah pasti diketahui. Bahwa Moms harus membelanjakan lebih sedikit daripada yang diperoleh sebagai cara mengatur keuangan keluarga.

Tetapi, dengan munculnya kartu kredit, fasilitas kredit, dan pinjaman bebas bunga, membelanjakan uang yang belum diperoleh menjadi semakin mudah. Ini bisa memunculkan risiko membelanjakan uang secara berlebih.

Salah satu tanda yang menunjukkan bahwa Moms membelanjakan lebih dari yang diperoleh adalah bahwa Moms tidak dapat membayar penuh kartu kredit pada akhir bulan.

Atau, lebih buruk lagi, jika Moms harus menarik kembali uang dari cicilan untuk menutupi tagihan bulanan.

2. Rekap Kembali Pengeluaran Bulanan

Moms tidak dapat mengelola apa yang tidak diukur. Untuk bisa membatasi diri dalam membelanjakan sesuatu, Moms perlu tahu apa yang sebenarnya dibelanjakan.

Sangat sedikit orang yang dapat dengan yakin menyatakan berapa banyak yang mereka belanjakan untuk bahan makanan, tagihan, atau barang-barang pilihan.

Gunakan spreadsheet atau aplikasi pelacak anggaran/uang online sebagai cara mengatur keuangan keluarga. Cobalah selama sebulan untuk mengatur pengeluaran. Moms mungkin akan terkejut dengan hasilnya!

Baca Juga: Kondisi Keuangan Tidak Stabil, Begini Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak

3. Pikirkan Kembali Sebelum Membeli Sesuatu

Saat dihadapkan pada keputusan tentang barang mahal, sebaiknya berikan diri waktu dan ruang untuk berpikir. Moms sering kali cenderung menghabiskan lebih banyak uang saat sedang emosional.

Menghilangkan emosi dan pemikiran dengan kepala jernih memberikan Moms kesempatan untuk mempertimbangkan apakah Moms benar-benar membutuhkan barang yang dibeli.

Jadi, sebagai cara mengatur keuangan keluarga, sebelum Moms membeli mobil baru, gaun mahal, sebaiknya tenangkan pikiran dan pikirkan kembali mengenai keputusan tersebut.

4. Jangan Membeli Sesuatu yang Tidak Dapat Dibeli

Jika satu-satunya cara untuk Moms dapat membeli barang adalah menggunakan kartu kredit atau penawaran bebas bunga, mungkin itu pertanda baik bahwa Moms tidak mampu membelinya.

Penawaran kredit bebas bunga hanya menunda rasa sakit. Jangan membeli sesuatu yang tidak dapat Moms beli sebagai cara mengatur keuangan keluarga.

Lakukan cara lama dan tunggu sampai Moms menyimpan jumlah yang diperlukan untuk melakukan pembelian.

5. Hati-hati Terhadap Kecelakaan Keuangan

Prinsip tidak memberitahukan kepada pasangan tentang apa yang telah dibeli bukanlah cara mengatur keuangan keluarga yang baik untuk diikuti dalam hal membelanjakan uang dan menangani keuangan keluarga.

Tidak memberi tahu suami tentang sepasang sepatu mahal, atau tidak memberi tahu istri tentang uang yang disisihkan untuk membeli PlayStation terbaru mungkin bukan cara terbaik untuk menumbuhkan kepercayaan dalam suatu hubungan.

Penelitian yang dilakukan oleh Relationships Australia mengungkapkan 37 persen wanita dan 30 persen pria menyebutkan tekanan finansial sebagai penyebab kesengsaraan perkawinan.

Kecuali jika Moms ingin menambah statistik ini, diskusikan sebelum mulai berbelanja sebagai cara mengatur keuangan keluarga.

Baca Juga: 3 Financial Planner yang Rajin Sharing tentang Keuangan Keluarga

Cara Mengatur Keuangan Keluarga dengan Pos Perencanaan

Kondisi Keuangan Tidak Stabil, Begini Cara Mengatur Dana Pendidikan-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pada Journal of Behavioral and Experimental Finance, dijelaskan bahwa literasi keuangan memengaruhi berbagai perilaku keuangan. Karena itu, meningkatkan literasi keuangan sangat penting sebagai cara mengatur keuangan keluarga.

Dalam mengatur keuangan keluarga, Rahne Putri membagi pendapatannya ke dalam tujuh pos perencanaan berikut ini:

1. Pos Kesehatan

Sebagai cara mengatur keuangan keluarga menggunakan pos perencanaan, yang pertama penting untuk membuat pos kesehatan. Pada pos kesehatan, bagi Rahne mencakup asuransi, biaya melahirkan, biaya vaksin.

"Saya perlu memikirkan tentang biaya yang tidak ditanggung asuransi. Karena sekarang kalau punya anak itu mahal banget, sehingga sudah harus dipikirkan bahkan sejak nikah," jelas Rahne.

Lebih lanjut, penting juga untuk memikirkan pilihan seperti persalinan normal atau caesar, dan juga termasuk biaya vaksin.

2. Pos Pendidikan

Dana pendidikan yang perlu dianggarkan yaitu pendidikan untuk anak dari kelas TK hingga SMA. Hal ini penting sebagai cara mengatur keuangan keluarga dalam jangka panjang, apalagi dengan adanya inflasi.

"Pos pendidikan penting, apalagi dana pendidikan mengalami inflasi, sebesar 15 persen. Inflasi ini lebih tinggi dari inflasi tahunan," ungkap Rahne.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pengantin Baru

3. Pos Orang Tua

Rahne sadar bahwa ia berada pada sandwich generation, di mana ia perlu mendanai anak dan juga orang tuanya. Karena itu Rahne membuat pos khusus untuk orang tuanya.

Cara mengatur keuangan keluarga pada pos orang tua ini termasuk untuk kebutuhan sehari-hari, dan juga pembayaran BPJS.

4. Pos Kewajiban

Pos lain dalam cara mengatur keuangan keluarga adalah adanya pos kewajiban. Rahne menganggarkan pos ini dengan biaya seperti untuk menggaji asisten rumah tangga, dan juga cicilan KPR rumah.

5. Pos Investasi

Pos investasi termasuk tabungan, deposito, P2P money lending, dan juga mengikuti kelas pengembangan diri. Ini juga penting sebagai cara mengatur keuangan keluarga versi Rahne.

"Investasi bagi saya tidak hanya ke uang, tetapi juga untuk diri sendiri. Karena saya juga harus berkembang, caranya dengan mengikuti pelatihan dan kelas pengembangan diri," jelasnya.

Baca Juga: 5 Trik Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Satu Gaji

6. Pos Kebutuhan Sehari-hari

Pos untuk kebutuhan sehari-hari tentunya juga diperlukan untuk dimasukkan sebagai cara mengatur keuangan keluarga.

Kebutuhan yang termasuk pada pos ini seperti biaya pengeluaran untuk makan, dan juga uang transportasi. Baik bagi Moms yang memakai kendaraan umum, atau kendaraan pribadi.

7. Pos Hiburan/Traveling

Terakhir, jangan lewatkan cara mengatur keuangan keluarga dengan menyisihkan untuk hal-hal mengenai hiburan atau kegiatan traveling.

Rahne juga mengatakan hal ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan mental bagi Moms dan Dads, dengan pergi liburan atau bersenang-senang bersama.

Nah, itu dia Moms, cara mengatur keuangan keluarga dengan membagi-bagi uang menggunakan pos-pos perencanaan menurut Rahne Putri. Selamat mencoba.

Artikel Terkait