PASCA MELAHIRKAN
27 Februari 2020

5 Cara Menyimpan ASI Agar Lebih Tahan Lama

Tips penting agar stok ASI senantiasa segar dan berkualitas.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Irene Anindyaputri
Disunting oleh Orami

Air susu ibu atau ASI adalah sumber nutrisi utama dan terbaik bagi bayi. Karena itu, kualitas ASI harus dijaga sedemikian rupa agar buah hati Moms mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan dalam tumbuh kembangnya.

Nah, selain menyusui bayi secara langsung, Moms juga mungkin perlu memerah ASI untuk disimpan. Lalu bagaimana cara menyimpan ASI yang benar agar lebih tahan lama dan kualitasnya senantiasa terjaga?

Baca Juga: 5 Buah Terbaik untuk MPASI Pertama Bayi

Cara Menyimpan ASI

Tenang saja, Moms, berikut adalah panduan dan tips-tips menyimpan ASI perah yang bisa Moms praktikkan di rumah.

1. Cuci Tangan Sebelum Memerah dan Menyimpan ASI

cuci tangan air hangat dingin.jpg

Seperti yang dijelaskan oleh seorang pakar laktasi asal Inggris, Christine Griffin, pada Baby Center, pastikan tangan Moms sudah bersih sebelum memerah ataupun menyimpan ASI.

Penting untuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sampai tuntas. Hal ini bisa mencegah masuknya bakteri, kotoran, dan kuman penyebab penyakit ke dalam ASI yang akan disimpan.

Selain berisiko menyebabkan penyakit bila masuk ke tubuh bayi, bakteri dan kuman dapat membuat ASI perah cepat rusak.

2. Bersihkan dan Sterilkan Pompa ASI Sebelum Digunakan

gambar 03 memilih pompa asi yang tepat (sumber twiniversity.com)

Setelah Moms mencuci tangan, jangan lupa untuk membersihkan dan mensterilkan juga pompa ASI Moms.

Baik itu pompa ASI manual atau elektrik, Moms sebaiknya mencucinya dulu dengan air panas dan sabun.

Usai dicuci bersih, Moms bisa mensterilkan pompa ASI dengan alat sterilisasi pompa ASI dan botol susu bayi.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Jadwal Imunisasi Dasar Bayi dan Manfaatnya

3. Simpan ASI di Kulkas atau Freezer

asi di kulkas.jpg

Daya simpan ASI berbeda-beda, tergantung di mana Moms menyimpannya. Bila disimpan di ruangan yang sejuk (di bawah 25 derajat Celsius), kualitas ASI bisa bertahan empat hingga enam jam.

Kalau Moms menyimpan ASI dalam kulkas bagian dalam, ASI masih bisa digunakan tiga sampai delapan hari ke depan. Sedangkan ASI yang disimpan dalam freezer bisa bertahan hingga tiga bulan.

Karena itu, di mana Moms mau menyimpan ASI tergantung pada kapan ASI tersebut mau diberikan pada si buah hati.

Bila Moms memerah ASI di pagi hari untuk disimpan sepulangnya Moms dari kantor di malam hari, simpan di kulkas bagian dalam.

Centers for Disease Control and Prevention menyarankan Moms untuk tidak menyimpan ASI di pintu kulkas atau di kulkas bagian depan.

Ini karena kedua posisi tersebut rentan mengalami perubahan suhu setiap kali pintu kulkas dibuka dan ditutup.

Suhu yang berubah-ubah dan tak stabil bisa membuat kualitas dan daya simpan ASI menurun.

4. Simpan ASI Dalam Wadah Kedap Udara yang Sudah Disterilkan

botol asi perah

Tak cuma pompa ASI yang harus steril, wadah penyimpanan ASI juga harus bersih dan steril supaya kualitas ASI tetap terjaga.

Moms bisa menyiapkan botol plastik yang cukup keras dengan tutup yang rapat dan kedap udara. Sterilkan dulu sebelum Moms memindahkan ASI ke botol tersebut.

Baca Juga: Jangan Bingung Dulu, Ini Persiapan MPASI Pertama Bayi

5. Tandai Wadah ASI dengan Tanggal Moms Memerah ASI

label asi perah.jpg

Ini dia cara menyimpan ASI yang sering disepelekan, padahal akan sangat membantu Moms dalam memilih ASI yang mana yang mau diberikan duluan pada si buah hati.

Selalu tandai botol ASI perah dengan label tanggal berapa atau jam berapa ASI dipompa dan disimpan.

Menurut Christine Griffin, Moms sebaiknya memberikan bayi ASI yang paling lama diperah. Ini bisa membantu Moms agar tidak membuang-buang stok ASI yang sudah tidak bagus.

(IA/ERW)

Artikel Terkait