KEHAMILAN
27 Mei 2019

Catat, Ini yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Cacar Saat Hamil

Jangan panik dulu, atasi cacar saat hamil dengan tepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Saat hamil, Moms wajib menjaga kesehatan diri agar tak mengalami masalah serius.

Sayangnya, Moms saat hamil mungkin mengalami infeksi seperti cacar air.

Lalu, bagaimana caranya mengatasi cacar air saat hamil?

Mengenal Cacar Saat Hamil

Catat Ini yang Harus Dilakukan Ketika Cacar Saat Hamil 01.jpg

Foto: Continental Hospital

Cacar air (juga disebut varicella) adalah infeksi umum pada anak-anak.

Ini bisa berbahaya bagi janin yang belum lahir atau bayi yang baru lahir jika Moms mengalaminya selama kehamilan.

Moms mungkin tidak perlu khawatir tentang cacar air jika Moms pernah mengalaminya sebelumnya atau jika Moms sudah mendapatkan vaksin cacar air.

Kedua hal ini dapat membantu membuat Moms kebal terhadap cacar air. Kekebalan berarti dilindungi dari infeksi.

Sayangnya banyak wanita tidak tahu apakah mereka kebal terhadap cacar air. Jika Moms tidak yakin, bicarakan dengan dokter pada saat pemeriksaan kandungan.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil?

Lantas, apa yang jadi penyebab dari cacar air? Cacar air disebabkan oleh virus.

Gejalanya meliputi ruam gatal, lepuh dan demam. Gejala-gejala ini muncul sekitar 2 minggu setelah Moms mendapatkan virus cacar air.

Infeksi ini biasanya tidak berbahaya pada anak-anak. Tetapi 1 dari 2 dari 10 wanita hamil (sekitar 10 hingga 20 persen) yang terkena cacar air menderita pneumonia (sejenis infeksi paru-paru) yang berbahaya.

Moms bisa terkena cacar air dengan melakukan kontak dengan ruam cacar air orang lain. Ini juga menyebar di udara ketika seseorang dengan cacar air atau bersin.

Orang yang terinfeksi dapat menyebarkan cacar air mulai 1 hingga 2 hari sebelum ruam muncul dan sampai ruam berhenti menyebar dan ditutupi oleh keropeng kering. Ini biasanya sekitar 5 hari setelah muncul ruam.

Dampak Pada Janin dan Cara Mengatasinya

Catat Ini yang Harus Dilakukan Ketika Cacar Saat Hamil 02.jpg

Foto: Huggies

Jika Moms menderita cacar air selama kehamilan, Moms berisiko mengalami komplikasi seperti pneumonia.

“Untuk janin, risikonya tergantung pada waktu. Jika cacar air terjadi selama 20 minggu pertama kehamilan, khususnya antara minggu ke delapan dan 20, janin bisa jadi berisiko mengalami cacat lahir yang langka yang dikenal sebagai sindrom varicella bawaan,” kata Tatnai Burnett, M.D. dikutip dari mayoclinic.org.

Seorang bayi yang memiliki sindrom varicella bawaan mungkin mengalami jaringan parut kulit, dan kelainan mata, otak, ekstremitas dan pencernaan.

Jika cacar air berkembang selama beberapa hari sebelum Anda melahirkan hingga 48 jam pascapersalinan, janin mungkin dilahirkan dengan infeksi yang berpotensi mengancam jiwa yang disebut neonatal varicella.

Untuk mengatasinya, Moms direkomendasikan suntikan produk globulin imun yang mengandung antibodi terhadap virus cacar air.

Baca Juga : Rencanakan Kehamilan Lagi 6 Bulan Pasca Keguguran

Ketika diberikan dalam 10 hari paparan, globulin imun dapat mengurangi risiko cacar air atau mengurangi keparahannya.

Sayangnya, karena kelangkaan sindrom varicella bawaan, tidak jelas apakah perawatan ini membantu melindungi janin dalam kandungan.

Jika Moms terkena cacar air selama kehamilan, dokter mungkin meresepkan obat antivirus oral untuk mempercepat pemulihan. Obat ini paling efektif bila diberikan dalam 24 jam setelah ruam berkembang.

Jika Moms menderita cacar air saat melahirkan, bayi mungkin dirawat dengan produk globulin imun segera setelah lahir untuk mencegah varisela neonatal.

Jika bayi menderita cacar air dalam dua minggu pertama kehidupan, obat antivirus juga dapat diberikan.

Apakah Moms pernah mengalami pengalaman cacar air saat hamil?

(GSA)

Artikel Terkait