GAYA HIDUP
21 Agustus 2019

Cari Tahu Penyebab Perut Buncit dan Cara Mengatasinya

Terlalu banyak minum alkohol bisa membuat perut buncit, apa iya?
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Semua pasti sepakat bahwa perut buncit terkadang membuat tidak percaya diri. Bagaimana tidak, kesulitan memilih celana dan susah mencari dress pesta bisa membuat bingung terutama bagi perempuan yang selalu ingin berpenampilan menarik.

Ada banyak alasan mengapa orang bisa memiliki perut buncit. Pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan stres, bisa jadi pemicunya.

Sementara sebaliknya, meningkatkan nutrisi, aktivitas, mengurangi stres, dan membuat perubahan gaya hidup lainnya dapat membantu menghilangkan perut buncit atau lemak perut yang tidak diinginkan.

Perut buncit mengacu pada lemak di sekitar perut. Ada dua jenis lemak perut yaitu visceral atau lemak yang mengelilingi organ dan subkutan atau lemak yang berada di bawah kulit. Komplikasi kesehatan dari lemak visceral lebih berbahaya daripada lemak subkutan.

Jose Medina-Inojosa, dokter spesialis jantung di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, mengatakan bahwa memiliki perut yang besar kemungkinan merupakan konsekuensi dari terlalu malas atau tidak aktif, menghabiskan terlalu banyak waktu untuk duduk, serta diet yang kaya akan makanan olahan dan gula.

"Pengukuran pinggang yang digunakan dalam penelitian ini juga merupakan penanda peningkatan lemak visceral yang telah dikaitkan dengan peningkatan penanda inflamasi dan kejadian penyakit kardiovaskular," katanya seperti dikutip dari reuters.com.

Seseorang tentu saja harus melakukan perubahan gaya hidup dan pola makan untuk menghilangkan perut buncit. Karena jika tidak, berbagai penyakit bisa datang seperti misalnya kelebihan berat badan, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, asma, kanker payudara, kanker usus besar, dan penyakit Alzheimer serta jenis demensia lainnya.

Wendy Scinta , MD, MS, dokter bariatrik tersertifikasi dan presiden Obesity Medicine Association, menjelaskan bahwa seorang perempuan dengan ukuran pinggang lebih dari 35 inci kemungkinan memiliki kelebihan lemak visceral.

"Jenis lemak ini berada jauh di dalam perut, mengelilingi organ-organ. Lemak visceral berbahaya karena mengeluarkan bahan kimia berbahaya yang menyebabkan peningkatan peradangan, pembekuan darah, dan masalah lainnya," katanya seperti dikutip dari popsugar.com.au.

Baca Juga: Kenapa Perut Buncit dan Berbunyi Ketika Dipukul?

Penyebab Umum dari Kelebihan Perut Buncit atau Lemak di Perut

  • Pola Makan Buruk
Pola Makan Buruk.jpg

Foto: foxnews.com

Makanan manis seperti kue dan permen serta minuman seperti soda dan jus buah, dapat menyebabkan kenaikan berat badan, memperlambat metabolisme, serta mengurangi kemampuan seseorang untuk membakar lemak.

Diet rendah protein, tinggi karbohidrat juga dapat memengaruhi berat badan sehingga membuat perut buncit.

Protein membantu seseorang merasa kenyang lebih lama dan orang-orang yang tidak mau makan makanan protein tanpa lemak, biasanya akan lebih sering mengunyah makanan lain.

Lemak trans terutama, dapat menyebabkan peradangan dan dapat mengakibatkan obesitas. Lemak trans ada dalam banyak makanan, termasuk makanan cepat saji dan makanan yang dipanggang juga digoreng, misalnya muffin atau kerupuk.

Jika memang ingin mengatasi perut buncit, The American Heart Association merekomendasikan untuk mengganti lemak trans dengan makanan sehat seperti gandum, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda.

Tips tambahan lainnya adalah membaca label makanan dapat membantu seseorang menentukan apakah makanan mereka mengandung lemak trans atau tidak.

  • Terlalu banyak alkohol

Mengkonsumsi alkohol berlebihan ternyata juga dapat membuat perut buncit serta menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit hati dan peradangan.

Sebuah laporan tahun 2015 tentang konsumsi alkohol dan obesitas dalam jurnal Current Obesity Reports, menunjukkan bahwa laki-laki yang minum alkohol berlebihan akan mengalami penambahan berat badan di sekitar perut mereka sehingga mejadikannya memiliki perut buncit.

  • Kurang Olahraga
Malas Olahraga.jpg

Foto: travishashfitness.com

Jika seseorang lebih banyak mengonsumsi dari pada membakar kalori, berat badannya tentu saja akan bertambah. Gaya hidup yang tidak aktif, membuat seseorang sulit untuk membuang kelebihan lemak, terutama di sekitar perut sehingga membuat perut buncit.

  • Stres

Hormon steroid yang dikenal sebagai kortisol membantu tubuh mengendalikan dan mengatasi stres. Ketika seseorang berada dalam situasi berbahaya atau tekanan tinggi, tubuh mereka melepaskan kortisol dan ini dapat berdampak pada metabolisme.

Seseorang sering meraih makanan untuk mencari kenyamanan ketika mereka merasa stres. Sementara itu, kortisol menyebabkan kalori yang berlebih tetap berada di sekitar perut dan area lain dari tubuh. Akhirnya, perut buncit susah dihindari oleh seorang yang stres.

