PERNIKAHAN & SEKS
24 September 2020

5 Tips Seks Saat Hamil yang Aman dan Nyaman, Catat!

Secara umum, seks saat hamil terbilang aman
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Jika Moms sedang hamil atau bahkan merencanakan kehamilan dengan pasangan, kita mungkin telah menemukan banyak informasi tentang seks sebelum kehamilan yang baik (yaitu, berhubungan seks untuk hamil) dan seks setelah melahirkan (kehidupan seks yang kurang aktif ketika ada bayi yang baru lahir di rumah).

Namun tentang seks saat hamil, mungkin jarang di bahas dan banyak dari Moms dan Dads yang bertanya-tanya bahkan mungkin bingung apakah boleh atau tidak.

Banyak pasangan khawatir untuk berhubungan seks saat hamil. Ada Dads yang tidak tega dan takut akan menyakiti janin dalam kandungan, ada juga Moms yang takut dan merasa tidak nyaman.

Apakah aman untuk melakukan seks saat hamil? Mari simak penjelasannya.

Baca Juga: 3 Posisi Seks Nyaman Ketika Sedang Lelah

Amankah Berhubungan Seks saat Hamil?

amankah melakukan seks saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari National Health Service, tidak ada masalah dengan berhubungan seks saat hamil, kecuali jika dokter atau bidan yang menyarankan Moms untuk tidak melakukannya.

Bahkan seks dianggap aman selama semua tahap kehamilan yang sehat atau kehamilan normal.

Jadi, apa itu "kehamilan normal"? Adalah kehamilan yang dianggap berisiko rendah untuk mengembangkan berbagai komplikasi seperti keguguran atau persalinan prematur.

Konsultasikan dengan dokter, perawat-bidan, atau penyedia layanan kesehatan kehamilan lainnya jika Moms tidak yakin apakah Moms memiliki kehamilan normal yang dimaksud.

Tentu saja, hanya karena seks saat hamil aman, tidak berarti Moms harus melakukannya!

Banyak calon ibu menemukan bahwa keinginan mereka untuk berhubungan seks berubah selama tahap-tahap tertentu dalam kehamilan. Selain itu, banyak wanita merasa bahwa seks menjadi tidak nyaman saat tubuh mereka membesar, terutama di bagian perut.

Moms dan pasangan harus menjaga komunikasi agar tetap terbuka mengenai hubungan seksual kita. Bicarakan tentang cara lain untuk memuaskan kebutuhan kita dan pasangan akan keintiman, seperti berciuman, membelai, dan memeluk satu sama lain.

Jika ingin berhubungan seks saat hamil, Moms juga mungkin perlu bereksperimen dengan berbagai posisi seks untuk menemukan posisi yang paling nyaman.

Banyak wanita mendapati bahwa mereka kehilangan hasrat dan motivasi untuk berhubungan seks saat hamil di trimester akhir, bukan hanya karena ukuran tubuh mereka, tetapi juga karena disibukkan dengan persiapan persalinan yang akan datang dan kegembiraan menjadi orang tua baru.

Ada beberapa kondisi yang memang tidak memungkinkan untuk Moms melakukan seks saat hamil. Seperti kehamilan kembar, masalah pada serviks, pecah ketuban, punya riwayat melahirkan prematur, dan usia kehamilan terlalu dini.

Selebihnya, seks aman dilakukan saat hamil. Namun, demi keamanan dan kenyamanan pasangan, hubungan seks saat hamil juga harus diperhatikan.

Dengan kondisi perut Moms yang makin membesar, Moms dan Dads mungkin agak sedikit kesulitan saat berhubungan seks saat hamil.

Namun ada beberapa perilaku seksual yang harus diperhatikan karena tidak aman untuk ibu hamil, diantaranya:

Pertama, jika Moms melakukan seks oral, Dads tidak boleh meniupkan udara ke dalam vagina.

Hembusan udara dapat menyebabkan emboli udara (penyumbatan pembuluh darah oleh gelembung udara), yang berpotensi fatal bagi ibu dan janin dalam kandungan.

Dalam Canadian Medical Association Journal, meskipun emboli udara vena jarang terjadi, tetapi berpotensi mengancam nyawa. Dilaporkan bahwa ada 18 kematian yang disebabkan oleh emboli udara vena dari 20 juta kehamilan.

Selain itu, ketika melakukan seks saat hamil, Moms tidak boleh berhubungan seks dengan pasangan yang riwayat seksualnya tidak diketahui atau yang mungkin mengidap penyakit menular seksual (PMS), seperti herpes, kutil kelamin, klamidia, atau HIV.

