BALITA DAN ANAK
22 Juli 2020

Langkah Efektif Cegah Alergi Si Kecil dengan Sinbiotik

Yuk Moms #CegahAlergiSekarang sebelum terlambat!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dalam rangka “Pekan Cegah Alergi Anak 2.0”, yang diadakan bertepatan dengan momentum World Allergy Week pada tanggal 28 juni – 4 juli 2020 lalu, yang menekankan bahwa penting untuk mencegah alergi dari rumah, termasuk alergi yang dialami oleh Si Kecil.

Berangkat dari topik inilah, diskusi dan tanya jawab seputar pencegahan alergi bersama dr. Attila Dewanti, Sp.A (K) dan pasangan selebriti Merdi Octav dan Rama Sahetapy pada acara IG Live Orami Parenting dan Nutriclub (2/7/20).

“Alergi adalah suatu respons imun tubuh kita terhadap sesuatu benda asing atau zat yang dianggap asing oleh tubuh kita secara berlebihan. Zat asing pemicu alergi ini disebut allergen, menurut penjelasan,” ujar dr.Attila, Dokter Spesialis Anak (Konsultan Neurologi) Brawijaya Hospital Antasari.

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, dijelaskan bahwa alergi bisa terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mendeteksi substansi yang berbahaya dan tubuh memberikan reaksi berlebih atas hal tersebut.

Alergi pada anak banyak macamnya, tidak hanya ditandai dengan bersin atau batuk. Alergi pada anak biasanya juga menyerang kulit dengan beberapa gejala.

Gejala alergi pada anak yang pertama biasanya ditandai dari kulit anak menjadi kemerahan khususnya pada area pipi, lalu bisa juga ditandai dengan bersin berulang kali tanpa flu, suara napas terdengar seperti siulan, dan batuk kering tanpa adanya infeksi.

Dijelaskan pada laman American College of Allergy, Asthma & Immunology, bahwa perwujudan gejala alergi pada anak bermacam-macam. Selain bersin-bersin, anak yang alergi juga bisa mengalami gatal-gatal, sesak napas, batuk-pilek, dan sakit perut.

Faktor Genetik Sebagai Penyebab Alergi pada Anak

Pekan Cegah Alergi Anak Nutriclub

Foto: Orami Stock Photos

Sebenarnya, sampai saat ini penyebab alergi belum diketahui secara pasti. Tetapi, faktor genetik atau keturunan (Hereditary), dipercaya mempunyai pengaruh terjadinya alergi pada anak. Di mana anak bisa mendapatkan alergi dari kedua orang tuanya.

Hal tersebut dibenarkan oleh dr. Attila, yang mengatakan bahwa sangat besar faktor keturunan itu bisa terjadi pada anak dengan risiko alergi. “Hal ini tergantung Ayah atau Ibu-nya yang alergi dengan gejala yang sama, maka anaknya punya risiko alergi sebesar 60-80%. Tetapi, ketika Ayah Ibu berbeda alerginya, maka si anak punya risiko alergi 40-60%,” ujarnya.

“Jika salah satu yang alergi, Ayah atau Ibunya saja, si anak akan tetap membawa alergi namun dengan persentase yang lebih kecil, biasanya sekitar 30%. Kalau kedua orang tuanya tidak ada alergi, anak masih bisa terkena alergi dari faktor lingkungan sebesar 15%,” jelas dr. Attila.

Menurut penelitian Northwestern University Feinberg School of Medicine yang dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology, menjelaskan bahwa penyebab alergi ternyata kompleks dan berkaitan dengan banyak faktor, yaitu genetik dan lingkungan, di mana keduanya kompak sebagai pemicu alergi pada anak.

Untuk mencari tahu risiko alergi pada anak dan menentukan tindakan pencegahan alergi yang diperlukan, Moms dan Dads bisa mengetahuinya melalui Allergy Risk Screener by Nutriclub. Moms dan Dads hanya butuh waktu kurang dari 3 menit dengan cara yang sangat mudah tentunya.

Baca Juga: Apa Perbedaan Probiotik dan Prebiotik untuk Anak?

Sinbiotik Sebagai Pencegahan Risiko Alergi Genetik pada Anak

Pekan Cegah Alergi Anak Nutriclub

Foto: doc/nutriclub

Di dalam saluran cerna Si Kecil terdapat bakteri baik (probiotik) yang mendukung daya tahan tubuh dan sebagai pencegahan alergi. Probiotik harus dijaga dengan baik dan diberikan asupan nutrisi yang juga baik (prebiotik), untuk mendukung keseimbangan microbiota saluran cerna.

