PROGRAM HAMIL
6 Mei 2019

Catat, Begini Cara Membedakan Kram Perut Menstruasi dengan Tanda Awal Kehamilan

Banyak yang salah mengartikan rasa nyeri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina
Disunting oleh Dina

Kram perut yang dialami saat menstruasi sangat mungkin mirip dengan tanda awal kehamilan.

Maka, penting bagi Moms untuk mengetahui perbedaannya.

Hal ini dilakukan agar mencegah para ibu yang tidak mengenali kehamilan. Sebenarnya mengapa awal kehamilan mengalami kram?

Menurut Cynthia Cobb, APRN, rasa nyeri di awal kehamilan ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim.

Proses ini disebut dengan implantasi. Nah, kondisi kram perut tak selamanya dialami oleh seluruh ibu hamil.

Moms yang mengalami kram ini sebaiknya menghindari minum obat anti-inflamasi seperti aspirin.

Sebuah studi pada 2003 menunjukkan bahwa mengkonsumsi obat anti-inflamasi saat waktu pembuahan dapat meningkatkan risiko keguguran.

Kram Implantasi VS Kram Menstruasi

nyeri perut 01

Foto: medicalnewstoday.com

Nah, agar Moms tak salah memang sebaiknya mengetahui perbedaan antara kram perut menstruasi dengan kram perut saat hamil.

Kram saat hamil pada dasarnya tidak sama dengan kram menstruasi sebab penyebabnya juga berbeda.

Kram menstruasi terjadi selama sebulan satu kali atau kira-kira setiap 28 hari sekali.

Kram menstruasi terjadi ketika rahim berkontraksi untuk mengeluarkan lapisannya.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Baik untuk Janin yang Bisa Dilakukan Setiap Pagi

Zat yang disebut prostaglandin memicu otot terus berkontraksi.

Sebagai gambaran, Moms perlu mengetahui sebenarnya bagaimana rasanya kram implamantasi.

Rasanya seperti ditusuk-tusuk, ditarik dan rasanya seperti kesemutan.

Memang, rasa sakit yang dialami setiap orang bisa saja berbeda sehingga harus dokter yang bisa mengetahui apakah kram yang dialami sebagai tanda kehamilan atau bukan.

Tanda awal kehamilan lainnya

nyeri perut 02

Foto: rd.com

Moms juga wajib mengetahui beberapa tanda awal kehamilan yang lainnya selain kram perut.

Kondisi ini dapat membantu Moms mengetahui apakah sakit perut yang dirasakan benar tanda awal kehamilan atau bukan.

Biasanya Moms akan mengalami kelelahan ekstrim, sakit kepala dan peningkatan suhu tubuh.

Sementara menstruasi tidak menimbulkan gejala tersebut.

Moms juga akan mengalami kondisi lainnya seperti payudara bengkak, lunak, lebih berat atau lebih penuh.

Selain itu, akan muncul rasa ingin mual atau muntah. Moms juga mungkin mengalami nafsu makan yang berkurang atau justru ngidam makanan tertentu.

Perubahan hormon sangat memungkinkan Moms mengalami sembelit.

Baca Juga: Catat, Ini Cara Mengatasi Vagina Gatal Saat Hamil yang Aman

Selain itu, dapat pula mengalami perubahan suasana hati sehingga Moms sangat mungkin merasa menangis.

Tentu saja mengalami menstruasi terlambat.

Jika Moms mengalami tanda tersebut, sebaiknya melakukan tes kehamilan di rumah.

Waktu yang baik adalah satu hingga dua minggu setelah mengalami tanda awal kehamilan.

Sebab saat itu, sel telur yang telah dibuahi sudah menempel ke dinding rahim.

Dalam situasi ini hormon kehamilan mulai tinggi sehingga pada saat di tes hasilnya akan positif.

Moms wajib segera menghubungi dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kehamilan yang terjadi.

Baca Juga: Ini Bedanya Sakit Perut Saat Hamil yang Normal dan Tidak

Sebab, awal kehamilan sangat mungkin terjadi masalah seperti pendarahan atau kram yang parah.

Kondisi ini bisa mengancam janin bahkan bisa berujung pada keguguran.

Nah, apakah Moms pernah mengalami kesulitan dalam membedakan kram perut saat hamil dan kram perut sebagai tanda awal kehamilan?

(GSA)

Artikel Terkait