Jika Moms terinfeksi, penyakit ini dapat ditularkan ke bayi kita, dengan akibat yang berpotensi berbahaya. Tenaga kesehatan terkadang juga merekomendasikan untuk menghindari seks anal selama kehamilan.

Jika komplikasi yang signifikan dengan kehamilan Moms ditemukan oleh penyedia layanan kesehatan kita, ia mungkin menyarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual.

Bicaralah dengan dokter jika Moms memiliki kondisi riwayat atau ancaman keguguran, riwayat persalinan prematur (dikehamilan sebelumnya pernah melahirkan sebelum 37 minggu) atau tanda-tanda yang menunjukkan risiko persalinan prematur (seperti kontraksi uterus prematur).

Kondisi perdarahan, sekret, atau kram vagina yang tidak dapat dijelaskan, kebocoran cairan ketuban (cairan yang mengelilingi bayi), dan plasenta previa yang suatu kondisi di mana plasenta (struktur kaya darah yang memberi makan bayi) turun begitu rendah sehingga menutupi serviks (pembukaan rahim), juga tidak boleh bagi Moms untuk melakukan seks saat hamil.

Moms juga sebaiknya jangan melakukan seks saat hamil bila punya kondisi serviks tidak kompeten, di mana serviks melemah dan membesar (terbuka) sebelum waktunya, ada risiko keguguran atau kelahiran prematur, dan hamil lebih dari satu janin (anak kembar, kembar tiga, dan lain-lain).

Baca Juga: Apakah Boleh Menggunakan Alat Bantu Seks Saat Hamil?

Adakah Posisi Seks saat Hamil yang Terbaik?

seks aman saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Selama Moms merasa nyaman, sebagian besar posisi seks saat hamil akan baik-baik saja dilakukan. Seks oral juga aman dilakukan selama kehamilan.

Saat kehamilan Moms berkembang, ajaklah Dads untuk bereksperimen saat berhubungan intim untuk menemukan mana posisi yang terbaik dan memberikan kenyamanan untuk kita.

Biarkan kreativitas kita mengambil alih, selama Moms tetap merasakan kesenangan dan kenyamanan bersama.

Namun, posisi seks saat hamil dengan pasangan di atas bisa menjadi tidak nyaman di awal kehamilan, bukan hanya karena perut yang membesar, tetapi karena payudara kita mungkin akan sedikit lembut. Juga tidak nyaman jika pasangan terlalu dalam melakukan penetrasi.

Mungkin lebih baik berbaring miring, baik menghadap satu sama lain atau dengan pasangan di belakang.

Lalu apakah kondom diperlukan? Pertanyaan satu ini seringkali muncul.

Infeksi menular seksual selama kehamilan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi Moms dan bayi yang belum lahir.

Jadi, jika Moms ingin melakukan seks saat hamil, disarankan untuk menghindari semua bentuk seks vagina, oral, dan anal, jika pasangan Moms aktif atau baru saja didiagnosis mengidap infeksi menular seksual.

Moms perlu waspada, karena Infeksi Menular Seksual dapat menimbulkan dampak yang serius pada kehamilan berupa kehamilan ektopik, aborsi spontan, kematian janin dalam rahim, kelahiran prematus, infeksi kongenital dan perinatal serta infeksi puerperal pada ibu hamil.

Suami Moms perlu menggunakan kondom jika Moms tidak berada dalam hubungan pernikahan monogami, dan Moms memilih untuk berhubungan seks dengan pasangan baru selama kehamilan.

Baca Juga: Vagina Berdarah Saat Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

Apa Saja Tips Seks saat Hamil?

posisi seks saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, berhubungan seks saat hamil tidak akan memicu keguguran. Kebanyakan keguguran terjadi karena janin tidak berkembang secara normal.

Karena itu, agar hubungan seks saat hamil tetap menyenangkan, Moms harus perhatikan tips berhubungan seks aman dan nyaman saat hamil berikut.

1. Oral Seks juga Menakjubkan

Saat hamil, Moms mungkin bisa mempertimbangkan oral seks. Beberapa pasangan sudah sangat terbiasa dengan oral seks. Nah, Moms yang belum terbiasa mungkin akan menemukan kenikmatan oral seks saat hamil ini.

Saat melakukan oral seks, Moms dan pasangan bisa menghindari tekanan berlebih pada area perut Moms yang makin membuncit. Oral seks juga tidak akan terlalu menguras tenaga Moms yang semakin cepat lelah.

