GAYA HIDUP
9 Oktober 2019

Cara Tegur Orang Bau Badan Tanpa Menyinggung Perasaan

Gunakan prolog yang lebih positif agar teguran lebih diterima
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Setiap orang memiliki bau badan yang khas. Tetapi ada beberapa orang yang memiliki bau badan yang tidak sedap dan mungkin dapat mengganggu.

Bau badan yang tidak sedap bisa disebabkan karena banyak hal, seperti pubertas, keringat berlebih, atau kebersihan badan yang buruk.

Bau badan yang kurang sedap juga dapat terjadi karena lingkungan, obat-obatan, atau makanan yang dikonsumsi.

Mungkin Moms memiliki teman atau kerabat yang memiliki bau badan yang kurang sedap, tetapi merasa ragu untuk menegur karena akan menyakiti perasaannya.

Lalu, bagaimana cara untuk menegur orang dengan bau badan kurang sedap tanpa menyinggung perasaannya?

Baca Juga: 4 Cara Menghilangkan Bau Badan

Jangan Tegur Secara Langsung

tegur bau badan-1.jpg

Psikolog Tara de Thouars, dalam acara perilisan "Rexona Dry Serum" pada Kamis, 19 September 2019 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, ia menjelaskan cara menegur dengan sopan.

"Biasanya kalau hubungan sudah cukup dekat, kita bisa terbuka langsung. Karna kalau kita menegur itu sebetulnya pertanda kita peduli dengan orang tersebut," jelas Tara.

Baca Juga: Lakukan 7 Cara Ini Untuk Mengatasi Bau Badan Berlebih

Lebih lanjut, Tara menerangkan bahwa sebaiknya tidak menegur secara langsung bahwa orang tersebut tidak memiliki bau badan tidak sedap.

"Tipsnya kalau mau menegur orang jangan langsung 'Eh, bau ketiak kamu enggak enak' atau 'Kok ketiakmu basah?', itu akan membuat orang jadi shock. Kita bisa melakukan dengan cara yang lebih halus," terang Tara.

Baca Juga: Bau Badan Pada Balita, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gunakan Kalimat Pembuka untuk Menegur

tegur bau badan-2.jpg

Dalam menegur, Moms bisa menggunakan kalimat pembuka sebelum benar-benar untuk menegur perihal bau badan yang tidak sedap.

"Di kalimat awalnya itu kita bisa kasih pembukaan atau prolog, seperti, 'Aku tuh peduli banget loh sama kamu, dan kamu teman yang oke banget. Aku mau kamu happy dan aku juga happy, mungkin lebih baik kalau misalnya...'," jelas Tara memberi contoh.

Tara menekankan untuk tidak langsung 'menembak' dengan teguran, sehingga orang tersebut tidak merasa kaget.

"Biasanya kalau orang shock, responnya menjadi tidak baik. Mereka akan merasa denial seperti, 'Ah enggak kayak gitu ah. Kamu aja kali. Kenapa enggak kamu aja yang pakai deodoran?' Padahal tujuannya baik," ungkap Tara.

"Jadi, kalau kita pakai prolog yang sedikit lebih positif, kemungkinan akan diterima dengan orang yang kita tegur," tutup Tara.

Artikel Terkait