2-3 TAHUN
23 September 2020

Ini Cara Menurunkan Panas Anak dengan Bawang Merah, Catat!

Ternyata bawang merah yang sering Moms gunakan untuk memasak juga bisa menjadi obat untuk menurunkan panas pada anak, lho.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Anak mendadak panas? Sebagian besar orang tua pasti cukup panik akan hal ini. Kebanyakan orang tua pun pasti selalu siaga dan menyimpan obat penurun panas untuk anak di rumah. Namun, bagaimana jika obat tersebut habis? Bisakah bahan-bahan herbal di rumah bisa jadi penyelamat?

Salah satu bahan alami yang diyakini bisa mengatasi panas anak adalah bawang merah. Lantas, bagaimana cara menurunkan panas anak dengan bawang merah? Dan apakah cara ini terbukti secara ilmiah mampu meredakan panas anak dengan aman? Mari simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: 5 Buah yang Bisa Menurunkan Panas Saat Anak Demam

Cara Menurunkan Panas Anak dengan Bawang Merah

cara menurunkan panas anak dengan bawang merah

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms sedang kehabisan obat penurun demam dan ingin membantu menurunkan panas anak dengan bawang merah, maka Moms bisa mengikuti cara menurunkan panas anak dengan bawang merah sederhana sebagai berikut:

1. Mencampur Bawang Merah dengan Minyak

Cara menurunkan panas anak dengan bawang merah yang pertama adalah mencampurnya dengan minyak. Bawang merah bisa dijadikan obat penurun panas anak dengan cara menyampurnya dengan minyak, bisa minyak telon atau minyak kayu putih.

Pertama-tama, siapkan 2 hingga 3 buah bawang merah, setelah itu kupas kulitnya. Kemudian iris bawang merah dan jangan sampai terlalu halus. Jika sudah selesai diiris, segera campurkan bawang merah ke dalam minyak.

Pastikan untuk menuangkan minyak sedikit saja. Pasalnya minyak tersebut hanya dibutuhkan untuk memudahkan bawang merah untuk dioleskan.

2. Mengoleskan Langsung ke Badan Anak

Cara menurunkan panas anak dengan bawang merah yang selanjutnya adalah mengoleskan langsung ke badang anak. Moms juga bisa mengoleskan langsung bawang merah ke beberapa bagian tubuh anak. Namun, berbeda dengan cara sebelumnya, saat hendak mengoleskan langsung, bawang merah tak perlu diiris halus.

Ia hanya perlu dibelah menjadi dua bagian dan kemudian dioelskan ke tubuh anak. Cara ini bisa dipilih jika anak terganggu dengan efek minyak telon atau minyak kayu putih yang terlalu panas saat dioleskan ke tubuh.

Moms bisa membalurkannya ke beberapa area, seperti ubun-ubun, perut, punggung, dada, telapak kaki, dan lipatan lengan. Supaya lebih mudah untuk mengoleskannya, Moms bisa meminta anak melepaskan terlebih dahulu pakaiannya.

Setelah itu, biarkan ia berbaring dengan nyaman sambil dioleskan bawang merah. Pastikan Moms mengoleskan minyak dengan cara memijat tubuh anak supaya anak merasa nyaman.

3. Mengoleskan Bawang atau Minyak Bawang Saat Anak Tidur

Cara menurunkan panas anak dengan bawang merah yang selanjutnya adalah mengoleskannya saat anak tidur. Jika Moms ingin mengoleskan minyak bawang atau bawang langsung, maka sebaiknya oleskan saat anak tidur. Dengan begini, anak akan lebih merasa nyaman dan tidak terganggu dengan aroma menyengat bawang merah.

Namun, meskipun bawang merah terbukti ampuh menurunkan panas pada anak, sebaiknya Moms tetap perlu mendiskusikan hal ini dengan dokter.

Selain untuk menjamin keamanannya, ini juga untuk mencegah panas anak semakin tinggi. Apalagi bawang merah bisa saja membuat kulit anak teriritasi, jadi sebaiknya disksuikan dahulu dengan dokter jika hendak mengoleskan bawang merah ke kulit anak.

Baca Juga: Cara Alami Menurunkan Panas Anak

Alasan Bawang Merah Bisa Atasi Panas Anak

Cara Mengolah Bawang Merah untuk Meredakan Panas Anak

Foto: Orami Photo Stock

Bawang merah adalah jenis bawang yang ukurannya paling kecil di antara bawang bombay dan bawang putih. Bawang merah adalah salah satu bumbu dapur yang cukup kazim digunakan pada masakan Indonesia. Meski bentuknya kecil, namun Moms tetap saja bisa meneteskan air mata saat berusaha memotongnya.

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) termasuk dalam keluarga Allium, bersama dengan daun bawang, kucai, bawang putih, dan varietas bawang merah lainnya.

Dikutip dari penelitian yang dipublikasikan U.S. National Library of Medicine, kemampuan bawang merah meredakan panas pada anak karena ia mengandung organosulfur, yang umumnya berada pada keluarga Allium. Senyawa ini pun dikenal memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus.

