PERNIKAHAN & SEKS
10 Oktober 2020

Ini Tata Cara Menggugat Cerai Suami ke Pengadilan

Pasangan Muslim mengajukan ke Pengadilan Agama, sementara yang non-Muslim ke Pengadilan Negeri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah Moms bertanya-tanya bagaimana cara menggugat cerai suami? Jika Moms sudah berada di titik tertentu dan berpikir untuk berpisah, bisa jadi pertanyaan tersebut terlintas dalam benak.

Saat memasuki hubungan pernikahan, biasanya tidak pernah terpikirkan akan menceraikan orang yang telah menjadi pasangan hidup. Namun jika keinginan tidak sesuai dengan kenyataan, biasanya perceraian akan menjadi jalan terakhir yang dipilih sebagai solusi mengatasi masalah pernikahan.

Ada beberapa alasan perceraian yang banyak terjadi saat ini, misalnya karena adanya masalah keuangan, kekerasan dalam rumah tangga, merasakan ketidakcocokan dengan pasangan, bahkan adanya orang ketiga dalam pernikahan. Jika sudah begini, penting bagi Moms untuk tahu cara menggugat cerai suami.

Baca Juga: 5 Cara Mempertahankan Pernikahan di Ambang Perceraian

Apa yang Dimaksud dengan Cerai?

Cara Menggugat Cerai Suami -1

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum membahas cara menggugat cerai suami, Moms perlu paham dulu definisi cerai. Seperti akad yang menyatukan suami dan istri, cerai adalah tanda berakhirnya hubungan sebagai suami dan istri bagi seseorang. Siapa pun bisa melakukannya, baik dari pihak suami maupun istri dapat mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan.

Berdasarkan PP No 9/1975 tentang Pelaksanaan UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, Teruntuk pemeluk agama Islam, gugatan dapat diajukan di Pengadilan Agama (PA). Sedangkan bagi pasangan non-muslin gugatan tersebut dapat didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN), dilansir Tirto.

Perceraian juga sebenarnya memiliki landasan hukum karena suda diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Setelah mengumpulkan dokumen, sidang perceraian bisa dilanjutkan apabila kedua belah pihak telah sepakat untuk menandatangani surat perceraian dan melengkapi seluruh syarat yang dibutuhkan di pengadilan nanti, dikutip Cermati

Proses perceraian akan biasanya akan berjalan kondisional, bisa menjadi lama atau sebentar tergantung dari pelaksanaan sidang dan urutan persidangan yang telah terpenuhi.

Ada pasangan yang mengurus sendiri segala persyaratan dan cara menggugat cerai suami, namun ada juga yang mempercayakannya kepada pengacara untuk mengurus hal tersebut.

Menurut Dani Hamdani, Kepala KUA Takokak Cianjur, suami bisa digugat cerai oleh istri saat tidak memenuhi setidak-tidaknya empat kewajibannya.

“Alasan ini bisa dipakai jika suami telah melakukan salah satunya atau semuanya, yakni; mengucapkan shigat takhlik atau menggantungkan talak, meninggalkan dua tahun atau lebih, tiga bulan tidak memberi nafkah, dan enam bulan tidak melakukan hubungan suami istri,” jelasnya.

Baca Juga: 4 Cara Memberi Tahu Anak Kalau Orang Tua Akan Bercerai

Dokumen dan Cara Menggugat Cerai Suami

Cara Menggugat Cerai Suami -2

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum masuk ke cara menggugat cerai suami, dibutuhkan beberapa dokumen pendukungnya. Dikutip situs Pengadilan Agama Slawi, ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan dalam pengajuan gugatan sebagai syarat proses gugatan, yakni:

  • Penggugat harus melengkapi formulir, dan membawa surat gugatan atau permohonan: bisa berupa blangko gugatan atau blangko permohonan,
  • Membawa surat nikah asli,
  • Fotokopi surat nikah sebanyak 2 (dua) lembar yang telah diberi materai dan dilegalisir,
  • Jika telah memiliki anak, harus membawa fotokopi akta kelahiran anak yang sudah diberi materai dan legalisir,
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP),
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK),
  • Jika gugatan cerai disertai dengan gugatan harta bersama, dokumen perlu dilampiri dengan beberapa bukti kepemilikan, seperti sertifikat tanah, BPKB, STNK, atau kuitansi jual beli.
  • Surat Ijin Atasan bagi pemohon yang berada sebagai anggota PNS/TNI/POLRI/BUMN,
  • Untuk suami atau istri yang tidak jelas alamatnya, harus melampirkan surat keterangan dari kelurahan setempat yang menyatakan bahwa suami atau istri telah pergi meninggalkan rumah dengan data bulan dan tahun yang jelas dan tidak diketahui alamatnya yang jelas.

