COVID-19
30 Juni 2020

Studi Pasien Terbaru, COVID-19 Bisa Sebabkan Kerusakan Otak

Virus ini tidak hanya menyerang saluran pernapasan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa ada kemungkinan COVID-19 menyebabkan kerusakan otak. Kajian ini dikeluarkan dalam New England Journal of Medicine pada 4 Juni 2020.

Studi tersebut mendokumentasikan gejala neurologis pada pasien dengan COVID-19 yang dirawat di Strasbourg University Hospital, Perancis. Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Apakah COVID-19 Bisa Menular Lewat Hubungan Seks?

Infeksi COVID-19 yang Sebabkan Tanda-tanda Kerusakan Otak

COVID-19 sebabkan kerusakan otak-2

Foto: Orami Photo Stock

Dalam jurnal tersebut, dituliskan bahwa pasien yang dirawat karena COVID-19 menunjukkan beberapa tanda-tanda ensefalopati (kerusakan otak) yang dialami, mulai dari kesulitan kognitif hingga kebingungan.

"Mereka (pasien) sangat gelisah, dan banyak memiliki masalah neurologis, terutama kebingungan dan delirium," kata Julie Helms, salah satu penulis studi tersebut.

Lebih lanjut, Julie juga menjelaskan bila pasien yang dirawat masih sangat muda, berusia 30-an dan 40-an.

"Kami terbiasa memiliki beberapa pasien di ICU yang gelisah dan butuh sedasi, tetapi ini benar-benar abnormal. Terutama karena banyak dari orang-orang yang kami rawat masih sangat muda, berumut 30-an dan 40-an, bahkan usia 18 tahun," kata Julie.

Baca Juga: Laki-laki Lebih Berisiko Terinfeksi Virus Corona Dibandingkan Perempuan, Begini Penjelasan Ahli

Gejala Neurologis pada Pasien COVID-19 Semakin Bertambah

COVID-19 sebabkan kerusakan otak-1

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip BBC, sudah lebih dari 300 penelitian dari seluruh dunia telah menemukan kelainan neurologis pada pasien COVID-19 yang umum, termasuk gejala ringan seperti sakit kepala, kehilangan bau (anosmia), sensasi kesemutan (arcoparasthesia), hingga yang lebih parah seperti aphasia (tidak mampu berbicara), stroke dan kejang.

Hal ini menjadi catatan bahwa infeksi virus ini tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi COVID-19 juga dapat menyebabkan kerusakan otak, dan bahkan pada ginjal, hati, jantung, dan hampir semua sistem organ dalam tubuh.

"Kami belum tahu apakah ensefalopati lebih parah terjadi sebagai gejala COVID-19 daripada dengan virus lain, tetapi kondisi telah terjadi cukup banyak," kata ahli saraf Elissa Fory dari Henry Ford Foundation di Detroit, Michigan.

Baca Juga: 4 Alasan Vaksin COVID-19 Belum Ditemukan

Artikel Terkait