BAYI
22 November 2019

Congenital Ptosis: Kelopak Mata Turun Pada Bayi

Apakah bisa disembukan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kelopak mata bayi turun (ptosis) adalah kondisi di mana kelopak mata atas bayi lebih rendah dari seharusnya. Ini dapat terjadi pada satu atau kedua mata.

Kelopak mata yang sudah turun sejak bayi dilahirkan atau dalam tahun pertama kehidupan disebut congenital ptosis.

Apa Penyebab Congenital Ptosis?

kelopak mata bayi turun

Foto: nvisioncenters.com

Otot yang memungkinkan manusia mengangkat kelopak mata disebut otot levator. Pada congenital ptosis, otot levator tidak berkembang dengan baik sehingga tidak cukup kuat untuk mengangkat kelopak mata atas bayi.

“Biasanya tidak ada penyebab yang diketahui untuk sebagian besar kasus congenital ptosis,” kata Jane Edmon, M.D., neuro-ophthalmologist anak di Texas Children’s Hospital dan Baylor College of Medicine, seperti dikutip dari Parents.

Meskipun demikian, masalah saraf atau gangguan lainnya di kelopak mata juga dapat menjadi penyebabnya.

Selain itu, kelopak mata bayi turun yang terjadi sejak lahir juga dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti trauma saat lahir (seperti penggunaan forsep), gangguan pergerakan mata, masalah otak dan sistem saraf, serta tumor atau pertumbuhan kelopak mata. Terutama jika kondisi ini terjadi di kedua mata bayi.

Baca Juga: 3 Masalah Mata yang Umum Dialami Bayi

Bagaimana Ciri-ciri Congenital Ptosis pada Bayi?

kelopak mata bayi turun

Foto: ourptosisjourney.wordpress.com

Dalam laman Medlineplus.gov disebutkan bahwa bayi yang mengalami congenital ptosis dapat menunjukkan ciri-ciri seperti:

  • Satu atau kedua kelopak mata terlihat turun
  • Sering mengeluarkan air mata
  • Pandangan tertutup akibat kelopak mata bayi turun yang cukup parah

Bayi dengan congenital ptosis biasanya juga sering menengadahkan kepalanya ke belakang sebagai upaya untuk dapat melihat dari bawah kelopak yang terkulai atau mengangkat alis untuk mencoba mengangkat kelopak matanya.

Baca Juga: Apa Saja Manfaat Kontak Mata dengan Bayi?

Apakah Kelopak Mata Bayi Turun Sejak Lahir Dapat Disembuhkan?

kelopak mata bayi turun

Foto: littlethings.com

Dalam mengobayi congenital ptosis, otot levator dapat diperpendek dan diperkuat, berdasarkan tingkat keparahan ptosis dan fungsi otot elevator yang sudah ada sebelumnya.

Pada ptosis yang berhubungan dengan usia atau bukan bawaan, maka levator dapat disambungkan kembali atau sedikit diperpendek untuk memperbaiki posisi kelopak mata.

Jika pada kedua kondisi (congenital dan non-congenital) fungsi levator buruk, kelopak mata dapat diangkat dengan menggunakan sling suspensi frontalis untuk menghubungkan frontalis ke kelopak mata.

“Dengan menggunakan teknik ini, daya angkat lebih besar dan margin kelopak mata dapat terangkat juga,” kata Deborah D. Sherman, MD, kepala okuloplastik dan ahli bedah di Sherman Aesthetic Center di Nashville, Tenn, seperti dikutip dari situs resmi American Academy of Ophtalmology (AAO).

Dalam kasus dengan tingkat keparahan ringan, pembedahan tidak perlu dilakukan. Sementara untuk kasus yang parah, pembedahan perlu segera dilakukan untuk mencegah ambliopia (lazy eye).

Baca Juga: Mata Bayi Kuning, Apa yang Salah?

Jika congenital ptosis bayi sudah menyebabkan ambiopia atau astigmatisme, dokter mata perlu mengobati kondisi tersebut untuk mengembalikan penglihatan normal bayi.

Misalnya, meminta bayi menggunakan penutup mata dengan kelopak yang kuat untuk mendorong kelopak mata yang turun untuk bekerja atau meminta bayi menggunakan kacamata untuk memperbaiki astigmatismenya.

Bayi juga akan memerlukan pemeriksaan mata secara teratur untuk memastikan ptosisnya telah teratasi dan tidak ada masalah penglihatan yang terdeteksi.

Kelopak mata bayi turun yang bukan bawaan lahir atau terjadi setelah usia 1 tahun dapat dipicu oleh penyebab lain dan mungkin memiliki gejala yang berbeda. Demikian halnya dengan pengobatan yang harus dijalani.

Artikel Terkait