Cara Menggugat Cerai Suami

Cara Menggugat Cerai Suami -3

Foto: Orami Photo Stock

Suami atau istri bisa melakukan pengajuan gugatan cerai. Orang yang mengajukan gugatan disebut sebagai penggugat dan yang digugat disebut sebagai tergugat. Gugatan tersebut dapat didaftarkan di pengadilan agama maupun pengadilan negeri.

Syarat dan tahapan mengajukan gugatan perceraian yang lebih lengkap biasanya tersedia di website masing-masing pengadilan sesuai dengan tempat tinggal.

Apabila penggugat merupakan pihak istri, gugatan harus diajukan di pengadilan di wilayah tempat tinggal tergugat. “Ketika salah satu atau keempat kewajiban tersebut tidak dipenuhi oleh suami, istri bisa datang ke KUA atau konsultasi dengan BP4. Sidang pertama biasanya mediasi karena diharapkan bisa damai,” jelas Dani.

Dia menambahkan, kalau tetap tidak bisa rujuk, BP4 akan membuat rujukan gugat cerai ke PA. “Nanti penggugat membawa beberapa dokumen seperti membawa buku nikah dan rujukan untuk mendaftarkan gugatan ke PA. Nanti, PA akan membuat BAP untuk jadi bahan persidangan,” tambahnya.

Setelah menyelesaikan seluruh proses seperti pendaftaran gugatan perceraian, penggugat atau pemohon tinggal menunggu panggilan sidang dari Pengadilan Agama.

Pemanggilan oleh juru sita atau juru sita pengganti kepada pihak penggugat atau pemohon dan tergugat atau termohon dilakukan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum sidang sudah sampai kepada yang bersangkutan.

Surat pemanggilan tersebut akan langsung disampaikan ke alamat penggugat atau pemohon dan tergugat atau termohon, seperti yang tersebut dalam surat gugatan atau permohonan.

Jika pada saat dipanggil para pihak tidak ditemukan di alamatnya, maka panggilan disampaikan melalui Kepala Desa atau Lurah dimana penggugat atau tergugat tinggal.

Berikut ini cara menggugat cerai suami yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: 4 Dampak Perceraian Pada Anak, Salah Satunya Gangguan Mental

1. Membuat Surat Gugatan

Cara menggugat cerai suami yang selanjutnya adalah membuat surat gugatan. Setelah tiba di pengadilan, penggutan dapat langsung membuat surat gugatan yang dilengkapi dengan alasan menggugat yang dapat diterima oleh hakim, misalnya salah satu pihak melakukan perbuatan zina, atau menjadi penjudi, atau menjadi pemabuk, pemadat, atau hal lainnya yang sukar untuk disembuhkan.

Atau salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama dua tahun berturut-turut tanpa izin yang jelas atau alasan yang sah, atau bisa juga karena adanya hal lain di luar kemampuannya. Alasan-alasan ini akan memperkuat penggugat saat berada di persidangan.

“Ini semacam aduan sebagai cara istri untuk menggugat suami. Ini akan dibahas dalam persidangan. Jika memenuhin syarat, hakim pengadilan akan mengabulkan cerai,” jelasnya.

Cara membuat surat untuk menggugat cerai suami atau istri ada beberapa cara. Jika menggunakan kuasa hukum atau pengacara, Anda dapat meminta mereka untuk membuat surat gugatan atas nama Anda.

Jika Anda penyandang tuna netra, buta huruf atau tidak dapat baca tulis, maka Anda dapat mengajukan gugatan secara lisan di hadapan Ketua Kemudian surat gugatan ini didaftarkan ke Pejabat Kepaniteraan Pengadilan.

Berikut ini isi surat gugatan cerai:

  • Identitas para pihak (istri dan suami), yang terdiri dari: nama lengkap (beserta gelar dan bin/binti), umur, pekerjaan, tempat tinggal.
  • Dasar atau alasan gugatan, ini berisi keterangan berupa urutan kejadian sejak mulai perkawinan dilangsungkan, peristiwa hukum yang ada misalnya lahirnya anak, hingga munculnya ketidakcocokan antara suami dan istri yang mendorong terjadinya perceraian, dengan alasan-alasan yang diajukan dan uraiannya yang kemudian menjadi dasar tuntutan.
  • Contoh alasan menggugat: Salah satu pihak mendapat hukuman penjara lima tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung atau salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain, atau salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/istri, dan juga antara suami dan istri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.
  • Tuntutan atau permintaan hukum (petitum), yaitu tuntutan yang diminta oleh penggugat agar dikabulkan oleh hakim. Seperti: menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya, menyatakan perkawinan antara Penggugat dan tergugat putus karena perceraian, menghukum Tergugat untuk membayar nafkah iddah kepada Penggugat selama tiga bulan, menetapkan hak pemeliharaan anak diberikan kepada Penggugat, menetapkan bahwa harta bersama yang diperoleh selama perkawinan (gonogini), atau menghukum Penggugat membayar biaya perkara.