Jadi, demam yang terjadi akibat bakteri, virus, dan jamur, bisa mereda jika anak diberi bawang merah. Organosulfur dalam bawang-bawangan juga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, seperti mengobati pilek, demam, batuk, serta flu.

Dalam studi yang dilaksanakan selama 4 minggu pada 16 orang dewasa dengan alergi musiman, mereka diberikan 200 mcg/mL ekstrak bawang merah setiap hari. Hasilnya, sebanyak 62,5 persen peserta mengalami perbaikan gejala.

Sebuah studi lainnya yang dilakukan pada 60 orang juga menemukan bahwa mengoleskan larutan ekstrak bawang merah dengan kadar 0,5 persen setiap jam ke secara signifikan dapat mengurangi durasi ketidaknyamanan pada tenggorokan.

Selain itu, bawang merah juga merupakan bahan alami yang memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Dalam bawang merah terdapat nutrisi mulai dari serat, kalsium, magnesium, zat besi, fosfor, kalsium, zinc, dan folat. Seluruh nutrisi ini kemudian akan membantu meningkatkan imun tubuh anak.

Baca Juga: Tips Menenangkan Tantrum saat Anak Demam

Manfaat Lain Bawang Merah untuk Kesehatan

manfaat bawang merah untuk kesehatan

Foto: Orami Photo Stock

Tak hanya meringankan demam, senyawa organosulfur dan antioksidan dalam bawang merah juga ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan lain secara keseluruhan. Manfaat bawang merah untuk kesehatan yang perlu Moms ketahui antara lain:

1. Tinggi Antioksidan

Antioksidan adalah senyawa yang membantu melindungi sel tubuh agar tidak rusak oleh zat yang disebut radikal bebas. Terlalu banyak radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan peradangan, serta kondisi kronis seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes

Bawang merah kaya akan senyawa dengan aktivitas antioksidan, seperti quercetin, kaempferol, dan allicin. Satu studi yang dipublikasikan National Library of Medicine juga menganalisis aktivitas antioksidan dari 11 varietas bawang populer. Mereka pun menemukan bahwa bawang merah mengandung jumlah antioksidan tertinggi.

2. Mampu Meredakan Gejala Alergi

Selama reaksi alergi, sel-sel di tubuh akan melepaskan histamin, yang memicu gejala seperti pembengkakan jaringan, mata berair, dan gatal. Kandungan quercetin pada bawang merah pun mampu mengurangi dan mengelola gejala mata dan hidung yang berhubungan dengan alergi musiman.

Quercetin dapat bertindak sebagai antihistamin alami dengan mencegah pelepasan histamin dan mengurangi keparahan reaksi inflamasi dan pernapasan seperti asma alergi, bronkitis, dan alergi musiman.

Tak hanya itu, quercetin juga merupakan bahan utama dalam banyak obat dan suplemen alergi musiman yang digunakan untuk mengelola gejala alergi ringan yang memengaruhi mata dan hidung.

3. Mendukung Kesehatan dan Sirkulasi Jantung

Senyawa organosulfur dan antioksidan dalam bawang merah juga dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan sirkulasi darah dalam beberapa cara. Alhasil, mereka berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung.

Bawang merah juga mengandung tiosulfinat dalam jumlah tinggi, yakni sejenis senyawa organosulfur yang dapat mencegah pembentukan gumpalan darah berbahaya.

Allicin, senyawa organosulfur lain dalam bawang merah, juga telah terbukti mengurangi kekakuan pembuluh darah dengan melepaskan oksida nitrat, meningkatkan sirkulasi, dan menurunkan tekanan darah.

Bawang merah juga dapat membantu mengurangi kadar lemak berbahaya yang dapat menumpuk di sistem darah dan berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penelitian yang dilakukan kepada wanita dengan diabetes tipe dua juga mencatat bahwa wanita yang konsumsi makan bawang merah dengan yogurt setiap hari mengalami penurunan kolesterol total, kolesterol LDL (jahat), dan trigliserida.

Sementara wanita yang hanya makan yogurt saja tidak mendapatkan hasil yang lebih baik.

Baca Juga: Demam Anak Naik Turun, Kapan Mama Perlu Waspada?

Anak Panas Pertanda Kondisi Serius

Namun, Kapan Panas pada Anak Menjadi Tanda Sesuatu yang Serius?

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Kids Health, pada anak yang sehat, sebetulnya panas anak tak perlu dilakukan banyak pengobatan. Namun, panas yang tinggi dapat membuat anak tidak nyaman dan memperburuk masalah bahkan bisa menyebabkan dehidrasi.

Jika Moms membawa anak ke dokter, dokter akan memutuskan apakah akan mengobati panas dengan mempertimbangkan suhu dan kondisi keseluruhan anak.

Anak-anak yang suhunya lebih rendah dari 38,9 derajat Celsius seringkali tidak memerlukan obat kecuali mereka merasa tidak nyaman. Namun, ada satu pengecualian penting.

