BALITA DAN ANAK
2 Juli 2019

Cek 3 Metode Mendisiplinkan Anak dengan Cara Time Out

Time out membuat Si Kecil sadar akan hal yang tidak boleh dilakukannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Time out sesungguhnya tanpa sadar sering kali dilakukan orang tua, saat anak melakukan hal-hal di luar batas kesabaran.

Alih-alih memukul atau memarahinya, orang tua lebih memilih diam dan meminta Si Kecil berdiam dahulu beberapa saat. Saat itulah, time out tengah berjalan.

Meski begitu, cara ini tidak direkomendasikan untuk anak di bawah dua tahun, sebab anak di bawah 24 bulan belum akan mengerti meski diperlakukan dengan cara ini.

Untuk Moms yang ingin mencoba teknik ini, berikut metode time out yang bisa dicoba!

1. Buat Peraturan yang Tepat

adorable-baby-blurred-background-813616.jpg

Pengaturan yang tepat sangat penting. Tujuan akhirnya tentu saja untuk membantu anak-anak kita belajar mengatur perilaku mereka sendiri.

Mungkin Si Kecil memang diberi kontrol, akan tetapi tetap butuh penanganan yang tepat dari orang tua.

Misalnya, siapkan area time out, dia harus mengerti kalau setelah dia melakukan kesalahan dan masuk ke area tersebut dia tahu kalau telah berlaku yang kurang baik.

Adapun waktu selama anak menjalankan time out juga menjadi waktu bagi Moms untuk introspeksi diri.

Pilihlah tempat yang aman dan tanpa gangguan. Namun, bukan berarti tempat tersebut menyeramkan dan tidak juga membuatnya terlalu nyaman.

Sebuah bangku kecil atau kursi berukuran anak yang ditempatkan di sudut ruang makan yang jauh atau ruang kecil lainnya adalah yang terbaik.

Baca Juga : Tips Mendisiplikan Anak Tanpa Iming-Iming Maupun Hukuman

2. Kapan Menggunakan Time Out

adorable-blonde-blur-1912868.jpg

Akan sangat baik, kalau time out digunakan di saat yang tepat.

Tekniknya menetapkan batas waktu sesuai usia dan mendorong penggunaan waktu menyendiri untuk banyak situasi.

Orang tua dan pengasuh sering menggunakan waktu menyendiri lebih sebagai cara untuk membantu balita tenang atau mengamuk dan kadang-kadang itu membutuhkan waktu lebih lama dari 2 menit, tetapi itu juga dapat digunakan untuk mempengaruhi perubahan jenis perilaku lainnya.

Dengan beberapa latihan dan ketika dilakukan dengan benar, batas waktu bisa efektif dalam situasi lain juga.

Misalnya, ini berfungsi untuk setiap perilaku yang moms inginkan agar anak berhenti memukul, melempar barang, menjerit-jerit di rumah, merobek buku, memanjat rak buku, dan apa saja.

Ditambah lagi, time out juga bisa berfungsi dengan baik untuk membuat Si Kecil mulai berperilaku mengambil mainan, berpakaian, datang ke kamar mandi untuk mandi, dan masih banyak lagi.

Baca Juga : Hukuman dan Konsekuensi, Mana yang Lebih Baik untuk Mendidik Balita?

3. Langkah-langkah Time Out yang Efektif

adorable-angry-baby-759736.jpg

Langkah-langkah ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan diharapkan bisa juga dilakukan oleh banyak orang itu, antara lain.

Dimulai dengan peringatan yang memberi waktu dia untuk menyadari dia tengah berbuat kurang baik dan harus berhenti.

Selanjutnya adalah penjelasan, yang merupakan satu langkah maju dari peringatan kalau Si Kecil mengabaikan peringatan Moms.

Ketika dia duduk dan akhirnya berhenti melakukan hal yang kurang baik, jelaskan mengapa dia ada di sana. Penjelasan juga berlaku dua kali seandainya si kecil kembali bersikap kurang baik.

Selanjutnya buat anak meminta maaf dan menyadari kesalahnya.

Usai dia meminta maaf dan Moms menerima permintaan maafnya, berikan kasih sayang fisik pada anak.

Cium dan peluk Si Kecil dan buat dia mengerti kalau hal itu harus dilakukan.

Maafkan dan lupakan, setelah semua proses ini selesai, beralihlah dari situasinya. Lepaskan amarah, kebencian, dan kekecewaan dan biarkan anak berbenah.

Tahan keinginan untuk mengangkatnya atau melanjutkan ceramah setelah batas waktu berakhir.

(TPW/CAR)

Artikel Terkait