2. Menyiapkan Biaya Perceraian

Cara menggugat cerai suami yang selanjutnya adalah menyiapkan biaya perceraian. Sebenarnya, biaya perceraian di tiap pengadilan dan tiap pasangan akan berbeda-beda bergantung dengan kebijakan pengadilan setempat.

Biaya panggilan yang menjadi bagian dari perceraian juga tergantung kepada radius jarak tempat tinggal penggugat dan tergugat dengan pengadilan.

Penggugat setidaknya harus menyiapkan biaya untuk membayar beberapa hal terkait perceraian, seperti biaya pendaftaran perkara, materai, administrasi, redaksi, dan biaya panggilan untuk penggugat dua kali dan untuk tergugat tiga kali.

Baca Juga: Perceraian Bukanlah Akhir dari Segalanya, Setidaknya Moms Terlepas dari 3 Hal Ini

3. Mempelajari Tata Cara dan Proses Persidangan

Cara menggugat cerai suami yang selanjutnya adalah memelajari tata cara dan proses persidangan. Baik untuk penggugat maupun tergugat harus selalu mengikuti seluruh instruksi yang diberikan oleh pengadilan. Pada pemeriksaan sidang pertama, hakim akan berusaha mendamaikan kedua belah pihak. Pada saat itu pihak suami istri harus datang dalam sidang.

Apabila hal tersebut tidak berhasil, maka hakim mewajibkan kepada kedua belah pihak agar lebih dahulu menempuh mediasi sebagai tahap awal. Jika mediasi tidak berhasil, maka pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan membacakan surat permohonan, jawaban, tanya, pembuktian dan pembacaan kesimpulan.

Setelah itu, pengadilan akan memutuskan apakah akan menerima atau menolak permohonan perceraian dari penggugat setelah melihat beberapa kelengkapan tersebut.

4. Menyiapkan Saksi

Cara menggugat cerai suami selanjutnya adalah menyiapkan saksi. Sebab, keberadaan saksi nantinya akan memperkuat argument dari penggugat. Biasanya, hakim akan meminta penggugat membawa saksi untuk membuktikan alasan-alasan perceraian yang telah diberikan pada hakim sebelumnya.

Saksi akan diminta hadir untuk memperkuat alasan terggugat. Oleh karena itu, saksi sudah seharusnya disiapkan sejak awal proses perceraian. Saksi bisa satu atau beberapa orang, yang akan diminta keterangannya untuk menguatkan alasan penggugat saat sidang.

Keakuratan keterangan saksi bisa dilengkapi dengan beberapa cara, misalnya CCTV, foto, video, atau pesan teks sebagai bukti, dan lain sebagainya.

“Dalam persidangan akan dilihat sejauh mana argumen dari yang tergugat dan yang digugat. Itu akan menjadi landasan bagi hakim untuk memberikan vonis,” kata dia.

5. Vonis

Cara menggugat cerai suami yang selanjutnya adalah memahami vonis. Menurut Dani, biasanya akan dilakukan tiga kali panggilan kepada tergugat. Jika tergugat atau suami tidak datang setelah tiga kali panggilan persidangan, maka pengadilan yang akan menjatuhkan talak yang dianggap sebagai first take.

“Diberlakukan waktu sebulan setelah first take untuk melihat apakah ada banding dari tergugat. Jika tidak ada, maka inkrah berlaku dari status talak yang tadi, tetapi masa iddah berlaku dari pertama kali vonis pengadilan,” jelas dia.

Vonis akan diberikan sesuai kebutuhan sidang. Biasanya akan dikeluarkan pada sidang ketiga dengan mempertimbangkan alasan, keterangan saksi, dan bahan pendukung lainnya. Setelah vonis keluar, maka status mantan suami atau istri telah sah di mata negara.

Baca Juga: Sering Tidak Disadari, Inilah 4 Dampak Perceraian Pada Pendidikan Anak

Itulah informasi tentang cara menggugat cerai suami. Saat mengikuti tahapan cara menggugat cerai suami, semoga dengan status baru yang didapatkan setelah persidangan adalah sesuatu yang terbaik bagi semua pihak.

Artikel Terkait