3-5 TAHUN
26 Maret 2020

Cara Mengurangi Risiko Obesitas pada Balita

Lakukan langkah-langkah untuk mengurangi risiko obesitas balita berikut agar si Kecil tetap sehat hingga kelak ia dewasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Tahukah Moms? Studi memperlihatkan obesitas pada anak dapat mengganggu jadwal makan, menonton tayangan, dan waktu tidur rutin Si Kecil. Maka itu, yuk, cari tahu cara mengurangi risiko obesitas balita.

Anak yang berbadan besar kerap dianggap menggemaskan. Tetapi, orang tua perlu waspada. Anak berbadan besar, gemuk, atau obesitas, ternyata bisa jadi berisiko terhadap sejumlah masalah kesehatan!

Risiko Obesitas Balita yang Berbahaya

111115_lb_obese-kids_free.jpg

Foto: sciencenews.com

Dikutip dari situs web Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), obesitas pada anak bisa dimulai sejak Si Kecil masih balita. Obesitas pada anak tidak hanya dapat menyebabkan Si Kecil menjadi rentan terkena penyakit kardiovaskular maupun penyakit lain.

Tak sedikit anak obesitas yang kemudian menjadi minder karena sering diejek, mulai dari bentuk tubuhnya, bau badannya, hingga karena ia tidak gesit bergerak.

Semoga semua dampak negatif itu dapat mendorong orang tua agar segera mengurangi risiko obesitas balita.

Baca Juga: Moms, Obesitas Anak Ternyata Picu Bulimia saat Dewasa Lho

Berkaitan dengan Rutinitas Anak

make_eating_healthy_affair.jpg

Foto: eatsmart.com

Studi memperlihatkan, rutinitas anak ternyata berkaitan dengan besar atau kecilnya risiko mereka terkena obesitas.

Dikutip dari situs web Parents, suatu studi yang diterbitkan di International Journal of Obesity menemukan bahwa rutinitas yang baik pada masa prasekolah akan berpengaruh positif terhadap kualitas kesehatan anak hingga usia ia remaja.

Contoh rutinitas yang baik yang bisa mengurangi risiko obesitas balita misalnya, anak memiliki jadwal tidur yang teratur, waktu bermain gawai yang terbatas, dan waktu bermain di luar (beraktivitas fisik) yang cukup.

Cara Mengurangi Obesitas pada Balita

pictures-toddlers-playing-174147-7568842.jpg

Foto: makingtheweb.com

Agar Si Kecil dapat bertumbuh dan berkembang dengan sehat, orang tua perlu memahami cara mengurangi risiko obesitas balita.

  1. Mempraktikkan pola makan bergizi seimbang di rumah. Mulai dari si Kecil hingga Moms dan Dads sama-sama mengonsumsi makanan sehat.
  2. Menyediakan camilan yang bergizi dan tidak tinggi kalori, seperti buah-buahan segar.
  3. Mendorong anak untuk bermain di luar ruangan agar ia banyak bergerak atau melakukan aktivitas fisik.
  4. Buat jadwal anak menonton atau menggunakan gawai atau menonton televisi agar anak tahu bahwa ia tidak bisa melakukan aktivitas itu terus-terusan walaupun ia sangat menyukainya.
  5. Mengajak anak untuk berolahraga bersama; misalnya jalan pagi, bersepeda bersama, atau berlari di taman kota atau saat car free day.
  6. Beri pujian kepada anak saat ia banyak melahap buah atau sayuran.
  7. Ingatkan anak untuk tidak banyak jajan karena selain berisiko membuat ia sakit, jajanan tinggi kalori atau tinggi gula dapat membuatnya berisiko terhadap obesitas.

Baca Juga: Minum ASI Saat Bayi Bisa Mencegah Obesitas Saat Anak Besar? Ini Penjelasannya

Peluang Obesitas Ketika Dewasa

kidseatinginkindergarten_403054.jpg

Foto: fanilyeducation.com

Dikutip dari laporan What Can We do to Prevent Childhood Obesity oleh Julie Lumeng dari Center for Human Growth and Development University of Michigan, anak balita berusia 3 tahun yang obesitas mempunyai peluang 8 kali lebih besar untuk obesitas saat ia berusia antara remaja dan dewasa muda, dibandingkan anak sebayanya yang tidak obesitas.

Nah, Moms dan Dads, hindari risiko anak menjadi kegemukan dan segera lakukan langkah-langkah mengurangi risiko obesitas balita sejak sekarang!

Baca Juga: Obesitas pada Anak, Ini 3 Miskonsepsi Paling Umum

Artikel Terkait