BALITA DAN ANAK
13 Februari 2020

Ciri Sakit Perut pada Balita yang Harus Diwaspadai

Sakit perut yang disertai gejala ini harus dikonsultasikan ke dokter
Artikel ditulis oleh Fitria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sakit perut umum terjadi pada anak-anak, terutama pada anak usia 4-8 tahun.

Penyebabnya biasanya tidak serius, seperti makanan, stres, konstipasi, atau sekadar lapar.

Gejala Sakit Perut pada Balita

Bagaimanapun, ada kalanya sakit perut pada balita menandakan sesuatu yang lebih serius. Waspadalah jika menemukan gejala ini pada anak:

1. Muntah Berwarna Hijau

1. Muntah berwarna hijau.jpg

Terkadang anak mengeluarkan muntah berwarna kuning-hijau ketika sudah muntah berkali-kali.

Namun, kombinasi muntah hijau dan sakit perut pada balita tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda sumbatan di usus.

Saat anak berusia 8-14 bulan, sebagian usus anak bisa masuk ke bagian usus lain dan membuatnya tersumbat. K

ondisi ini bisa diatasi dengan enema (menyuntikkan cairan perangsang buang air besar lewat anus) atau operasi. Bagaimanapun, kasus ini langka.

Baca Juga: 5 Obat Sakit Perut Alami untuk Anak

2. Sakit Perut pada Balita di Kanan Bawah Perut

2. Sakit di kanan bawah perut.jpg

Foto: scholastic.com

JIka anak merasakan sakit di sekitar pusar lalu berpindah ke kanan bawah perut, ini bisa jadi pertanda apendisitis.

Menurut David Sigalet, profesor bedah anak di University of Calgary, Kanada, apendisitis terjadi ketika usus buntu tersumbat atau bengkak. Mukus (lendir) dan bakteri menumpuk sehingga menimbulkan abses (bisul bernanah) di area ini.

Kondisi ini disertai dengan hilangnya nafsu makan, sumeng, dan muntah. Jalan keluarnya adalah operasi. Namun, penyakit ini jarang sekali terjadi pada anak di bawah lima tahun.

Baca Juga: Jangan Panik, Berikut 5 Obat Alami untuk Atasi Sakit Perut Anak

3. Sakit Perut pada Balita saat Buang Air Kecil

3. Sakit saat buang air kecil.jpg

Foto: imgix.bustle.com

Nyeri di perut bagian bawah disertai rasa terbakar atau sakit saat buang air kecil adalah gejala infeksi saluran kemih.

Kondisi ini lebih banyak menyerang perempuan daripada laki-laki karena uretra (saluran untuk mengeluarkan urin dari kandung kemih) lebih pendek.

Dokter akan melakukan tes urin untuk memastikan diagnosis, lalu memberikan antibiotik agar infeksi tidak menyebar ke ginjal.

Beberapa gejala lain yang menyertai sakit perut pada balita yang perlu Moms waspadai adalah:

  • Rasa sakit yang hebat, baik terus-menerus maupun hilang-timbul
  • Tinja berwarna hitam atau berdarah (bisa jadi infeksi serius, penyakit radang usus, atau masalah usus lainnya)
  • Muntah darah
  • Demam dan batuk parah (kemungkinan pneumonia)
  • Demam tinggi dan mudah mengantuk (pertanda infeksi dan tekanan darah rendah atau kekurangan darah)
  • Berat badan turun terus
  • Gatal-gatal, wajah pucat dan bengkak, serta pusing (anafilaksis atau reaksi alergi yang paling serius)
  • Sulit menelan
  • Sakit perut lebih dari 24 jam

Baca Juga: Sering Mengeluh Sakit Perut, Apakah Mungkin Balita Sakit Maag?

  • Muntah-muntah selama 4-6 jam atau lebih
  • Menunjukkan tanda dehidrasi seperti jarang buang air kecil, kulit kering, tak keluar air mata, mata cekung, kulit berwarna keabu-abuan, sangat mengantuk
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Diare selama beberapa hari
  • Demam, muntah, dan diare (tubuh sedang memerangi bakteri atau virus)
  • Rasa terbakar di perut bagian atas yang memburuk setelah makan (kemungkinan GER atau refluks gastroesofagus)
  • Konstipasi dan diare secara bergantian (bisa jadi sindrom iritasi usus)

Jika anak tidak mengalami gejala di atas, kemungkinan Si Kecil tidak mengalami kondisi serius. Moms bisa membantu meredakan gejalanya di rumah tanpa perlu ke dokter.

Artikel Terkait