NEWBORN
6 September 2017

Cara Meningkatkan Daya Ingat Bayi

Ada banyak hal yang dapat Mama lakukan sebagai cara memperkuat daya ingat bayi saat usianya 0-12 bulan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh fitria.rahmadianti
Disunting oleh fitria.rahmadianti

Daya ingat bayi akan mulai meningkat sejak baru lahir. Ada begitu banyak hal yang dapat Mama lakukan sebagai cara memperkuat daya ingat bayi saat usianya 0-12 bulan. Yuk, simak dalam pembahasan di bawah ini!

Ajarkan Kebiasaan (0-3 Bulan)

Bantu tingkatkan daya ingat bayi dengan mengajarkan kebiasaan. Salah satunya adalah kebiasaan bermain. Saat bayi bermain menggunakan mainan yang sama pada jam yang sama di setiap harinya, perlahan-lahan bayi akan mengingat kebiasaan tersebut dalam waktu lama. Hal ini akan berbeda jika jam bermain, permainan, atau hal-hal kecil lain dalam aktivitas bermainnya selalu Mama ubah. Sebab, perubahan yang Mama lakukan justru hanya akan menghambat kemampuan bayi untuk mengingatnya. Dalam usia ini, bayi hanya meningkatkan ingatan jangka pendeknya.

Mengajarkan Keterampilan Baru (0-3 Bulan)

Mengajarkan keterampilan baru secara singkat di sela-sela aktivitas bermainnya juga berguna membantu meningkatkan daya ingat bayi. Ajarkan keterampilan tersebut sebentar saja, namun terus Mama ulangi setidaknya selama seminggu. Contohnya seperti meminta bayi untuk dapat menyebutkan mainan yang sedang dipegangnya, lalu setelah 5 menit hentikan. Lakukan hal yang sama keesokan harinya.

Menyebutkan Nama (4-6 Bulan)

Panggil bayi dengan namanya sesering mungkin. Bayi yang berusia 4 bulan sudah mampu mengenali dengan jelas suara-suara di sekitarnya. Panggil bayi berulang kali saat bermain-main dengan bayi maupun saat Mama mengajak bayi berbicara. Meskipun terdengar sepele, ini akan membantu meningkatkan daya ingat bayi akan namanya sendiri. Bayi bahkan perlahan-lahan akan mulai terlihat merespon ketika namanya dipanggil. Selain itu, perkenalkan bahwa si kecil harus memanggil Mama dengan panggilan seperti ‘Mama’, ‘Ibu’, ‘Mami’, ‘Bunda’ atau apapun itu.

Ajak Bayi Berbicara (4-6 Bulan)

Biasanya cara meningkatkan daya ingat bayi ini juga diterapkan ketika mengajari bayi berbicara. Mama cukup mengajak bayi berbincang-bincang sesering mungkin. Perlahan-lahan bayi terus menanamkan kata-kata Mama dalam ingatannya. Usahakan untuk mempraktekkan apa yang Mama katakan, seperti misalnya “makan” sambil menyuapkan MPASI kepada bayi, “tidur” saat Mama berbaring di samping bayi yang sedang bermain-main di tempat tidur, dan berbagai kata lainnya yang mudah untuk diingat oleh bayi.

Tanggapi Ocehan Bayi (7-9 Bulan)

Di usia 7-9 bulan, bayi memasuki usia mengoceh yang mendekati kemampuan berbicara di usia 10-12 bulan (umumnya). Meskipun Mama sendiri sebenarnya tidak memahami apa yang sedang bayi katakan melalui ocehannya, usahakan untuk menanggapi ocehan tersebut dengan jawaban-jawaban singkat. Biasanya, bayi akan berhenti mengoceh sejenak saat Mama sedang membalas ocehannya. Tentunya lama kelamaan ini akan melekat di ingatan si kecil bahwa saat ada orang lain berbicara maka dia harus diam. Termasuk juga merekam semua kata-kata yang Mama sampaikan sebagai jawaban.

Di usia 7-9 bulan ini, bayi juga dapat diperkenalkan dengan kegiatan rutin seperti tertawa saat Mama sedang melucu dan sebagainya. Tertawa juga membantu si kecil menjadi lebih cerdas, lho, Ma.

Meskipun Mama ingin menerapkan aktivitas-aktivitas rutin sebagai cara meningkatkan daya ingat bayi, pastikan bahwa si kecil juga mendapatkan istirahat yang cukup. Sebab, otak, baik bayi, anak-anak, maupun dewasa juga membutuhkan waktu istirahat agar mampu bekerja dengan baik.

Kenalkan Mainan Baru, Objek, dan Mengucap Kata-kata (10-12 Bulan)

Jika sebelumnya Mama perlu memperkenalkan mainan yang sama di waktu bermain rutin bayi, maka pada usia 10-12 bulan Mama sudah bisa memperkenalkan satu per satu mainan baru di jam bermain rutinnya. Tetap dampingi si kecil selama bermain, namun biarkan ia bereksplorasi dengan mainannya sendiri seperti mengelompokkan jenis, warna, dan lain sebagainya.

Selain itu, di usia ini si kecil juga sudah bisa mulai diajari mengenali objek yang ada di sekitarnya. Biarkan dia mengingatnya sendiri secara perlahan-lahan, mulai dari ukuran, bentuk, warna, maupun tekstur dari objek tersebut. Biasanya bayi akan cepat mengingat objek tersebut jika berkaitan dengan mainan favoritnya.

Selain itu, mulailah ajarkan mengucap kata-kata. Silahkan Mama mulai dari kata yang paling mudah untuk diingat maupun diucapkan seperti, ‘Mama’, ‘Papa’, ‘Dada’, dan lain sebagainya. Dengan begitu kosakata yang diingat si kecil akan terus bertambah.

(RGW)

Artikel Terkait