2-3 TAHUN
1 April 2020

Ini Cara Mudah Merawat Oral Thrush pada Anak

Moms, oral thrush pada anak tentu bisa terjadi tanpa disadari
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ninta
Disunting oleh Intan Aprilia

Oral thrush adalah penyakit yang terjadi akibat adanya infeksi ragi yang berkembang di dalam mulut anak.

Penyakit ini juga dikenal sebagai kandidiasis oral, kandidiasis orofaringeal, atau hanya kandidiasis. Penyakit ini memang paling pada bayi dan balita.

Akibatnya akan terdapat benjolan putih atau kekuningan terbentuk di pipi dan lidah anak bagian dalam.

Namun, jika Moms merawat oral thrush pada anak dengan benar maka penyakit ini akan segera hilang dalam kurun waktu yang cepat.

Penyebab Oral Thrush

merawat oral thrush pada anak

Foto: Orami Photo Stocks

Banyak orang yang menyamakan penyakit oral thrush dengan lidah susu. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda.

Dikutip dari Jamaica Observer, dokter Anona Griffith, Dokter Spesialis Anak dan dosen di University of the West Indies, Jamaika, Anona mengungkapkan kalau oral thrush disebabkan oleh jamur.

"Lidah susu disebabkan oleh residu susu menumpuk di lidah dalam jangka waktu yang lama dan tidak dibersihkan. Akibatnya anak akan lebih sering muntah jika diberi makan. Berbeda dengan oral thrush yang disebabkan oleh infeksi ragi yang disebabkan oleh jamur candida," jelas dokter Anona.

Baca Juga: Waspada Kanker Mulut, Ini Cara Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Area Mulut

Gejala Oral Thrush

merawat oral thrush pada anak

Foto: Orami Photo Stocks

Pada tahap awal, oral thrush mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Apalagi jika Moms sudah merawat oral thrush pada anak dengan benar.

Namun, jika infeksi semakin memburuk, kemungkinan buah hati akan mengalami gejala yang dapat Moms lihat.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, berikut beberapa gejala thrush:

  • Kulit pecah-pecah di sudut mulut anak
  • Mulut terasa tebal
  • Kehilangan indera perasa
  • Sakit saat makan atau menelan
  • Bercak-bercak putih di bibir, lidah, atau di dalam pipi yang warnanya kekuningan tapi tidak bisa dihilangkan

Jika Moms berusaha menghapus bercak tersebut biasanya akan membuat area di sekitar bercaknya memerah dan meradang.

Anak-anak seringkali tidak tahu bahwa ia menderita oral thrush karena biasanya tidak menyebabkan iritasi.

Namun, jika Moms mecoba menghapusnya terus menerus kemungkinan iritasi bisa timbul dan bercaknya berubah warna jadi merah. Akibatnya, Si Kecil jadi malas makan dan sering ngiler.

Baca Juga: Adakah Pengaruh Diabetes Pada Kesehatan Gigi dan Mulut Anak?

Cara Merawat Oral Thrush pada Anak

merawat oral thrush pada anak

Foto: Orami Photo Stocks

Hal pertama yang harus dilakukan ketika mengetahui kalau Si Kecil terserang oral thrush adalah pergi ke dokter.

Perawatan akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum anak. Itu juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya.

Anak yang sehat dengan oral thrush ringan mungkin tidak memerlukan perawatan apapun.

Jika lebih parah seringkali diobati dengan obat antijamur cair. Obatnya diberikan melalui pipet ke mulut anak.

Jika Moms masih menyusui, maka kemungkinan oral thrush akan menyerang payudara Moms. Jadi, sebaiknya Moms dan Si Kecil mendapatkan perawatan.

Moms mungkin akan diberikan salep untuk dioleskan ke kulit atau obat antijamur oral.

Penting juga untuk merebus atau mensterilkan dot, tutup botol, atau mainan anak yang sering dimasukkan ke dalam mulutnya.

"Moms harus memastikan sudah mensterilkan tutup botol dan dot setiap habis digunakan sampai kotorannya menghilang. Kadang-kadang sabun dan air tidak cukup untuk menyingkirkan semua ragi," ujar Elizabeth Murray, MD, dokter anak.

Baca Juga: Ini Dampak Empeng pada Kesehatan Gigi dan Mulut Bayi

Supaya semakin bersih dan proses merawat oral thrush pada anak berhasil, sterilkan dengan menggunakan cairan disinfektan yang aman. Selain menjaga kebersihan mainannya, hal ini akan mencegah anak infeksi lagi.

Jadi, ketika tahu kalau Si Kecil menderita penyakit ini, Moms bisa segera melakukan cara di atas. Merawat oral thrush pada anak ternyata mudah, bukan?

Artikel Terkait