DI ATAS 5 TAHUN
9 April 2019

Apa Dampaknya Bila Orang Tua dan Anak Jarang Mengobrol?

Jarang ngobrol dengan anak bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental dan perilaku lho, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Bila diperhatikan, salah satu masalah keluarga yang paling sering terjadi sekarang ini adalah orang tua dan anak jarang ngobrol karena masing-masing sibuk dengan aktivitasnya sendiri.

Tidak jarang waktu bersantai keluarga yang seharusnya diwarnai percakapan hangat malah terasa sunyi karena semua asyik berkutat dengan gadget. Apa di rumah Moms juga begitu?

Semoga tidak ya Moms, karena dampak jarang ngobrol dengan anak akan berpengaruh pada nilai hidup, kepribadian, dan pola pikir anak saat dia dewasa nanti.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang berbagai dampak bila orang tua dan anak jarang mengobrol!

Baca Juga: Daripada Main Gadget, Mari Lakukan 5 Aktivitas Berkebun yang Cocok untuk Balita di Luar Rumah

1. Kemampuan Komunikasi dan Sosial yang Kurang Baik

Menurut profesor Sandra Crosser dari Ohio Northern University, faktor paling berpengaruh bagi perkembangan bahasa dan kemampuan komunikasi anak adalah interaksi keluarga.

Anak yang jarang mengobrol dengan orang tua memiliki perbendaharaan kata lebih sedikit, kesulitan menggunakan kata dalam konteks yang tepat, serta sulit mengungkapkan pendapat atau perasaannya.

Dampak jarang berbincang dengan anak juga akan terasa pada perkembangan kemampuan sosialnya lho, Moms.

Bukan hanya membuat anak jadi kurang percaya diri, kurangnya contoh nyata dari orang tua juga membuat anak kesulitan memahami isyarat nonverbal serta bersikap sesuai norma sosial yang berlaku saat bergaul.

Baca Juga: Ayah, Stop Main Gadget! Begini Cara Bangun Quality Time dengan Istri dan Si Kecil

2. Hubungan Keluarga Kurang Erat

Ketika orang tua dan anak jarang ngobrol, rasa saling percaya dalam keluarga jadi melemah.

Tidak heran kalau akhirnya banyak terjadi kesalahpahaman, karena orang tua sering merasa tidak didengar dan anak merasa tidak mendapatkan dukungan yang dibutuhkannya.

Padahal dalam hasil studi yang dilansir The National Centre for Biotechnology Information dikatakan kalau hubungan keluarga yang tidak erat karena kurangnya komunikasi dan rasa percaya dapat mengganggu perilaku dan kualitas hubungan anak di masa depan.

3. Masalah Perilaku

Masalah kesehatan mental serta perilaku negatif juga bisa muncul sebagai dampak jarang ngobrol dengan anak.

Dari sebuah studi tentang hubungan orang tua dan anak yang dilakukan oleh peneliti Zhiwen Xiao dari University of Houston, diketahui kalau kurangnya komunikasi dalam keluarga membuat anak lebih rentan terkena depresi dan gangguan kecemasan.

Anak yang jarang ngobrol dengan orang tua juga sering kesulitan mengekspresikan emosi secara sehat, sehingga cenderung menyalurkannya melalui perilaku negatif.

Baca Juga: Suami Terlalu Sibuk Main Game, Harus Bagaimana?

4. Perkembangan Anak Terabaikan

Karena jarang mengobrol, orang tua juga jadi tidak banyak tahu tentang berbagai kendala yang dihadapi anak dalam berbagai aspek kehidupan.

Padahal dengan mengobrol orang tua dapat membantu mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional, kemampuan pemecahan masalah, mengatasi gangguan belajar, mendukung minat dan bakat, serta banyak aspek lain yang penting untuk tumbuh kembang optimal.

Belum terlambat mulai untuk memperbaiki komunikasi dengan anak kok, Moms. Luangkan waktu kumpul keluarga setiap hari untuk saling mengobrol, bertukar pikiran, dan berbicara dari hati ke hati.

Kira-kira, kendala apa lagi yang membuat orang tua jarang ngobrol dengan anak ya, Moms?

(WA/INT)

Artikel Terkait