KESEHATAN
10 Desember 2019

4 Cara Meringankan Gejala Nyeri Haid yang Tak Tertahankan

Bantalan hangat bisa redakan kram
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Nyeri haid yang tak tertahankan atau disebut juga dismenore merupakan sesuatu yang normal dialami perempuan saat periode menstruasi. Bisa jadi Moms juga sudah terbiasa dengan nyeri yang harus dihadapi ketika dismenore.

Cara Meringankan Gejala Nyeri Haid

Ada beberapa cara meringankan gejala nyeri haid yang tak tertahankan yang bisa Moms lakukan. Berikut ulasannya.

1. Jaga Konsumsi Makanan Jelang dan Selama Menstruasi

cara menambah berat badan-makan protein.jpg

Cara meringankan gejala nyeri haid yang pertama adalah menjaga konsumsi makanan jelang dan selama menstruasi. Hindari konsumsi kafein, alkohol, dan makanan yang mengandung banyak garam sebelum periode menstruasi. Selain itu, jaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik dengan menambah asupan air putih. Hal tersebut dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kram saat menstruasi.

Dianjurkan pula untuk makan makanan sehat dan minum minuman non-alkohol pada saat menjelang hingga menstruasi hingga berakhir.

"Mengontrol apa yang dikonsumsi pada hari-hari menjelang menstruasi. Saya mengurangi alkohol dan garam, tetapi menambah asupan air karena semakin terhidrasi, hal tersebut memperkecil kemungkinan kram terjadi," jelas Jessica Shepherd, M.D., asisten profesor obstetrics dan ginekologi klinis di The University of Illinois College at Chicago.

Baca Juga: Kenali Tipe Dismenore, Nyeri Rahim Saat Menstruasi

2. Tempelkan Bantalan Hangat

JEL1.jpg

Foto: Herinspirasi.com

Cara meringankan gejala nyeri haid yang selanjutnya adalah tempelkan bantalan hangat. Tempelkan bantalan yang hangat di perut bagian bawah dapat membantu meringankan dismenore. Sensasi panas pada bagian bawah perut tersebut dapat membantu otot rahim lebih rileks, artinya mengurangi kram.

"Ketika saya sedang bepergian, saya menempelkan bantalan pemanas perekat atau mengoleskan balsem ke perut bagian bawah," kata Julie Levitt, MD, dokter kandungan Women’s Group of Northwestern.

Selain itu, secangkir teh chamomile panas juga dapat membantu menghangatkan dan membuat Moms lebih rileks. Jika kram pada malam hari, bisa mencoba mandi air hangat.

3. Konsumsi Pil KB

cara meringankan gejala nyeri haid

Foto: womenshealthmag.com

Cara meringankan gejala nyeri haid yang selanjutnya adalah konsumsi pil KB. Konsumsi pil KB atau penggunaan IUD hormon melakukan terbilang efektif, sebab menjaga lapisan rahim agar tidak menebal sehingga mengurangi aliran darah dan kram.

Penggunaan IUD atau konsumsi pil KB dapat memperpendek lamanya menstruasi dan volume menstruasi dalam setiap periodenya.

“Pil KB dan IUD hormon melakukan sesuatu yang sangat luar biasa, mereka menjaga lapisan rahim agar tidak menebal seperti biasanya,” ujar Vivian Clark, M.D., dokter kandungan Chapel Hill Obstetrics and Gynecology.

Penelitian yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine menemukan bahwa kombinasi pil KB dengan esrogen dosis rendah (35 mcg) dan progesteron terbukti lebih efektif mengatasi nyeri haid ketimbang obat pereda nyeri haid yang ada di pasaran.

Namun, untuk penggunaan pil KB sebaiknya Moms tanyakan terlebih kepada dokter mengenai kontrasepsi yang paling cocok untuk kondisi Moms.

Baca Juga: Catat, Begini Cara Membedakan Kram Perut Menstruasi dengan Tanda Awal Kehamilan

4. Minum Obat Anti Inflamasi

NSAID - womenshealthmag.com.jpg

Foto: womenshealthmag.com

Cara meringankan gejala nyeri haid yang selanjutnya adalah minum obat anti inflamasi. Jika kram terasa sangat nyeri bisa mengkonsumsi nonsteroidal ant-inflammatory (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen. Obat-obatan ini adalah anti-prostaglandin, yang bekerja untuk menghentikan efek kram, membantu meringankan ketidaknyamanan saat dismenore, dan aliran lebih lancar.

NSAID dapat pula 1-2 hari sebelum menstruasi. "Sekitar 12 jam sebelum menstruasi, saya mengonsumsi ibuprofen dosis rendah," kata Jaime Goldstein, M.D., dokter kandungan di Bronx-Lebanon Hospital Center.

Baca Juga: Waspadai Kram Perut Selama Kehamilan!

Jelang periode menstruasi, meringankan gejala nyeri haid menjadi tantangan tersendiri. Namun, informasi di atas semoga bermanfaat bagi Moms untuk mengurangi gejala dismenore pada periode menstruasi berikutnya.

(SWN)

Artikel Terkait