NEWBORN
14 Februari 2020

4 Cara Menghindari Kepala Bayi Peyang

Kepala bayi yang baru lahir mudah berubah dan menyebabkan bentuk kepala bayi menjadi peyang
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Orami

Bayi dilahirkan dengan kepala lunak untuk memungkinkan pertumbuhan otak yang luar biasa terjadi pada tahun pertama kehidupan.

Moms pasti menyadari ketika Si Kecil melewati jalan lahir maka kepalanya terlihat runcing atau terlalu panjang.

Moms pun melihat dua area lunak di bagian atas kepala bayi, di mana tulang tengkorak belum tumbuh sempurna.

Dilansir dari Mayo Clinic, bintik-bintik ini, disebut fontanel, memungkinkan kepala bayi yang relatif besar bergerak melalui jalan lahir yang sempit

Baca Juga: Sakit Perut Bagian Bawah, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Akibatnya, karena tengkorak bayi yang mudah berubah, maka kecenderungan untuk mengistirahatkan kepala dalam posisi sama dengan intensitas lama menyebabkan kepala yang tidak rata atau peyang bahkan dikenal juga dengan istilah Flat Head Syndrome.

Mencegah Kepala Bayi Peyang

Guna menghindari hal tersebut, Moms bisa mencoba beberapa tips berikut untuk mencegah kepala bayi peyang:

1. Tummy Time

3 Tummy Time.jpg

Dilansir dari Kids Health, tummy time mampu mencegah kepala bayi peyang.

Ketika mereka tidak telentang, bayi akan terlibat dengan terapi fisik mereka sendiri, dan melatih tubuh yang sedang tumbuh.

“Usahakan selama 30 hingga 60 menit waktu perut yang diawasi setiap hari, dipecah menjadi beberapa bagian. Waktu terbaik untuk memulai adalah mengikuti kunjungan pertama anak ke kantor dokter anak. Pada usia 4 hingga 6 bulan, bayi Anda akan berguling dan melakukan sendiri waktu perutnya,” ujar Kepala Divisi di Seattle Children Hospital, Michael L. Cunningham.

Baca Juga: 5 Sayur Terbaik untuk MPASI Pertama Bayi

2. Rajin Mengubah Letak Kepala

bayi kejang saat tidur

Moms, boleh menempatkan buah hati dengan posisi telentang untuk tidur. Tetapi, ada baiknya juga berganti arah untuk kepala bayi. Entah ke arah kanan atau kiri.

Moms juga bisa menggendong bayi dengan tangan setiap menyusui sebagai bentuk pencegahan kepala bayi peyang.

Jika ia kembali ke posisi semula saat tidur, maka sesuaikan kembali posisinya di lain waktu.

3. Hindari Posisi Bayi yang Terbatas

Balita Muntah di Car Seat Bersihkan Dengan 7 Trik Mudah Ini 4.jpg

Car seat, stroller, serta peralatan portable tidur lainnya memang merupakan cara terbaik agar buah hati tetap tenang saat tidur. Terutama bila Moms menjalani hari yang sibuk.

Namun, posisi terbatas tempat duduk ini merupakan penyebab utama kepala bayi peyang.

Menurut asisten profesor di Kansas University Medical Center, Rupal C Gupta, MD, ada baiknya Moms memilih opsi menggendong Si Kecil dalam gendongan atau menggunakan lengan.

Kemudian pilih kereta dorong bayi yang memiliki banyak fitur posisi duduk hingga tidur sehingga bisa mencegah kepala bayi peyang.

Baca Juga: 3 Tips Mengatasi Berkurangnya Nafsu Makan Bayi Saat Sakit

4. Variasi Cara Menggendong

Moms, Ini Lho XX Manfaat yang Didapatkan Si Kecil Jika Sering Digendong 4.jpg

Variasikan cara menggendong bayi mulai dari posisi bayi tegak, didekap, ataupun dengan posisi miring. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penekanan pada kepala bagian belakangnya.

Tapi, Moms tidak perlu khawatir bila Si Kecil sudah mulai berguling, merangkak, dan bergerak, karena ia tidak lagi terbatas pada posisi yang Moms letakkan.

Tentunya, ia akan memalingkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain saat tidur, dan mungkin lebih banyak waktu untuk tummy time.

Baca Juga: Menular Pada Anak di Bawah 10 Tahun, Ini 4 Gejala Flu Singapura

Dengan melakukan tips-tips ini dalam enam bulan pertama, Moms dapat membantu kepalanya bebentuk secara alami dan mengurangi kepala bayi peyang.

Artikel Terkait