Jika bayi berusia 3 bulan atau lebih muda memiliki suhu rektal 38 derajat Celsius atau lebih tinggi, hubungi dokter atau segera pergi ke unit gawat darurat. Bahkan panas ringan bisa menjadi tanda infeksi serius yang berpotensi terjadi pada bayi yang masih sangat kecil.

Jika anak berusia antara 3 bulan hingga 3 tahun dan mengalami demam hingga 39 derajat Celsius atau lebih tinggi, pertimbangkan segera untuk mengunjungi dokter.

Untuk anak yang lebih besar, pertimbangkan tingkat perilaku dan aktivitas. Mengamati bagaimana anak berperilaku saat panas juga akan memberi Moms gambaran apakah penyakit tersebut ringan atau perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

Panas pada anak mungkin bukan merupakan tanda penyakit serius gejalanya antara lain:

  • Anak masih tertarik bermain.
  • Anak masih bisa makan dan minum dengan baik.
  • Anak memiliki warna kulit normal.
  • Anak terlihat makin baik saat suhunya turun.

Dan jangan terlalu khawatir tentang anak demam yang tidak mau makan. Ini sangat umum terjadi pada infeksi yang menyebabkan demam. Bagi anak-anak yang masih minum dan buang air kecil (pipis) normal, tidak makan sebanyak biasanya tidak menjadi masalah.

Karena panas pada anak bisa naik dan turun, anak mungkin akan kedinginan saat suhu tubuh mulai naik. Anak juga mungkin berkeringat untuk melepaskan panas ekstra saat suhu mulai turun. Oleh karena itu, penting untuk memastikan anak mengonsumsi air yang cukup agar ia tak alami dehidrasi.

Baca Juga: Berapa Suhu Normal Anak dan Kapan Anak Dikatakan Demam?

Anak Panas Diperiksakan ke Dokter

Kapan Panas Anak Harus Diperiksakan ke Dokter?

Foto: Orami Photo Stock

Panas pada anak yang perlu dilarikan ke dokter tergantung pada usia anak, penyakitnya, dan apakah ada gejala lain yang terjadi bersamaan dengan panas tersebut. Moms perlu segera mengunjungi dokter jika anak memiliki kondisi seperti ini:

  • Anak masih bayi dan berusia kurang dari 3 bulan dengan suhu rektal 38 derajat Celsius atau lebih tinggi.
  • Anak yang lebih tua dengan suhu lebih tinggi dari 39 derajat Celsius.
  • Anak menolak cairan atau tampak terlalu sakit untuk minum air.
  • Mengalami diare berkepanjangan atau muntah berulang
  • Memiliki tanda-tanda dehidrasi (kencing lebih sedikit dari biasanya, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, kurang waspada dan kurang aktif dari biasanya).
  • Memiliki keluhan khusus (seperti sakit tenggorokan atau sakit telinga).
  • Masih mengalami demam setelah 24 jam (pada anak-anak di bawah 2 tahun) atau 72 jam (pada anak-anak berusia 2 tahun atau lebih).
  • Mengalami demam tinggi, meskipun hanya berlangsung beberapa jam setiap malam.
  • Memiliki masalah medis kronis, seperti penyakit jantung, kanker, lupus, atau penyakit sel sabit.
  • Memiliki ruam.
  • Mengalami nyeri saat buang air kecil.

Sementara itu, perawatan darurat diperlukan jika anak menunjukkan gejala seperti:

  • Menangis yang tak kunjung berhenti.
  • Rewel.
  • Lesu dan kesulitan untuk bangun,
  • Muncul ruam atau bintik-bintik ungu yang terlihat seperti memar di kulit.
  • Bibir, lidah, atau kuku biru.
  • Leher kaku.
  • Sakit kepala parah.
  • Tidak mau bergerak.
  • Mencondongkan tubuh ke depan dan meneteskan air liur.
  • Kejang.
  • Sakit perut sedang sampai parah.

Yang Perlu Diketahui saat Anak Panas

anak panas

Foto: Orami Photo Stock

Semua anak mengalami demam, dan dalam banyak kasus mereka akan kembali normal dalam beberapa hari. Untuk bayi dan anak-anak yang lebih besar, cara mereka bertindak bisa jadi lebih penting daripada membaca termometer. Setiap orang menjadi sedikit rewel saat demam dan ini normal.

Baca Juga: Jenis-jenis Demam Pada Anak yang Harus Kita Tahu

Itulah cara menurunkan panas anak dengan bawang merah dan kondisi yang perlu diwaspadai saat anak alami panas.

Ingat. jika Moms ragu tentang apa yang harus dilakukan atau apa arti panas yang terjadi pada anak, selalu hubungi dokter untuk meminta nasihat.

Pertolongan yang tepat dan cepat dari dokter akan membuat Moms lebih tenang dan mencegah anak mengalami komplikasi yang tidak diinginkan.

Artikel Terkait