2-3 TAHUN
6 Desember 2019

Balita Sangat Aktif dan Tidak Mau Diam, Ini 5 Cara Menghadapinya!

Tips menghadapi anak dengan energi berlebih
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Memiliki balita aktif memang terkadang melelahkan, terutama jika Moms cenderung memiliki temperamen yang berbeda.

Di satu sisi, kita harus menjaga Si Kecil agar tetap aman, di sisi lain banyak hal lain yang harus kita kerjakan.

Moms, energi yang seakan tak habis-habis wajar terjadi pada balita. Setiap hari, Si Kecil mempelajari keterampilan baru, sehingga mereka ingin mempraktikkannya.

Anak akan melewati fase senang melakukan keterampilan motorik kasar seperti berlari, meloncat, dan memanjat serta kurang tertarik terhadap kegiatan yang tenang seperti bermain puzzle atau mewarnai. Namun, hal ini akan memudar seiring bertambahnya minatnya akan hal lain.

Baca Juga: Si Kecil Termasuk Balita Hiperaktif? 5 Makanan Ini Bisa Membuatnya Tenang

Dilansir dari The Center for Parenting Education, anak yang sangat aktif perlu bergerak dan tidak bisa diam. Mereka juga selalu bersemangat dalam melakukan berbagai hal.

Anak yang sangat aktif tidaklah buruk, juga tidaklah baik juga. Karena semuanya tergantung pada lingkungan di mana Si Kecil berada.

Biasanya, balita yang aktif berbakat dalam bidang atletik. Saat dewasa, mereka umumnya bekerja di lingkungan yang kompetitif atau di profesi yang membutuhkan banyak bepergian, bukan hanya duduk di belakang meja.

Anak-anak dengan energi berlebihan seperti ini bisa tumbuh dengan baik jika merasa diterima dan diberi bimbingan positif.

Menghadapi Balita yang Sangat Aktif

Ini beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi balita aktif:

1. Pahami Penyebab Balita Aktif

menghadapi balita aktif

Kadang, ada beberapa penyebab anak memiliki energi berlebih. Di antaranya karena frustrasi, kurang tidur, terlalu sensitif terhadap suara bising atau rangsangan lain, atau stres (misalnya karena punya adik baru, pindah rumah, atau ada anggota keluarga yang meninggal).

Bersikaplah terbuka dan dengarkan anak. Jika Moms sudah memahami penyebabnya, berempatilah dan akui perasaannya, walaupun itu emosi negatif.

2. Tetapkan Batasan Agar Anak Tetap Aman

menghadapi balita aktif

Misalnya dengan memperbolehkan anak berlari asal tidak sampai keluar pagar. Tapi, jangan lakukan dengan teriakan karena anak dengan energi berlebih cenderung sensitif.

Beri tahu batasan pada anak dengan melakukan kontak mata agar anak fokus terhadap Moms. Minta anak mengulangi perkataan Moms untuk memastikan ia mengerti.

Baca Juga: 4 Olahraga Terbaik untuk Anak Hiperaktif

3. Cara Menyalurkan Energi untuk Balita Aktif

menghadapi balita aktif

Anak yang sangat aktif butuh penyaluran energi dengan bergerak. Sediakan ruang bebas di rumah atau ajak ia ke luar ruangan sehingga anak bisa bereksplorasi dan bergerak tanpa harus Moms ikuti ke sana ke mari. Moms hanya perlu mengawasinya dari jarak tertentu.

Jika Moms mengajak Si Kecil memulai hari dengan kegiatan fisik, ia akan lebih mudah mengontrol diri sepanjang hari.

  • Bermain aktif juga merupakan cara sehat untuk memproses semua perasaan, termasuk rasa marah dan kecewa.
  • Beberapa permainan yang bisa dimainkan di luar ruangan seperti taman bermain, taman, kolam renang, dan jalanan adalah:
  • Berjalan kaki (bisa sambil mengumpulkan batu-batu atau tanaman liar)
  • Berlari
  • Melompat
  • Bersepeda
  • Bermain ayunan dan perosotan
  • Bermain bola. Bisa dimodifikasi menjadi menendang bola ke arah target. Selain dapat mengasah motorik kasar anak, Si Kecil juga akan merasakan pemenuhan diri saat berhasil mencapai target.
  • Bermain gerobak. Anak berjalan dengan tangan sementara kedua kakinya diangkat oleh Moms. Baik untuk melatih keseimbangan tubuh dan meningkatkan kontrol otot anak.

Permainan aktif di dalam ruangan:

  • Bergulat dengan bercanda
  • Memukul bantal atau bean bag
  • Bermain drum dengan sumpit dan kaleng biskuit
  • Menari
  • Berguling-guling di karpet

4. Ajak Anak Melakukan Kegiatan yang Menenangkan

menghadapi balita aktif

Selain melakukan kegiatan yang menguras energi, Moms juga bisa menghadapi balita aktif dengan cara melakukan kegiatan tenang untuk menghilangkan stres, seperti:

  • Permainan sensori
  • Bermain blok
  • Berendam di air hangat
  • Memasak atau membuat kue bersama Moms
  • Melihat ikan di akuarium
  • Mendengar musik yang lembut
  • Memijat anak
  • Menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan
  • Membuat karya seni (misalnya memencet lilin mainan)

Mungkin awalnya balita aktif sulit diajak mengerjakan kegiatan tadi. Namun, kesabaran Moms dalam membiasakan hal ini bisa berbuah manis di masa depan.

Zero to Three menyarankan agar Moms mengajak Si Kecil melakukan kegiatan mudah sehari-hari, seperti membawa sendok ke meja makan atau menyusun kaos kaki.

Baca Juga: 6 Tanda Balita Moms Termasuk Anak Hiperaktif

5. Meluangkan Waktu Berkualitas dengan Anak

menghadapi balita aktif

Matikan gadget. Berpelukanlah dengan anak, membaca cerita, atau melakukan kegiatan lain tanpa distraksi selama 10-15 menit setiap hari. Cara ini menguatkan hubungan Moms dan Si Kecil serta membuat keduanya bahagia.

Meski Moms lelah, jangan sampai Moms menggunakan kata-kata negatif untuk melabeli anak seperti bandel, susah diatur, dan sebagainya.

Sebab, kata-kata Moms bisa masuk ke alam bawah sadar anak. Ganti dengan kata yang lebih positif seperti lincah, penuh energi, ceria, dan lain-lain.

Moms juga perlu memanjakan diri sesekali agar tidak stres menghadapi balita yang terlalu aktif. Dengan beristirahat dan merawat diri, Moms mengisi ulang energi yang dibutuhkan untuk menghadapi balita aktif secara positif.

(EMA)

Artikel Terkait