3-12 BULAN
1 November 2019

Cegah Penyakit Mematikan, Ini Anjuran Imunisasi Bayi 0-18 Bulan Menurut IDAI

Vaksinasi bayi dapat mencegah tertularnya penyakit mematikan
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Imunisasi adalah langkah penting yang perlu dilakukan, terutama untuk menjaga kesehatan bayi dari paparan penyakit yang mematikan.

Imunisasi sudah membantu banyak bayi dalam mencegah penyakit seperti campak, polio, batuk rejan, dan cacar. Bayi perlu melakukan imunisasi pada usia 0-18 bulan.

Melakukan imunisasi dapat juga dapat mencegah infeksi dan tersebarnya penyakit mematikan untuk generasi selanjutnya.

Berikut ini jenis-jenis imunisasi bayi usia 0-18 bulan yang perlu diketahui.

Baca Juga: Vaksin Menyebabkan Autisme? Ini Kata Ahli!

Imunisasi Bayi yang Berusia 0-18 Bulan

Orang tua perlu memberikan imunisasi dasar dan imunisasi yang dianjurkan kepada bayi. Selain imunisasi dasar, imunisasi bayi juga perlu meliputi imunisasi yang diajurkan.

Berikut ini jadwal imunisasi yang dianjurkan untuk bayi berusia 0-18 bulan berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2017.

1. PCV

Ini Deretan Vaksin yang Wajib Diberikan untuk Si Kecil!

Vaksin PCV berperan untuk mencegah infeksi bakteri pneumokokus yang dapat menimbulkan penyakit meningitis, infeksi darah, dan radang paru.

Imunisasi bayi dengan vaksin PCV diberikan sebanyak empat kali, yaitu saat bayi berusia dua bulan, empat bulan, enam bulan, dan saat berusia 12 sampai 15 bulan.

Jika vaksin PCV diberikan saat bayi berusia tujuh sampai 12 bulan, maka imunisasi bayi untuk vaksi PCV perlu dilakukan sebanyak dua kali dengan rentang waktu dua bulan.

2. Hib

vaksinibu2.jpg

Serupa dengan vaksin PCV, imunisasi bayi dengan vaksin Hib bertujuan untuk mencegah penyakit infeksi telinga, radang paru, meningitis, dan sebagainya.

Vaksin Hib hanya untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh bakteri Hib dan tidak dapat mencegah penyakit karena bakteri pneumokokus. Oleh karenanya vaksin PCV tetap perlu diberikan.

Imunisasi bayi dengan vaksin Hib dilakukan sebanyak empat kali, yaitu saat bayi berusia dua bulan, tiga bulan, empat bulan, dan saat berusia 15 sampai 18 bulan.

Baca Juga: Vaksin Bayi, Perlu atau Tidak?

3. Rotavirus

tips ketika si kecil mau suntik vaksin hero banner magz (1510x849)

Vaksin rotavirus berguna untuk mencegah diare yang disebabkan oleh rotavirus. Imunisasi bayi dengan rotavirus diberikan sebanyak tiga kali, yaitu saat bayi berusia dua bulan, empat bulan, dan enam bulan.

Terdapat dua macam vaksin rotavirus yang akan diberikan sebelum bayi berusia satu bulan, yaitu vaksin rotavirus monovalen dan vaksin rotavirus pentavalen.

Vaksin rotavirus monovalen diberikan dua kali, yaitu saat bayi berusia enam sampai 14 minggu. Dosis kedua akan diberikan setelah rentang waktu empat minggu dengan batas akhir pemberian vaksin saat bayi berusia 24 minggu.

Pada vaksin rotavirus pentavalen, imunisasi bayi akan dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu saat bayi berusia enam sampai 14 minggu.

Dosis kedua dan ketiga akan diberikan setelah rentang waktu empat sampai 10 minggu dengan batas akhir pemberian vaksin saat bayi berusia 32 minggu.

4. Influenza

5 Pencegahan Bayi Tertular Flu, Batuk dan Pilek.jpg

Imunisasi bayi dengan vaksin influenza dilakukan setahun sekali dan dimulai saat bayi berusia enam bulan. Dosis vaksin influenza yang diberikan untuk bayi yang berusia enam sampai 36 bulan adalah 0,25 ml.

Baca Juga: Vaksin MMR Kembali Hadir di Indonesia, Kenali Manfaatnya untuk Bayi

5. Varisela

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 2.jpg

Vaksin varisela dapat mencegah cacar air. Imunisasi bayi dengan vaksin varisela hanya dilakukan sekali saat bayi berusia 12 bulan sampai 18 tahun.

6. Japanese Encephalitis

bolehkah bayi diimunisasi saat pilek dan batuk 1

Imunisasi bayi dengan vaksin Japanese encephalitis berguna untuk mencegah infeksi virus Japanese encephalitis yang dapat menyebabkan penyakit radang otak.

Imunisasi bayi dengan vaksin Japanese encephalitis dilakukan sebanyak dua kali, yaitu saat bayi berusia 12 bulan dan saat berusia 24 bulan sampai tiga tahun.

Namun, terkadang vaksin hanya diberikan pada daerah endemis atau daerah yang rawan akan penyakit itu. Vaksin juga dapat diberikan kepada turis yang ingin mampir ke daerah tersebut.

Jika orang tua menginginkan perlindungan jangka panjang, maka imunisasi bayi dengan vaksin Japanese encephalitis dapat diberikan satu sampai dua tahun setelah imunisasi awal.

Itu dia beberapa jenis imunisasi bayi yang perlu dilakukan di usia 0-18 bulan. Melakukan imunisasi bayi dapat menjadi investasi yang bagus untuk kesehatan anak nanti.

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait