KESEHATAN
5 November 2020

Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

Selaput dara sering dikaitkan dengan keperawanan seorang wanita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis dan disunting oleh
Istihanah

Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

foto: freepik.com

Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

Selaput dara adalah selaput tipis yang membentang di sepanjang vagina. Biasanya berbentuk seperti cincin dengan bukaan kecil. Selaput dara dimiliki oleh setiap wanita.

Jurnal Reproductive Health menjelaskan bahwa selaput dara adalah jaringan membrane kecil yang belum diketahui fungsi biologisnya. Banyak orang menganggap bahwa, selaput dara merupakan ciri dari keperawanan seorang wanita. Namun, pemeriksaan selaput dara bukanlah tes yang akurat terkait aktivitas seksual. Bahkan, saat ini dokter ahli forensik diminta untuk menghindari diagnosa terkait kondisi selaput dara terhadap korban kekerasan seksual.

Saat ini banyak orang yang masih percaya bahwa, selaput dara yang rusak disebabkan oleh aktivitas seksual. Sehingga tidak sedikit orang yang menilai keperawanan seseorang dari masih ada atau tidaknya selaput dara di dalam vagina. Padahal, selaput dara dapat robek tanpa sengaja karena kegiatan fisik, seperti bersepeda, berkuda, senam dan olahraga berat lainnya.

Moms perlu tahu, bahwa selaput dara dapat robek karena adanya aktivitas seperti masturbasi, penggunaan speculum vagina, cedera, penggunaan tampon juga dapat merobek atau meregangkan selaput dara.

Selain itu, Moms juga perlu tahu bahwa, ketika selaput dara sudah rusak, baik secara alami atau operasi tidak dapat tumbuh kembali.

Lalu, bagaimana cara mengetahui selaput dara sudah robek atau belum? Yuk simak.

Baca juga: Apakah Selaput Dara Bisa Rapat Kembali?

Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

foto: freepik.com

Selaput dara yang rusak dapat diketahui melalui beberapa tanda, seperti terdapat luka kecil atau berdarah, terdapat rasa tidak nyaman atau nyeri di sekitar lubang vagina dan terdapat kulit robek sekitar 1 – 2 cm di dalam lubang vagina.

Beberapa wanita tidak memperhatikan hal-hal ini meskipun telah merobek selaput dara. Biasanya selaput dara akan menipis secara alami seiring waktu.

Cara mengetahui selaput dara sudah robek atau belum sebenarnya terbilang cukup mudah. Karena Moms dapat mengetahuinya sendiri tanpa harus berkunjung ke dokter kandungan. Moms hanya memerlukan tiga buah alat untuk memeriksanya, yaitu cermin, kursi dan jari tangan. Berikut cara mengetahui selaput dara sudah robek atau belum.

  1. Cuci tangan sampai bersih
  2. Ambil cermin kecil dan pegang di salah satu tangan
  3. Duduk dan buka kaki Moms
  4. Oleskan pelumas alami ke jari Moms (hal ini perlu dilakukan agar Moms merasa nyaman saat memasukan jari)
  5. Pegang cermin di depan vagina kemudian arahka ke atas agar Moms dapat melihat pembukaannya
  6. Gunakan jari telunjuk atau jari tengah untuk membuka labia (bibir vagina)
  7. Jika Moms melihat ada selaput tipis berbentuk bulan sabit, tandanya selaput dara masih utuh dan belum robek.

Moms perlu ingat, tidak semua orang memiliki bentuk selaput dara yang sama. Namun, saat Moms memasukan jari atau berasakan daging yang tidak beraturan di sekitar dinding vagina tanpa mengalami hambatan, kemungkinan selaput dara tersebut sudah robek.

Ketika Moms melihat bahwa selaput dara sudah robek, tidak perlu khawatir karena itu normal. Namun, saat Moms mengalami ketidaknyamanan atau terjadi pendarajan ringan ketika selaput dara sudah robek, hal tersebut dapat diatasi dengan cara dikompres air dingin.

Selama masih mengalami nyeri, sangat tidak disarankan untuk menggunakan tampon, apalagi melakukan hubungan seks. Kegiatan tersebut dapat dilakukan, jika rasa nyeri yang ada di selaput dara telah hilang.

Baca juga: Mengenal Selaput Dara, Hal yang Sering Jadi Perdebatan

Tidak Semua Wanita Memiliki Selaput Dara

Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

foto: freepik.com

Melansir self.com bentuk dan ukuran selaput dara setiap wanita berbeda. Secara umum selaput dara memiliki bentuk seperti bulan sabit. Saat masih bayi, selaput dara biasanya lebih tebal dan seiring bertambahnya usia akan menipis.

Penting juga untuk diketahui bahwa tidak semua wanita dilahirkan dengan selaput dara. Meskipun peluangnya relatif rendah sekitar 1:1000, tetapi hal itu mungkin saja terjadi. Terlahir tanpa selaput dara tidak akan mempengaruhi Kesehatan seksual dan reproduksi Moms sama sekali.

Selain itu, ada juga wanita yang memiliki selaput elastis dan dapat menutupi sebagian jalan masuk ke vagina atau secara tidak disadari telah merobeknya jauh sebelum hubungan seksual pertama. Moms juga perlu tahu, beberapa wanita memiliki selaput dara yang elastis dan mungkin saja tidak robek atau berdarah saat berhubungan seks pertama.

Baca juga:

Selaput Dara Imperforata

Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

foto: freepik.com

Saat ini masih belum ada penjelasan medis mengenai kegunaan selaput dara secara biologis. Hanya saja Moms perlu mengetahui bahwa secara medis, terdapat lima jenis selaput dara yang pelu Moms ketahui, yaitu normal, cribriform, imperforate, microperforata, dan septate. Seperti dilansir dari teenvogue.com.

Saat Moms mengalami selaput dara imperforate, microperforate, dan septate dapat mengganggu siklus dan aliran dara saat menstruasi dan penggunaan tampon.

Jika Moms hal ini terjadi dokter biasanya akan menyarankan untuk menjalani operasi kecil yang disebut hymenectomy. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat jaringan ekstra dan membuka selaput dara sehingga darah menstruasi dapat mengalir. Tindakan ini dapat dilakukan oleh dokter kandungan.

Kendati demikian, diantara kelima tipe selaput dara menurut medis, jenis imperforte adalah tipe selaput dara yang juga banyak dimiliki wanita selain tipe normal. Selaput dara imperforte adalah selaput dara tanpa bukaan sama sekali.

Journal of Clinical Medicine menjelaskan bahwa selaput dara imperforate adalahkelainan kongenitas saluran genital wanita yang jarang terjadi. Dimana selaput dara menghalangi lubang vagina sepenuhnya.

Selaput dara imperforate sebenarnya sudah sejak Moms lahir, tetapi kebanyakan tidak akan tahu hingga memasuki usia pubertas.

Gejala sering muncul ketika seorang gadis mencapai pubertas, dan mungkin termasuk sakit perut dan bengkak yang bisa berlangsung berhari-hari. Gejala fisik umumnya terjadi karena penumpukan darah menstruasi yang terperangkap di dalam vagina. Darah itu juga bisa tumpah ke rahim dan saluran tuba.

Beberapa gejala yang dirasakan saat seseorang memiliki salapur dara imperforate adalah terlambat menstruasi meskipun sudah memiliki tanda-tanda kedewasaan seperti payudara membesar atau tumbuh rambut di kemaluan.

Gejala lainnya adalah nyeri perut dan panggul setiap bulan, sakit punggung, buang air kecik yang menyakitkan atau tidak dapat buang air kecil sama sekali, masalah perut seperti konstipasi atau susah buang air besar. Beberapa wanita juga dapat merasa begah atau perut kembung.

Menurut BMJ Case Report dalam beberapa kasus, selaput dara imperforate dapat didignosis pada anak perempuan di bawah 10 tahun. Namun, dokter mungkin mencurigai adanya selaput dara imperforate setelah pemeriksaan bayi baru lahir.

Para ahli medis biasanya akan menyarankan USG Vagina atau panggul jika mencurigai terjadinya selaput dara imperforate. Hal itu dapat membantu para ahli untuk memastikan kondisi tersebut.

Baca juga: Merasa Sakit Saat Sedang Berhubungan Seks? Hati-hati Bahaya 5 Penyakit Ini

Moms jangan salah lagi mengartikan selaput dara. Karena sudah dijelaskan bahwa selaput dara dapat robek karena beberapa kegiatan fisik bukan hanya aktivitas seksual. Cara mengetahui selaput dara sudah robek atau belum juga sangat mudah ya Moms.

Artikel Terkait