BALITA DAN ANAK
20 September 2019

4 Cara Mengenali Gejala Autisme pada Balita

Bila terdeteksi sejak dini, penanganannya pun dapat lebih efektif
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tahukah Moms? Gangguan spektrum autisme (GSA) bisa terdeteksi sejak saat Si Kecil masih balita.

Sebuah studi yang dimuat di Archives of General Psychiatry menyebutkan gejala autisme pada balita dapat terlihat pada usia 14 bulan dan diagnosisnya baru terbukti pada saat si Kecil berusia 3 tahun.

“Bahwa kita dapat mengidentifikasi GSA pada usia yang sangat muda adalah sebuah kabar gembira karena kita dapat melakukan intervensi sedini mungkin sehingga berdampak besar pada perkembangan anak,” ujar peneliti Rebecca Landa, Ph.D. yang juga direktur Kennedy Krieger Institute Center for Autism and Related Disorders.

Menurut para ahli, gejala autisme pada balita jarang bisa terdeteksi pada usia di bawah 3 tahun. Sementara, laporan Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan sebagian besar anak dengan autisme baru mendapat diagnosis pada usia 4 tahun.

Dikutip dari situs web Medical News Today, 1 dari 59 anak diketahui memiliki GSA. Secara umum, berikut gejala autisme pada balita pada anak berusia 2 tahun ke atas:

Baca Juga: Mungkinkah Mencegah Autisme Selama Kehamilan?

1. Komunikasi Bermasalah

Cara mengenali gejala autisme pada balita (1).jpg

Tanda austisme pada balita yang pertama adalah mengalami keterlambatan berbicara sehingga ia kesulitan mengekspresikan keinginan atau kebutuhannya.

Sebagian balita dengan autisme tidak berbicara sama sekali, sedangkan yang lain kesulitan berpartisipasi dalam percakapan.

Ia emiliki pola berbicara yang tidak biasa. Si Kecil kadang berbicara dengan terbata-bata, dengan intonasi tinggi, atau datar. Ia juga cenderung mengucapkan satu kata ketimbang satu frasa atau satu kalimat.

Si kecil tampak tidak memahami ucapan orang lain terhadapnya. Saat namanya dipanggil ia tidak merespons atau tidak mampu mengikuti arahan.

Mereka jarang meniru ucapan atau perilaku orang tua atau orang di sekitarnya. Balita dengan autisme juga tidak suka bermain pura-pura.

2. Suka Menyendiri dan Fokus pada Satu Hal

Cara mengenali gejala autisme pada balita (2).jpg

Gejala autisme pada balita yang selanjutnya adalah suka menyendiri dan fokus pada satu hal. Seringkali mereka hanya fokus pada satu objek atau satu topik.

Mereka juga senang bermain sendiri, tidak tertarik untuk bermain dengan teman sebayanya, dan tidak suka berbagi atau bergantian.

Baca Juga: 4 Tips Traveling Menggunakan Pesawat untuk Anak dengan Autisme

3. Terlihat Berbeda

Cara mengenali gejala autisme pada balita (3).jpg

Si Kecil tergolong kaku, terikat pada rutinitas dan tidak suka perubahan.

Ia juga memainkan mainan dengan cara yang berbeda. Misalnya, Si Kecil senang mengurutkan atau menyusun benda atau mainannya dalam urutan tertentu. Atau, ia senang memutar-mutar mainannya atau memencet-mencet tombol mainannya.

Senang melakukan satu tindakan berulang-ulang, seperti mengepakkan lengannya.

4. Terlalu Sensitif

Cara mengenali gejala autisme pada balita (4).jpg

Tanda autisme pada balita lainnya adalah terlalu sensitif. Mereka terlalu sensitif terhadap berbagai jenis stimulasi. Si Kecil tidak suka disentuh, gelisah bila mendengar kebisingan, atau sangat sensitif terhadap bau. Ia juga terkadang hanya mau mengenakan pakaian tertentu.

Mengalami gangguan tidur. Banyak anak dengan autisme kesulitan untuk bisa tidur nyenyak dan sering terbangun di malam hari.

Baca Juga: Terapi Lumba-Lumba Untuk Anak Dengan Autisme

Bila Moms melihat ada sebagian dari gejala autisme pada balita itu pada si Kecil, segera kunjungi dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

(AN)

Artikel Terkait