BALITA DAN ANAK
24 Juni 2020

Lakukan 4 Cara Ini untuk Menghindari Tantrum pada Anak

Tantrum bisa menjadi hal yang membuat orang tua frustrasi. Sebelum terjadi, cari tau cara menghindarinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tantrum pada anak memiliki berbagai bentuk. Mulai dari merengek dan menangis sampai berteriak, menendang, memukul, bahkan menahan nafas.

Hal ini umum terjadi pada anak-anak usia 1-3 tahun. Dikutip dari situs resmi Kids Health, beberapa anak mungkin sering mengalami tantrum, dan beberapa lainnya jarang.

Tantrum sendiri adalah hal normal yang merupakan bagian dari perkembangan anak. Itu adalah cara anak menunjukkan bahwa mereka kesal dan frustrasi.

“Tantrum biasanya banyak terjadi di usia dua tahun ketika kemampuan berbicaranya mulai berkembang. Seringkali, tantrum terjadi ketika anak merasa sakit, lapar, atau tidak nyaman. Mereka bisa mengalaminya karena mereka tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan dan tidak dapat menyampaikan yang mereka inginkan, rasakan, atau butuhkan,” ujar Lauren M. O’Donnell, PsyD, seorang Psikolog Klinis di Kennedy Krieger Institute.

Cara Menghindari Tantrum Anak yang Bisa Moms Terapkan

Akan tetapi keadaan ini bukan tidak bisa dihindari lho, Moms! Moms bisa melakukan 4 langkah ini sebagai cara menghindari tantrum anak.

1. Beri Perhatian dan Kebebasan Si Kecil untuk Mengontrol Hal Kecil

4 Cara Hindari Si Kecil Tantrum

Foto: huffingtonpost.com

Moms bisa mulai dengan membiasakan diri untuk mengapresiasi ketika Si Kecil melakukan hal yang baik. Beri pujian dan perhatian untuk sikap baiknya. Lalu beri juga kebebasan padanya untuk memilih hal-hal yang kecil.

Misalnya dimulai dengan memilih jus apa yang mau diminum saat waktu snack sore. Cara memberi pertanyaan pun harus disiasati agar bisa membuat Si Kecil mau tidak mau harus memilih.

Contohnya, daripada bertanya “mau sikat gigi sekarang?” ubah pertanyaan menjadi “enaknya, gosok gigi sebelum atau setelah mandi ya?” Dengan begini, Si Kecil mau tidak mau akan lebih memilih salah satu ketimbang menjawab ya atau tidak.

Baca Juga: Tips Menghadapi Anak Tantrum Tanpa Bantuan Gadget

2. Jauhkan Benda Berbahaya dan Alihkan Perhatian Si Kecil

4 Cara Hindari Si Kecil Tantrum

Foto: timeincuk.net

Cara yang satu ini akan membantu Moms bisa sedikit lebih santai dalam menghindari tantrum anak. Dengan cara ini, Si Kecil tidak akan menginginkan benda berbahaya karena tidak melihatnya. Tentu tidak selalu memungkinkan bisa melakukannya, terutama saat berada di luar rumah.

Dalam kondisi seperti itu, Moms perlu kreatif mengalihkan perhatian Si Kecil. Misalnya saat berada di supermarket dan Si Kecil mulai merengek menginginkan permen atau cokelat yang tidak diperbolehkan.

Moms bisa mengalihkannya sebelum Si Kecil semakin tantrum dengan menawarkan susu cokelat sebagai gantinya.

3. Pertimbangkan Kemauan Si Kecil

4 Cara Hindari Si Kecil Tantrum

Foto: https://indianlifestylez.com

Ketika Si Kecil menginginkan sesuatu, ada baiknya tidak langsung dilarang atau ditolak karena ini akan memicu tantrum pada Si Kecil. Moms harus bisa memutuskan dengan cepat apakah Moms akan memberikannya atau tidak.

Akan tetapi, semua risiko harus diperhitungkan saat Moms membuat keputusan. Jika menolak keinginan Si Kecil pun, Moms harus memiliki alasan yang kuat dan bisa diterima oleh pemikiran Si Kecil yang sederhana.

Baca Juga: 4 Cara Jitu dan Sederhana Menghadapi Anak Tantrum, Yuk Ikuti!

4. Bantu Si Kecil Menguasai Keterampilan Baru dan Kenali Batasnya

4 Cara Hindari Si Kecil Tantrum

Foto: https://nieer.files.wordpress.com/

Keterampilan baru bisa menjadi cara lain untuk mengalihkan perhatian Si Kecil dan sebagai salah satu cara menghindari tantrum anak. Bantu Si Kecil untuk mengerjakan sesuatu. Jangan lupa untuk memberi pujian dan ekspresikan betapa bangganya Moms ketika Si Kecil sudah menguasai keterampilan tersebut.

Moms bisa memulainya dengan keterampilan yang sederhana dan sedikit demi sedikit tingkatkan tantangannya. Akan tetapi, Moms juga harus kenali kapan Si Kecil lelah dan tidak mau melakukan apapun sehingga emosinya bisa dikendalikan.

Pada intinya, karena merupakan hal normal, tantrum tidak akan terjadi untuk menyebabkan kekhawatiran yang berlebihan.

Fase tantrum pun akan berlalu dengan sendirinya seiring dengan berkembangnya kemampuan Si Kecil dalam menguasai dirinya. Yang penting sebagai orang tua, belajar untuk bisa bekerja sama dan berkomunikasi agar dapat menghadapi frustrasi yang dialami Si Kecil.

Baca Juga: Patut Disimak dan Diikuti, Ini 3 Cara Mengatasi Tantrum pada Anak Autis

Semakin sedikit frustrasi yang dirasakan si kecil, akan semakin sedikit kemungkinan terjadinya tantrum dan Moms akan lebih tenang.

Artikel Terkait