  • Genetika
Genetika-Gendut.jpg

Foto: telegraph.co.uk

Ada beberapa bukti bahwa gen seseorang dapat berperan dalam menentukan apakah mereka menjadi gemuk atau tidak. Para ilmuwan berpikir gen dapat memengaruhi perilaku, metabolisme, dan risiko terserang penyakit terkait obesitas . Demikian pula, faktor lingkungan dan perilaku juga berperan dalam kemungkinan orang menjadi gemuk.

  • Tidur yang Buruk

Sebuah studi dalam Journal of Clinical Sleep Medicine mengaitkan pertambahan berat badan dengan durasi tidur pendek yang bisa menyebabkan kelebihan lemak pada perut atau perut buncit.

Kualitas buruk dan durasi tidur yang singkat dapat berperan dalam pengembangan lemak perut. Kurang tidur yang cukup dapat berpotensi menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat.

Baca Juga: Perut Balita Buncit, Apakah Itu Masalah Serius?

  • Merokok
Merokok.jpg

Foto: news.un.org

Para peneliti mungkin tidak menganggap merokok sebagai penyebab langsung dari perut buncit berisi lemak. Akan tetapi mereka percaya merokok menjadi salah satu faktor risiko. Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE menunjukkan bahwa, obesitas sama-sama terjadi pada perokok dan bukan perokok. Namun, perokok memiliki lebih banyak lemak di perut atau perut buncit dibandingkan dengan bukan perokok.

Cara Mengatasi Perut Buncit

  • Tingkatkan Diet

Pola makan sehat dan gizi seimbang dapat membantu seseorang menurunkan berat badan dan itu juga cenderung memiliki efek positif pada kesehatan secara keseluruhan.

Seseorang yang ingin mengatasi perut buncit, harus menghindari gula, makanan berlemak, dan karbohidrat olahan yang memiliki kandungan gizi rendah. Sebaliknya, mereka harus makan banyak buah dan sayuran, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks.

  • Kurangi Konsumsi Alkohol
Konsumsi Alkohol.jpg

Foto: independent.co.uk

Seseorang yang mencoba menghilangkan lemak perut berlebihan atau memiliki perut buncit, harus memantau asupan alkoholnya. Minuman beralkohol sering mengandung gula tambahan yang dapat berkontribusi pada penambahan berat badan.

Kris Gunnars, BSc, Peneliti Nutrisi dengan gelar Sarjana Kedokteran, mengatakan gula dapat meningkatkan lemak pada perut dan lemak hati yang mengarah pada resistensi insulin dan sejumlah masalah metabolisme.

Studi menunjukkan bahwa minuman manis dari gula berkaitan dengan risiko obesitas pada anak-anak yang meningkat 60 persen untuk setiap penyajian harian.

"Buat keputusan untuk meminimalkan jumlah gula dalam makanan dan pertimbangkan untuk sepenuhnya menghilangkan minuman manis. Ini termasuk minuman yang dimaniskan dengan gula seperti soda yang manis, minuman kemasan, dan berbagai minuman olahraga tinggi gula lainnya," katanya seperti dikutip dari healthline.com.

  • Tingkatkan Aktivitas

Gaya hidup yang tidak menentu membawa banyak masalah kesehatan serius, termasuk penambahan berat badan. Seseorang yang mencoba menurunkan berat badan termasuk berusaha menghindari perut buncit, harus memasukkan olahraga dalam daftar rutinitas harian mereka.

Melakukan latihan aerobik dan latihan kekuatan dapat membantu orang mengatasi lemak pada perut mereka.

Latihan lebih efektif jika seseorang menggabungkan latihan kardiovaskular dengan intensitas tinggi bersama dengan latihan beban dan resistensi.

  • Dapatkan Lebih banyak sinar matahari
SInar Matahari Untuk Kesehatan.jpg

Foto: promedicahealthconnect.org

Sebuah review pada International Journal of Environmental Research and Public Health, 2016, menunjukkan bahwa paparan sinar matahari pada hewan dapat membantu mengurangi kenaikan berat badan dan disfungsi metabolisme.

Ulasan ini menyoroti bahwa beberapa penelitian telah melihat efek sinar matahari pada manusia, sehubungan dengan kenaikan berat badan. Untuk lebih pasti, memang dibutuhkan penelitian lebih lanjut agar mendukung temuan yang ada sejauh ini.

  • Kurangi Stres

Stres dapat menyebabkan berat badan seseorang bertambah. Pelepasan hormon stres kortisol memengaruhi nafsu makan seseorang dan bisa menyebabkan konsumsi makanan yang berlebih. Menghilangkan stres yang baik bisa dilakukan dengan meditasi, yoga dan olahraga lembut atau ringan lainnya.

Baca Juga: 5 Hal yang Membuat Perut Buncit dan Terasa Keras

  • Perbaiki Pola Tidur
Perbaiki Pola Tidur.jpg

Foto: inlifehealthcare.com

Tidur sangat penting untuk kesehatan seseorang secara keseluruhan, karena terlalu sedikit istirahat dapat berdampak buruk pada kesejahteraan. Tujuan utama tidur adalah membiarkan tubuh beristirahat, sembuh, dan pulih, tetapi juga berdampak pada berat badan seseorang.

Tidur dengan kualitas yang cukup sangat penting ketika seseorang mencoba menurunkan berat badan, termasuk berusaha menghilangkan perut buncit.

  • Berhenti merokok

Merokok bisa menjadi salah satu pemicu peningkatan lemak perut atau perut buncit dan juga masalah kesehatan serius lainnya. Berhenti secara signifikan dapat mengurangi risiko dari kelebihan lemak pada perut, serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Itulah penyebab dan cara mengatasi perut buncit. Selamat tinggal perut buncit!

(RIE/ERN)

Artikel Terkait