BAYI
29 Mei 2019

Cara Stimulasi Anak agar Cepat Berjalan

Stimulasi penting dilakukan untuk melatih agar anak cepat berjalan. Begini cara tepat yang bisa dilakukan.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Berjalan adalah salah satu kemampuan motorik kasar anak.

Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan untuk menggerakkan otot-otot besar atau bahkan seluruh anggota tubuh.

Kemampuan ini dimulai dari gerakan-gerakan sederhana sejak masih bayi, seperti kemampuan mengangkat kepala, berguling, hingga akhirnya nanti bisa duduk dengan tegap.

Stimulasi motorik diberikan agar dapat merangsang dan melatih kemampuan motorik anak.

Namun, sebelumnya berikut tahapan perkembangan kemampuan motorik kasar anak jika dilihat dari usianya, yaitu:

  • Usia 2-5 bulan : bayi bisa berguling.
  • Usia 5-7 bulan: bayi bisa duduk tanpa bantuan.
  • Usia 7-8 bulan: bayi bisa berdiri tapi sambil berpegangan.
  • Usia 10-14 bulan: bayi bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan.
  • Usia 11-15 bulan: bayi bisa berjalan stabil.

Menurut seorang early childhood practitioner dan juga co-founder Rumah Dandelion bernama Carmelia Riyadhni, kemampuan motorik anak berawal dari kepala ke kaki atau dari atas ke bawah.

Selain itu, perkembangan motorik juga bisa dari tengah ke luar, misalkan pada kemampuan tangan.

Jika tadinya anak hanya bisa mengambil dengan cara meraup, lama-lama ia bisa mengambil detail dengan jempol dan telunjuk.

Perlu adanya stimulasi agar kemampuan motorik anak ini bisa berkembang optimal.

Lalu, bagaimana caranya memberikan stimulasi yang tepat agar anak cepat berjalan?

Dan bagaimana cara untuk mengatasi rasa khawatir jika anak terjatuh saat sedang belajar berjalan?

Ini ulasannya.

Baca Juga : Kenali Bentuk Kaki Balita Saat Pertama Kali Berjalan

Stimulasi dengan Olahraga dan Permainan

Cara Stimulasi Anak agar Cepat Berjalan-2.jpg

Foto: marinmommies

Menurut Carmelia, stimulasi yang tepat untuk mengajarkan anak berjalan harus dilakukan dengan menyenangkan, tanpa ada paksaan, dan menyesuaikan dengan kondisi anak.

Maksudnya adalah pastikan anak dalam keadaan yang sehat dan ia sudah menyelesaikan waktu makannya agar memiliki tenaga yang cukup.

“Proses anak belajar berjalan biasanya dilakukan dari usia 11-15 bulan. Belajar berjalan tidak hanya belajar bagaimana agar anak bisa berani melangkah, namun juga melihat kekuatan otot kakinya,” ungkap Carmelia lewat bincang-bincang saat Kulwap Orami Community pada Selasa (5/3) lalu.

Cara melatih kemampuan otot kaki anak ini, Moms bisa mengajak anak untuk berolahraga berenang, yaitu melatih kakinya ketika menendang-nendang di air.

Berenang juga bisa melatih otot tangan dan bilateral kanan serta kirinya.

“Stimulasi juga bisa diberikan dengan permainan, yaitu meletakkan mainan pada tempat yang lebih tinggi supaya anak bisa merambat. Hal ini melatih ia agar dapat berdiri tegap. Selain itu, bisa dengan belajar berjalan di atas rumput dengan bertumpuan dengan tongkat kayu atau tongkat sapu,” lanjut Carmelia.

Banyak alternatif untuk memberikan stimulasi agar anak bisa cepat berjalan.

Penting bagi orangtua untuk melakukan observasi pada kondisi anak serta memperkaya informasi seputar permainan-permainan seru yang sesuai dengan usia anak.

Moms juga harus percaya dengan kemampuan diri sendiri dalam bermain dengan anak.

Baca Juga : 4 Jenis Permainan untuk Mengasah Kemampuan Motorik Balita

Lalu, Bagaimana Jika Anak Terjatuh?

Cara Stimulasi Anak agar Cepat Berjalan-3.jpg

Foto: workingmother

Hal ini sering membuat khawatir ya, Moms!

Ketika lagi belajar berjalan, bukan tak mungkin anak terjatuh. Sebaiknya, apa yang harus dilakukan orangtua?

“Terjatuh atau terbentur meja menjadi bagian dari proses belajarnya. Sama halnya nanti ketika anak belajar naik sepeda juga dapat terjatuh. Sebagai orangtua, sebaiknya cari cara agar menghindari anak terjatuh. Tentunya hal ini membutuhkan latihan terus-menerus, ya,” ujar Carmelia.

Moms bisa memerhatikan keadaan rumah, jauhi anak dari meja atau barang-barang yang dapat membuat ia terbentur.

Namun, hal yang penting untuk dilakukan adalah selalu mengawasi gerakan anak saat ia belajar berjalan.

Jangan sampai anak belajar berjalan sendiri tanpa pengawasan orang lain.

(DG/CAR)

Artikel Terkait