“Sumber makanan atau prebiotik harus mengandung yang baik-baik supaya kerjanya bagus, prebiotik seperti harus mengandung FOS:GOS sebagai sumber makanan probiotik. Apabila keduanya bersinergi, maka saluran cerna Si Kecil akan terjaga dan dikuatkan imunitasnya sehingga tidak mudah sakit,” ujar dr.Attila.

Untuk mencegah risiko alergi genetik pada anak, bisa dilakukan dengan cara meningkatkan daya tahan tubuhnya, caranya adalah dengan menjaga kesehatan saluran cernanya dan manajemen nutrisi, yaitu sinbiotik.

“Sinbiotik adalah kombinasi prebiotik dan probiotik yang keduanya harus bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan imunitas saluran cerna.” Ujar dr. Attila.

Kandungan sinbiotik dipercaya dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dan memelihara keseimbangan jumlah bakteri baik di usus dan juga diketahui dapat mengurangi risiko alergi pada anak.

Baca Juga: Manfaat Prebiotik, Bakteri yang Aman untuk Si Kecil

Seberapa Efektif Sinbiotik untuk Mencegah Risiko Alergi pada Anak?

Pekan Cegah Alergi Anak Nutriclub

Foto: Orami Stock Photos

Ada yang bertanya pada sesi Q&A IG Live Orami Parenting dan Nutriclub: “Dok, apa yang perlu diperhatikan dalam memilih susu formula untuk anak yang berisiko tinggi alergi? Apakah sinbiotik ini selain meningkatkan imunitas anak juga berpengaruh pada resiliensi dan kecerdasan anak?”

Pertanyaan ini dijawab langsung oleh dr.Attila, yang menjelaskan bahwa saat ini di pasaran banyak sekali jenis susu yang beredar, mulai susu untuk anak yang tidak mempunyai alergi dan ada susu untuk anak yang memiliki risiko alergi.

Susu untuk anak yang memiliki risiko alergi biasanya dikenal dengan susu protein terhidrolisa parsial (PHP), apa itu? Susu yang miliki kandungan protein yang dipecah (terhidrolisa) secara parsial, supaya lebih mudah diserap si kecil sehingga menurunkan risiko alergi.

Lalu, kandungan sinbiotik ini dapat menguatkan imunitas saluran cerna Si Kecil, sehingga Si Kecil jarang sakit atau diare, sehingga ia dapat mengikuti terus pelajaran di sekolahnya agar tumbuh kembangnya maksimal.

Menurut pasangan selebriti Merdi Octav dan Rama Sahetapy yang mempunyai anak dengan risiko alergi, bahwa tidak semua sinbiotik itu sama, kita sebagai orang tua harus memilih yang sudah dipatenkan dan terbukti klinis mendukung sistem imun Si Kecil dalam menurunkan risiko alerginya, yaitu FOS:GOS dan Probiotik B.Breve.

"Ternyata kombinasi FOS:GOS dan B.Breve yang dipatenkan mampu berfungsi untuk memiliki risiko sensitivitas lebih rendah dan mudah dicerna, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak", ucapnya.

Baca Juga: Probiotik Untuk Bayi: Kapan Diperkenalkan dan Apa Manfaatnya?

Inovasi Advanced Sinbiotik Formulasi Nutricia

Alergi pada anak bukanlah sesuatu yang hanya bisa Moms pasrahkan dan ditunggu muncul, namun alergi pada anak ini adalah sesuatu yang bisa Moms cegah.

Telah hadir advanced innovation sinbiotik (SYNEO Engine) yang merupakan kombinasi sinbiotik unik yang bersinergi dan telah dipatenkan, terdiri dari prebiotik FOS:GOS (1:9) dan probiotik B.breve yang terbukti klinis mendukung sistem imun dalam menurunkan risiko alergi si Kecil. Diformulasikan oleh Nutricia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun riset di bidang alergi dan imunologi.

Untuk mencari tahu lebih lanjut seputar pencegahan alergi, Moms bisa mengunduh Allergy Prevention Kit Digital (bit.ly/allergypreventionkit) dan ikuti Instagram @nutriclub_id untuk informasi lainnya dan juga penawaran menarik dari Nutriclub.

Yuk Moms #CegahAlergiSekarang sebelum terlambat!

Artikel Terkait