KESEHATAN
3 Desember 2019

5 Dampak Buruk Dehidrasi Bagi Tubuh

Jika dibiarkan, ternyata dehidrasi dapat berdampak sangat buruk bagi tubuh
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Dehidrasi adalah kondisi di mana tubuh kehilangan banyak cairan dibanding yang didapatkan.

Hal itu menyebabkan terganggunya keseimbangan tubuh, sehingga menyebabkan beberapa fungsi tubuh berjalan tidak normal.

“Dehidrasi disebabkan oleh kehilangan cairan pada tingkat yang lebih cepat daripada yang bisa diisi kembali oleh tubuh Anda," jelas Renee Garrick, Nephrologist dan Direktur Medis Eksekutif di Westchester Medical Center.

Bukan hanya kelelahan atau pusing saja yang bisa terjadi akibat dehidrasi. Jika tidak ditangani serius, dehidrasi yang dibiarkan dapat berdampak sangat buruk. Apa saja dampak dehidrasi bagi kesehatan tubuh?

Baca Juga: 5 Tanda Dehidrasi yang Harus Diwaspadai

Dampak Dehidrasi Bagi Tubuh

1. Cedera Akibat Cuaca Panas

gambar utama.jpg

Saat berolahraga tubuh tentu akan kekurangan banyak cairan karena kita mengeluarkan banyak keringat.

Jika Moms tidak minum cukup cairan saat melakukan olahraga, terutama olahraga yang dilakukan di outdoor, Moms dapat mengalami cedera akibat cuaca panas. Cedera yang dapat terjadi antara lain seperti kram ringan hingga kelelahan.

Selain itu, dehidrasi saat olahraga juga dapat terjadi karena suhu tubuh yang meningkat. Jika diabaikan, seseorang bisa tidak sadarkan diri hanya karena kekurangan cairan.

2. Gangguan Ginjal

Listicle 2.jpg

Salah satu fungsi penting ginjal adalah mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh melalui produksi urine.

Jika seseorang kekurangan cairan, zat sisa tersebut akan tetap menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan sumbatan.

Jika terdapat sumbatan, seseorang rentan terkena infeksi saluran kemih atau batu ginjal. Dan jika terus berulang dan tidak segera di atasi kemungkinan gagal ginjal pun bisa terjadi.

Baca Juga: Ketahui Tanda Kulit Dehidrasi, Beda dengan Jenis Kulit Kering

3. Kejang

Listicle 3.jpg

Elektrolit - seperti kalium dan natrium - membantu membawa sinyal listrik pada sel-sel yang ada di dalam tubuh.

Jika kadar elektrolit tidak seimbang, pesan listrik dapat terganggu, dan dapat menyebabkan kontraksi otot tak sadar dan bisa menimbulkan kejang.

“Keseimbangan normal tubuh biasanya mengatur garam dan air dengan benar. Tetapi risiko dehidrasi muncul jika Anda kehilangan lebih banyak air dan garam daripada yang bisa Anda ganti, atau Anda kehilangan terlalu cepat melalui kondisi seperti diare atau muntah," ujar Renee seperti dikutip dari Huffington Post.

4. Jantung Berdebar-debar

Listicle 4.jpg

Dampak dehidrasi berikutnya adalah jantung yang berdebar kencang, kondisi ini sering disebut sebagai palpitasi.

Palpitasi adalah kondisi di mana jantung terasa berdebar dan berdetak lebih cepat daripada biasanya.

Saking kuat dan cepatnya, detak jantung tidak hanya terasa di bagian dada saja. Area lainnya seperti leher dan tenggorokan juga merasakan ketika jantung sedang berdetak.

Palpitasi sebenarnya umum terjadi, apalagi setelah berolahraga. Meski tidak berbahaya, tapi jangan anggap remeh jika palpitasi disertai sesak napas, pusing, sakit dada, bahkan pingsan.

Baca Juga: Moms, Ini 5 Kondisi Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

5. Syok Hipovolemik

Listicle 5.jpg

Syok volume darah rendah (syok hipovolemik). Ini adalah salah satu komplikasi dehidrasi yang paling serius, dan terkadang mengancam jiwa.

Itu terjadi ketika volume darah rendah sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen dalam tubuh.

Jika pasokan oksigen ke dalam tubuh berkurang, organ-organ vital tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya atau bahkan benar-benar berhenti berfungsi. Bila sudah seperti itu, orang yang mengidap dehidrasi berat bisa sampai meninggal.

Dilansir dari Family Doctor, beberapa cara mengatasi dehidrasi yang bisa Moms lakukan adalah:

  • Minum air putih
  • Menghisap es batu
  • Minum minuman berenergi yang mengandung elektrolit
  • Jangan minum kafein (kopi, teh, soda)

Itu dia beberapa dampak dehidrasi bagi tubuh. Jangan sepelekan kondisi ini ya, Moms!

(DH)

Artikel Terkait