KESEHATAN
29 Oktober 2019

Catat, Ini 6 Mitos Kesehatan Gigi yang Salah Kaprah

Gigi putih belum tentu sehat lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menjaga kesehatan gigi adalah hal yang penting, bahkan menjadi salah satu prioritas sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Namun, ada beberapa mitos kesehatan gigi yang ‘menyesatkan’. Bukannya membuat gigi sehat, justru berdampak buruk pada kesehatan gigi, bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen.

Agar tidak salah, yuk Moms ketahui mitos kesehatan gigi yang salah kaprah. Berikut ulasannya.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi Ibu Hamil

1. Menyikat Gigi dengan Keras Membuat Gigi Bersih

sikat gigi - healthysmiledental.com.au.jpg

Foto: Healthysmiledental.com.au

Mitos kesehatan gigi yang pertama adalah menyikat gigi dengan keras membuat gigi lebih bersih. Menyikat gigi dengan keras atau kasar justru dapat menyebabkan pendarahan dan kerusakan pada gigi dan gusi.

Sebab, dapat mengikis enamel gigi yang berfungsi sebagai pelindung dari bakteri. Jadi, sebaiknya menyikat gigi dengan lembut. Jika gusi dan gigi sensitif, gunakan sikat gigi yang memiliki bulu lembut.

"Banyak orang merasa lebih bersih ketika menyikat gigi dengan keras, tetapi sebenarnya itu menghilangkan enamel. Saya merekomendasikan untuk menggunakan sikat gigi berbulu lembut," kata Ana Paula Ferraz-Dougherty, DMD, dokter gigi di San Antonio, Texas sekaligus juru bicara American Dental Association.

2. Tidak Perlu Flossing (membersihkan sela gigi menggunakan benang gigi)

flossing - mulberrydental.ca.jpg

Foto: Mulberrydental.ca

Mitos kesehatan gigi yang selanjutnya adalah tidak perlu flossing. Menyikat gigi saja tidak cukup, sebaiknya lakukan flossing secara rutin.

Hal tersebut dikarenakan ada bagian pada mulut yang mungkin sulit dijangkau oleh sikat gigi. Artinya, sekitar 33 persen area mulut tidak bersih.

"Penumpukan sisa makanan ada yang hanya bisa dihilangkan dengan menggunakan dental floss atau benang gigi," ujar dokter gigi Dr. Ferraz-Dougherty.

3. Mengunyah Permen Karet Bebas Gula Sama Baiknya dengan Menyikat Gigi

Chewing-Gum- scienceabc.com.jpg

Foto: Scienceabc.com

Mitos kesehatan gigi yang selanjutnya adalah mengunyah permen karet bebas gula sama baiknya dengan menyikat gigi. Permen karet bebas gula yang mengandung xylitol dapat membantu melindungi gigi, tetapi tidak dapat menggantikan sikat gigi untuk menjaga kebersihan mulut.

”Mengunyah permen karet masih belum menggantikan menyikat dan membersihkan gigi dengan benang untuk membersihkan plak dari permukaan gigi,” kata Ferraz-Dougherty.

Baca Juga: Yuk Ajak Anak Flossing, Bermanfaat untuk Kesehatan Giginya!

4. Gigi Berlubang karena Gula

artikel_HERO Gigi Berlubang Tapi Tidak Sakit saat Hamil, Apa Sebabnya.jpg

Mitos kesehatan gigi yang selanjutnya adalah gigi berlubang karena gula. Ternyata, gula bukan satu-satunya yang menyebabkan gigi berlubang.

Makanan bertepung, alkohol, jeruk, dan minuman bersoda bebas gula juga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.

Ferraz-Dougherty menyebutkan, konsumsi kerupuk dan keripik bisa jadi lebih buruk untuk kesehatan gigi dibandingkan makan permen.

"Pada umumnya karbohidrat memiliki gula yang merusak gigi, tidak hanya itu karbohidrat juga benar-benar menempel pada gigi,” jelasnya.

5. Gigi Putih adalah Gigi Sehat

Bolehkah Veneer Gigi Saat Hamil?

Mitos kesehatan gigi yang selanjutnya adalah gigi putih sama dengan gigi sehat. Gigi putih bukanlah standar untuk kesehatan mulut yang optimal.

Hal itu dikarenakan setiap individu memiliki warna alami gigi yang berbeda. Nafas segar dan tidak berlubang adalah indikasi utama bahwa seseorang memiliki gigi yang sehat.

6. Tidak Perlu Periksa jika Tidak Sakit Gigi

periksa gigi - thestatesman.com.jpg

Foto: Thestatesman.com

Mitos kesehatan gigi yang selanjutnya adalah tidak perlu periksa hika tidak sakit gigi. Rutin memeriksa kondisi kesehatan gigi dapat mencegah sakit gigi yang parah. Sebab, ketika ada gigi berlubang atau penyakit gusi bisa jadi belum merasakan sakit.

Namun, ketika sudah ada komplikasi lebih lanjut baru merasakan sakit yang tidak tertahankan.

"Tujuan dari pergi ke dokter gigi adalah agar kita dapat mencegah hal-hal yang terjadi pada gigi, melindungi dan memperhatikan kesehatan gigi sebelum mereka menjadi masalah," kata Ferraz-Dougherty.

Baca Juga: Ternyata Ini Pentingnya Siwak Untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Itulah beberapa mitos kesehatan gigi yang tidak perlu Moms percayai lagi. Jadi, rutin memeriksakan kesehatan gigi setiap enam bulan sekali ya Moms.

Ajak juga Si Kecil agar terbiasa menjaga kesehatan gigi sejak dini.

(SWN)

Artikel Terkait