BAYI
21 Maret 2020

5 Cara Tepat Menggendong Bayi, Wajib Diperhatikan!

Mengetahui cara menggendong yang aman penting sekali untuk keselamatan bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menggendong merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam membesarkan seorang anak. Menggendong menjadi kegiatan rutin yang wajib dilakukan oleh para orang tua.

Namun, seringkali menggendong sering dijadikan kambing hitam akan anak yang menangis terus dan manja. Padahal menggendong tidak semenakutkan itu jika kita tahu akan panduan menggendong yang aman dan nyaman.

Jika Moms perhatikan, produsen gendongan yang bertanggung jawab akan keselamatan pasti mencantumkan petunjuk peringatan akan bahaya fall hazard dan suffocation hazard. Peringatan ini tidak datang dengan sendirinya dan bukan tanpa alasan, karena jika pemakaian gendongan tidak tepat bisa berbahaya dan sudah ada kasus kematian bayi yang diakibatkan dari pemakaian gendongan yang tidak tepat.

Kasus kematian bayi di Amerika pada tahun 2010 ini mendorong UK Sling Consortium untuk membuat panduan menggendong yang aman.

Baca Juga: Mengenal Cara Menggendong Posisi M-Shape serta Manfaatnya

Cara Tepat Menggendong Bayi

Bekal Babywearing untuk Para Moms Orami Community yang Baru Memiliki Anak

Photo: Orami Photo Stock

Cara tepat menggendong bayi yang dimaksud adalah dengan metode T.I.C.K.S. T.I.C.K.S merupakan akronim dari tight, in view at all times, close enough to kiss, keep chin off the chest dan supported back.

Pada talkshow Orami Community bersama Indah Siauw, konsultan menggendong bersertifikat, dijelaskan dengan detail mengenai apa itu T.I.C.K.S dan apa kaitannya T.I.C.K.S dengan keselamatan bayi. Yuks simak ulasannya di bawah ini.

T: Tight

gendongan1.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Artinya, gendongan harus cukup ketat mendekap bayi. Jika ada yang kendor bisa menyebabkan bayi terjatuh di dalam gendongan.

I: In View at All times

gendongan sling ring

Photo: Orami Photo Stock

Artinya, wajah anak selalu dan mudah terlihat oleh kita. Bahan atau kain gendongan tidak menutupi wajah anak kita yang memungkinkan jalan nafas anak tertutup atau kita tidak bisa mengecek posisi jalan nafas anak.

C: Close Enough to Kiss

gendongan kain vs gendongan modern hero banner magz (1510x849)

Photo: Orami Photo Stock

Puncak kepala bayi berada cukup dekat dengan wajah mulut/dagu kita sehingga kita bisa dengan mudah mencium anak kita. Ini juga sebagai patokan seberapa rendah atau tinggi anak kita sebaiknya digendong.

Dengan dekatnya posisi anak kita, kita bisa senantiasa melihat wajahnya. Dalam hal kenyamanan, jika posisi anak kita cukup tinggi, tidak akan terlalu membuat kita sakit pinggang atau sakit punggung.

Baca Juga: Macam-Macam Gaya Menggendong Bayi Sambil Menyusui yang Nyaman dan Aman

K: Keep Chin Off the Chest

Digendong-Hero.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Ketika di dalam gendongan, dagu bayi sebaiknya tidak menempel dengan dadanya. Coba mom praktekan sendiri dagu mom menempel pada dada mom, apa yang mom rasakan? Kesulitan bernafas?

Bayangkan kalau itu terjadi dalam waktu lama terhadap anak kita di dalam gendongan. Beri jarak kira-kira 2 jari antara dagu dan dadanya, supaya saluran nafas bayi bisa tetap terjaga.

S: Supported Back

Posisi Menggendong M-Shape

Photo: Orami Photo Stock

Ketika digendong di posisi tegak (upright, C-Shape dan M-Shape) punggung bayi harus senantiasa tersangga atau tersokong oleh gendongan dengan baik tanpa kita harus selalu memegangi punggung anak (hands free).

Itu artinya gendongan harus senantiasa erat. Sebab kalau gendongan terlalu kendor, punggung bayi tidak tersangga dengan baik dan bisa menyebabkan posisi bayi merosot dan bisa menyebabkan jalan nafas terganggu.

Baca Juga: Orami X Komunitas Babywears Tangerang: Meng-ASI-hi dan Tutorial Menggendong Bayi

Lima panduan di atas wajib untuk diterapkan ketika menggendong anak demi menjaga keselamatan anak ketika digendong menggunakan gendongan.

Jika lima panduan ini diterapkan, menggendong akan terasa lebih menyenangkan sehingga mampu merekatkan bonding antara anak dan orang tua.

Artikel Terkait