COVID-19
23 September 2020

CDC Menarik Pernyataan Tentang COVID-19 Menular Lewat Udara, Begini Klarifikasinya

Pernyataan tersebut telah ditarik dari situsnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat meralat pernyataan terkait virus corona bisa menular melalui transmisi udara atau airborne. Hal ini disampaikan CDC melalui situs resminya pada Jumat (18/9/2020).

Hal ini diterangkan oleh salah satu juru bicaranya, yang mengaku melakukan kesalahan dan telah meralat pernyataannya. Ketahui lebih lanjut tentang ralat mengenai COVID-19 menular lewat udara pada situs CDC berikut ini.

Baca Juga: Cara Cegah Penyebaran Bakteri dan Kuman pada Anak di Masa Pandemi Covid-19

Kesalahan Posting Artikel Terkait COVID-19 Menular Lewat Udara

cdc menarik pernyataan tentang covid bisa menular lewat udara

Foto: Orami Photo Stock

Juru bicara CDC, Jason McDonald, menyebut bahwa panduan terbaru yang diunggah pada situs resmi CDC adalah kesalahan. Saat ini unggahan tersebut sudah ditarik dari situs CDC.

"CDC saat ini memperbarui rekomendasinya mengenai penularan melalui udara SARS-CoV-2. Setelah proses ini selesai, pembaruan akan diposting," ungkap Juru bicara CDC, Jason McDonald, seperti dilansir CNN.

Dalam pedoman barunya tersebut, CDC menyebut bahwa virus corona umumnya dapat menyebar melalui tetesan pernapasan atau partikel kecil yakni aerosol yang terjadi ketika seseorang terinfeksi corona sedang berbicara, bernyanyi, menguap, bersin, batuk, bahkan bernapas.

"Virus di udara, termasuk COVID-19, adalah virus yang paling menular dan mudah menyebar," tulis CDC dalam pedoman barunya yang kini sudah dihapus.

Padahal sebelumnya, situs CDC mengatakan bahwa COVID-19 diperkirakan menyebar terutama pada orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan jarak sekitar 1,8 meter dan melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara.

Dalam panduan baru tersebut juga tertera bahwa partikel-partikel ini dapat menyebabkan infeksi ketika terhirup ke dalam hidung, mulut, saluran udara, dan paru-paru.

"Ini dianggap sebagai cara utama penyebaran virus" tulis CDC.

Baca Juga: Ketahui Pengertian Penularan Penyakit Secara Airborne, Droplet, dan Aerosol

Perubahan Pedoman Lama pada Situs CDC

cdc menarik pernyataan tentang covid bisa menular lewat udara

Foto: Orami Photo Stock

Dalam unggahan tentang COVID-19 menular lewat udara yang kini sudah ditarik kembali, ada beberapa perubahan yang diklarifikasi oleh CDC terkait pernyataan lama yang pernah diunggah.

Pertama, panduan tentang cara penyebaran virus corona baru.

Meskipun diketahui dapat menyebar melalui tetesan di antara orang-orang yang terpisah kurang dari 1,8 meter, peneliti terus mengeksplorasi bagaimana virus tersuspensi dalam partikel aerosol di udara dan ditularkan ke orang-orang yang jaraknya lebih dari 1,8 meter.

Kedua, sebelumnya CDC menyarankan untuk menjaga jarak sosial (social distancing) 1,8 meter, mencuci tangan, rutin membersihkan dan mendesinfeksi permukaan benda, menutupi mulut dan hidung dengan masker saat berada di sekitar orang lain.

Sekarang, CDC mengatakan untuk menjaga jarak dengan orang lain lebih dari 1,8 meter jika memungkinkan. Memakai masker, mencuci tangan, dan mendesinfeksi peralatan sekitar.

Ketiga, CDC juga mengimbau orang yang sedang isolasi mandiri untuk tetap berada di rumah dan membersihkan ruangan dengan desinfektan agar kuman dan bakteri yang terbawa oleh udara ke dalam ruangan mati.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai pernyataan CDC mengenai COVID-19 menular lewat udara yang kini sudah ditarik kembali.

Baca Juga: Infeksi Virus COVID-19 Lebih Cepat Jika Menyentuh Wajah, Pakar Jelaskan Pentingnya Social Distancing

Artikel Terkait