Kelihaian Moms dan pasangan dalam melakukan oral seks akan sangat menentukan berhasil tidaknya orgasme.

Jangan khawatir, semakin sering dilakukan, Moms dan pasangan akan semakin terbiasa dan lihai. Oral seks juga akan terasa semakin menggairahkan.

Baca Juga: Pendarahan setelah Berhubungan Seks saat Hamil, Normalkah?

2. Perubahan Posisi saat Berhubungan Seks

Saat berhubungan seks dengan penetrasi saat hamil, posisi menjadi pertimbangan utama. Perut Moms yang semakin hari semakin membuncit akan membuat Moms kesulitan melakukan posisi-posisi tertentu.

Posisi yang paling aman dan sering dilakukan saat ibu hamil berhubungan seks adalah posisi memijak.

Untuk melakukan posisi seks saat hamil ini, Moms hanya perlu berbaring dengan menekukkan lutut di ujung tempat tidur, seperti posisi akan melahirkan.

Dads mengambil posisi berdiri di hadapan Moms. Jika posisi Moms kurang tinggi untuk Dads, Moms bisa mengganjal bokong dengan bantal.

Posisi spooning juga umum dilakukan ibu hamil saat berhubungan seks. Untuk melakukan posisi ini, Moms dan Dads hanya perlu tidur dengan posisi Moms membelakangi Dads.

Penetrasi bisa dilakukan Dads dari belakang sambil merangkul Moms. Posisi ini sangat aman karena tidak ada tekanan di area perut.

Posisi woman on top dan doggy style juga cukup populer dilakukan ketika seks saat hamil. Posisi-posisi ini terbilang aman karena tidak mengharuskan adanya tekanan pada perut Moms yang membuncit.

Untuk seks dengan penetrasi ini, Moms harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Moms dengan kondisi kandungan tertentu memang sebaiknya menghindari seks dengan penetrasi. Pendarahan bisa jadi risiko yang harus Moms tanggung jika memaksakanya.

3. Bisa Membantu Proses Bukaan Persalinan

Moms jangan khawatir penetrasi akan mengganggu janin dalam kandungan. Beberapa studi membuktikan bahwa seks saat hamil dengan penetrasi aman, selama tidak ada gangguan kehamilan.

Moms, janin dalam kandungan dilindungi air ketuban dan lendir serviks yang akan menghalau sperma untuk masuk ke dalam rahim. Jadi Moms tidak usah khawatir sperma akan menyakiti janin dalam kandungan.

Sebaliknya, sperma bisa membantu Moms dalam proses bukaan persalinan. Sperma konon bisa memberikan efek tertentu yang membuat rahim terbuka. Ini juga sering disebut sebagai induksi alami.

Banyak dokter kandungan menyarankan rutin melakukan seks dengan penetrasi ketika memasuki usia kandungan 36 minggu untuk membantu pembukaan jalan lahir.

Manfaatkan kesempatan ini Moms. Mengingat dalam beberapa bulan setelah melahirkan, Moms dan Dads harus libur berhubungan seks.

4. Tetap Percaya Diri

Perubahan tubuh saat hamil membuat banyak perempuan jadi tidak percaya diri dengan tubuh mereka.

Berat badan yang meningkat tajam, perut yang membuncit, payudara yang membesar, mudah lelah, dan perubahan lainnya membuat Moms tidak cukup percaya diri untuk berhubungan seks.

Stop merasa seperti itu ya Moms! Kehamilan adalah sebuah anugerah dan perubahan yang terjadi saat hamil adalah bagian dari anugerah tersebut. Moms harus tetap percaya diri.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Seputar Hubungan Seks yang Sering Muncul Ketika Sedang Hamil

5. Lakukan Hal Intim Lain selain Seks

Berhubungan seks saat hamil bukan satu-satunya cara untuk intim dengan pasangan, terutama saat hamil. Cukup banyak cara yang bisa Moms dan Dads lakukan tanpa harus melakukan seks.

Dads bisa memberikan Moms pijatan di area kaki, punggung, dan area lain yang umumnya terasa nyeri saat hamil. Pijatan lembut sambil berbincang bisa jadi hal yang intim dan mesra.

Hal lain yang bisa Moms dan Dads lakukan adalah pergi babymoon. Nikmati kebersamaan sebelum kalian disibukkan dengan mengurus bayi beberapa bulan lagi.

Itulah lima tips berhubungan seks aman dan nyaman saat hamil. Moms juga bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan terkait hal ini. Selamat mencoba!

Artikel Terkait