2-3 TAHUN
29 Maret 2020

Apa yang Akan Terjadi Kalau Balita Kurang Tidur?

Kurang tidur bisa hambat perkembangan otak Si Kecil. Jangan biarkan terjadi!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah anak Moms sering kesulitan tidur malam atau tidur siang? Tahukah Moms, kurang tidur dapat berdampak sangat buruk bagi Si Kecil? Terutama di masa golden age mereka?

Tidur memiliki pengaruh yang sangat besar dalam proses tumbuh dan kembang anak.

Maka dari itu, sangat penting untuk mengatur waktu tidur anak supaya mereka dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal.

Karena berkaitan dengan perkembangan otak, maka Moms perlu memerhatikan waktu tidur Si Kecil dalam masa pertumbuhannya.

Waktu tidur yang cukup untuk anak usia 1-2 tahun adalah 11-14 jam perhari. Sedangkan untuk anak usia 3-5 tahun kurang lebih 10-13 jam per hari.

Dampak Anak Kurang Tidur

Jika waktu tidur normal tidak tercukupi, perkembangan otak Si Kecil akan terhambat.

Mereka jadi sulit berkembang sesuai umurnya. Selain itu, masih ada banyak lagi dampak negatif dari anak kurang tidur. Simak baik-baik dampaknya di bawah ini.

1. Berat Badan Bertambah

Dampak kurang tidur 1.jpg

Foto: todaysparent.com

Kurang tidur bisa membuat anak-anak lapar dan tertarik pada makanan berkalori tinggi.

Saat tubuh lelah, tubuh akan membuat lebih banyak hormon yang membuat kita lapar. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan nafsu makan.

Namun yang terburuk, bukan hanya rasa lapar saja yang dirasakan, tetapi anak yang kurang tidur akan cenderung makan lebih banyak dari biasanya.

Selain itu, kurang tidur juga memengaruhi metabolisme tubuh Si Kecil. Tidak cukup tidur meningkatkan risiko diabetes dan kenaikan berat badan yang tidak sehat pada anak-anak.

Baca Juga: 4 Tanda Bayi Kurang Tidur yang Harus Moms Perhatikan

2. Emosional

Dampak kurang tidur 2.jpg

Foto: loveparentinguae.com

"Anak-anak yang kurang tidur memiliki kesulitan mengatur emosi mereka," kata Jodi A. Mindell, PhD, direktur asosiasi Sleep Disorders Center di Children's Hospital of Philadelphia dan penulis buku Sleeping Through the Night.

Berdasarkan beberapa penelitian mengenai manfaat tidur, kurang tidur menyebabkan rusaknya komunikasi antarsel di otak.

Saat kurang tidur, Si Kecil akan lebih mudah lelah, emosional, dan memiliki suasana hati yang jelek.

Seringkali akan muncul juga perasaan tertekan, yang pada akhirnya membuat Si Kecil lebih emosional. Untuk anak balita, emosi berlebihan sering juga disebut dengan tantrum.

3. Depresi

Dampak kurang tidur 3.jpg

Foto: nytimes.com

MenurutSleep Health Foundation, rendahnya kualitas tidur memiliki hubungan dengan tingkat depresi.

Jika Si Kecil kurang tidur atau kualitas tidurnya kurang baik, ia akan jadi pribadi yang mudah tertekan.

Ketika mudah tertekan, Si Kecil akan memiliki kualitas tidur yang buruk. Ini menjadi sebuah siklus yang tidak bisa diputus dan akan terus berputar.

Depresi yang parah, akan memengaruhi aspek psikologis Si Kecil sehingga dampak jangka panjangnya akan memengaruhi kemampuan sosialnya juga.

Baca Juga: 7 Hal yang Harus Dihindari Saat Kurang Tidur

4. Daya Konsentrasi Menurun

Dampak kurang tidur 4.jpg

Foto: scmp.com

Kurang tidur juga membuat daya konsentrasi menurun. Kerja otak menjadi lebih lambat, dan respon atau kecekatan anak pun akan berkurang.

Akibatnya, anak kurang tidur dan lelah akan sering mengalami kecelakaan.

Kecelakaan disini termasuk cedera olahraga, atau cedera fisik seperti sering terjatuh saat berlari, menabrak benda, dan lain sebagainya.

Bukan hanya mencelakai diri saja yang mungkin terjadi ketika daya konsentrasi anak menurun.

Di sekolah pun, kemampuan akademis Si Kecil juga bisa terganggu dan kinerjanya juga akan sangat buruk.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Balita Susah Tidur di Malam Hari

Ini dapat memengaruhi aspek akademisnya dalam jangka panjang. Mereka akan sulit mengingat pelajaran, dan tidak dapat mengikuti arahan dari guru.

Artikel Terkait