PROGRAM HAMIL
7 Mei 2019

Cara Mudah Menghitung Siklus Ovulasi, Yuk Coba!

Ini alasan Moms perlu tahu cara menghitung siklus ovulasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Setiap perempuan perlu memahami siklus menstruasi yang terjadi setiap bulan. Dengan demikian Moms dapat mengetahui apakah siklus menstruasi Moms termasuk normal, pendek, atau panjang.

Dikutip dari situs Infertility Alabama, siklus menstruasi yang terlalu pendek atau terlalu panjang dapat mengindikasikan masalah pada ovulasi.

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur (ovum) yang sudah matang dari indung telur (ovarium). Ovulasi merupakan bagian dari siklus menstruasi. Berikut urutan tahapannya.

1. Fase Menstruasi

217398-2123x1412-Woman-looking-at-pregnancy-test.jpg

Foto: ltkcdn.net

Siklus menstruasi dimulai pada hari pertama menstruasi. Menstruasi terjadi karena pada siklus sebelumnya sel telur tidak dibuahi. Tubuh Moms kemudian meluruhkan lapisan rahim bersama darah dan lendir.

2. Fase Folikular

1_221.jpg

Foto: firstcrycdn.com

“Pada fase ini, sel telur tumbuh di dalam kantung berisi cairan yang disebut folikel,” ujar Rashmi Kudesia, M.D., dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dan endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Houston Methodist dan Houston IVF. Hormon follicle-stimulating hormone (FSH) bertanggung jawab merangsang pertumbuhan tersebut.

3. Fase Ovulasi

doctor-discussing-menstrual-cycle-with-patient.jpg

Foto: allaboutkiids.com

Fase ini terjadi ketika sel telur yang paling matang dilepaskan untuk menuju ke tuba falopi. Sel telur akan bertahan selama 12−24 jam di saluran reproduksi.

Namun, sperma dapat bertahan hingga lima hari di tuba falopi. Artinya, peluang terbesar Moms untuk hamil adalah pada hari terjadinya ovulasi serta lima hari sebelumnya.

4. Fase Luteal

49646023-H.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Fase ini merupakan tahap akhir dari siklus menstruasi. Menurut dokter Kudesia, umumnya fase luteal berlangsung selama dua minggu (sampai awal menstruasi selanjutnya jika tidak terjadi pembuahan).

Jika pada fase ovulasi terjadi pembuahan, sperma akan menempel pada lapisan rahim untuk membentuk kehamilan.

Cara Menghitung Siklus Ovulasi

Menurut Staci Pollack, dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Divisi Endokrinologi Reproduksi & Infertilitas di Montefiore Health System, memahami siklus menstruasi dapat membantu Moms memprediksi waktu ovulasi.

Memahami waktu atau siklus ovulasi terutama penting bagi Moms yang sedang merencanakan kehamilan.

Cara menghitung siklus ovulasi yang gampang sebagaimana dijelaskan oleh dr Pollack adalah panjang siklus menstruasi Moms dikurangi 14 hari.

Contohnya:

Panjang siklus menstruasi 28 hari = ovulasi terjadi sekitar hari ke-14

Panjang siklus menstruasi 27 hari = ovulasi terjadi sekitar hari ke-13

Panjang siklus menstruasi 30 hari = ovulasi terjadi sekitar hari ke-16

Bagi perempuan yang siklus menstruasinya tidak teratur, siklus ovulasi pun akan menjadi sulit diprediksi.

“Perempuan yang mengalami siklus menstruasi antara 28−32 hari akan memulai ovulasi sekitar hari ke-14 hingga ke-18,” terang dr Pollack.

Nah, itulah cara mudah yang bisa Moms lakukan untuk menghitung siklus ovulasi. Selamat mencoba!

(AN/AND)

Artikel Terkait