RUPA-RUPA
13 Agustus 2019

Cerita Perjuangan Namira Monda, Ibu dengan Anak yang lahir dengan Ubun-Ubun Tertutup

Tidak jarang Namira stres karena kondisi Aurora
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Carla Octama

Punya anak terlahir sehat dan tumbuh dengan normal adalah dambaan setiap itu. Tidak terkecuali dengan Namira Monda. Namun apa daya kenyataan mengatakan lain.

Saat anaknya lahir, Namira baru mengetahui kalau ubun-ubunnya kepala putrinya sudah tertutup, atau yang dinamakan dengan craniosynostosis.

Namira juga diberi tahu dokter bahwa pendengaran putrinya yang lahir melalui proses operasi caesar masih belum berfungsi karena ukuran rumah siputnya sangat kecil.

Apa Itu Craniosynostosis?

39225885 536093610158435 719693071196880896 n

Craniosynostosis merupakan kondisi kelainan di tulang tengkorak yang menyebabkan bentuk kepala bayi tidak normal atau tidak proporsional.

Bentuk tulang tengkorak yang tidak proporsional bisa menimbulkan sakit kepala berkepanjangan, gangguan penglihatan, serta masalah psikologis di kemudian hari.

Di sisi lain, ubun-ubun yang tertutup itu juga punya dampak yang cukup serius. Normalnya ubun-ubun bayi akan menutup di usia 6-20 bulan.

Hal ini pun membuat adanya risiko kalau perkembangan otak akan terganggu jika tidak dioperasi, anak bisa muntah tanpa disertai rasa mual, terjadi gangguan pendengaran, kejang pada anak.

Baca Juga : Terlahir Tuli, Bayi Perempuan Ini Menangis Pilu Saat Pertama Kali Mendengar Suara Ibunya....

Aurora Mengalami Berbagai Gangguan Kesehatan Lainnya

37745164 239704193318526 4690866476423315456 n

Tidak hanya craniosynostosis, Aurora pun mengalami Brain Atrophy, hilangnya sel dan jaringan otak, ini yang menyebabkan ukuran otak menciut dan jauh mengecil daripada ukuran aslinya.

“Ini yang menyebabkan kepala Auro mengecil dan kami tidak perlu tindakan craniotomy jika ternyata otaknya saja kecil. Hal itu bisa memengaruhi seluruh fungsi otak, baik motorik, sensorik dan intelektual,” terang Monda seperti dikutip dari Mommiesdaily.com.

Microcephaly, kondisi neurologis di mana kepala bayi lebih kecil dari ukuran kepala anak anak lainnya pun harus dihadapi Aurora. Begitu pula dengan cerebral palsy dan Dandy Walker.

Di usianya yang masih sangat muda, Aurora juga harus mengalami optic neuritis atau yang juga dikenal dengan peradangan pada saraf optik.

Untungnya, optic neuritis biasanya dapat membaik dengan sendirinya. Dalam beberapa kasus, obat-obatan steroid digunakan karena dapat membantu mengurangi peradangan pada saraf optik.

Aurora juga sempat mengalami gizi buruk. Saat berusia 1 tahun, berat Ulo hanya 5 kg dan hanya mau minum ASI langsung.

Untuk mengejar ketertinggalan berat badannya, dokter lalu memasang NGTube. Dengan begitu, susu bisa langsung masuk ke lambung Aurora.

Terus Berjuang Demi Kesehatan dan Perkembangan Aurora

39983355 704875009874593 1673598336906559488 n

Aurora kini sudah berusia 2 tahun. Namira mengaku masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui perkembangan Aurora. Di sisi lain, dia juga mulai menerima kondisi Ulo yang spesial.

“Karena salah satu tantangan orangtua yang punya anak spesial ini dapat cibiran orang karena anaknya beda, dengan tatapan aneh, digurui orang asing. Termasuk disuruh ini itulah, yang malah bikin pusing,” ungkapnya.

Menjadi orang tua dari anak yang spesial diakui Monda tidak sespesial yang dikira banyak orang. Tapi, dia mengakui bahwa dia harus melakukan apapun secara ekstra, termasuk dari sisi keimanan dan kesabaran.

“Aku percaya doa ibu nggak ada yang ngalahin. Selebihnya semua sabar. Kalau ke suami ya kita lebih kompak aja,” cerita Namira.

Kisah yang dialami Namira sangat menyentuh dan inspiratif ya Moms. Sebagai ibu, kita memang harus bisa kuat dan terus berjuang demi buah hati.

(AND)

Foto: Instagram.com/namiramonda

Artikel Terkait