KESEHATAN
27 Mei 2020

Dampak Buruk Implan Payudara, Bisa Timbulkan Kanker!

Pikir dua kali sebelum lakukan implan payudara ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Intan Aprilia

Ada beragam alasan mengapa banyak perempuan memilih untuk implan payudara.

Di antaranya adalah meningkatkan ukuran payudara, mengubah bentuknya, atau membuatnya tampak lebih rata.

Tak cuma itu, alasan yang paling banyak adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri dan ada pula untuk rekonstruksi payudara di antara wanita yang telah menjalani operasi mastektomi untuk mengobati atau mencegah kanker payudara.

Bahkan, menurut American Society of Plastic Surgeons, pembesaran payudara masih merupakan prosedur bedah nomor satu untuk wanita, peringkat di atas sedot lemak, pembentukan kembali hidung, operasi kelopak mata, dan pengencangan perut.

Baca Juga: 7 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara

Sebelum melakukannya, Moms bisa memikirkan kembali rencana tersebut dengan matang karena terdapat beberapa dampak buruk setelah melalui proses implan payudara.

Bukan hanya prosedurnya yang mahal, tetapi juga kurangnya jaminan akan berhasil 100% dan risiko yang ditimbulkan setelahnya.

Dampak Buruk Implan Payudara

Payudara Implan Bisa Ganggu Kesehatan Fisik - komplikasi implan payudara - shutterstock.jpg

Foto: shutterstock.com

Setelah operasi, waktu pemulihan diperlukan untuk membantu luka sembuh dan tubuh menyesuaikan diri.

Efek samping yang umum terjadi dari operasi implan payudara meliputi:

  • Memar
  • Berdarah
  • Penggumpalan darah
  • Nekrosis kulit
  • Luka yang lama sembuh
  • Penumpukan atau penipisan jaringan kulit
  • Bentuk, volume, dan sensasi payudara yang berubah
  • Ketidaknyamanan di payudara
  • Pengendapan kalsium
  • Keluar cairan dari puting
  • Implan yang turun
  • Asimestris
  • Membutuhkan operasi lanjutan

Tak cuma setelah operasi saja, ada beberapa dampak buruk dari implan payudara, yakni:

1. Penyakit Implan Payudara atau Breast Implant Illness (BII)

Payudara Implan Bisa Ganggu Kesehatan Fisik - penyakit implan payudara - shutterstock.jpg

Foto: shutterstock.com

Dampak buruk yang paling umum terjadi setelah melakukan implan payudara adalah breast implant illness (BII) atau penyakit implan payudara.

Walau begitu, penyakit implan payudara saat ini bukan kondisi medis yang diakui dalam hal diagnosis.

Tetapi, orang yang melaporkan penyakit implan payudara mengalami gejala mulai dari rasa sakit, rambut rontok, kedinginan, masalah tidur, kehilangan ingatan, dan depresi.

Dr. Andrea Pusic, Joseph E. Murray Profesor Bedah di Harvard Medical School mengatakan jika gejala penyakit implan payudara dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain, termasuk menopause, masalah tiroid, dan penyakit autoimun.

Karena itu, para ilmuwan belum bisa menarik garis langsung antara implan dan penyakit dan perlu adanya penelitian lebih jauh.

Baca Juga: Bisakah Menyusui Jika Pernah Melakukan Implan Payudara?

2. Implan Payudara dan Kanker Langka

Payudara Implan Bisa Ganggu Kesehatan Fisik - kanker langka - shutterstock.jpg

Foto: shutterstock.com

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan BPOM Amerika Serikat telah mengidentifikasi kemungkinan terkait implan payudara dengan kanker langka yang disebut limfoma sel besar anaplastik terkait-implan payudara atau breast implant-associated anaplastic large cell lymphoma (BIA-ALCL).

Belum ada penyebab pasti dari BIA-ALCL tersebut. Namun, penggunaan implan bertekstur dikaitkan dengan lebih banyak kasus kanker langka tersebut daripada implan halus.

Para ilmuwan mengatakan hal tersebut bisa terjadi karena implan bertekstur memiliki area permukaan yang lebih besar di mana infeksi bakteri dapat terbentuk.

Infeksi dapat memicu jenis respon imun yang pada akhirnya, dalam kasus yang sangat jarang, menghasilkan BIA-ALCL.

Baca Juga: Patut Dicoba, Ini 4 Pose Yoga yang Dapat Mengencangkan Payudara

Cara Pencegahan BIA-ALCL

Payudara Implan Bisa Ganggu Kesehatan Fisik - cara pencegahan - shutterstock.jpg

Foto: shutterstock.com

Tingkat kelangsungan hidup untuk orang-orang dengan BIA-ALCL relatif tinggi.

Bahkan, tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi bagi orang dengan kanker stadium 1 yang memiliki pengangkatan total implan atau implan yang terkena kanker.

Namun, pengobatan kanker itu menantang, mahal, dan tidak selalu efektif. Untuk meminimalkan risiko infeksi, pantau payudara Moms dengan cermat setelah prosedur operasi dilakukan.

Temui dokter dengan segera jika Moms melihat ada perubahan pada payudara atau kesehatan, terutama jika Moms mengalami tanda-tanda infeksi.

Gejala utama meliputi pembengkakan atau rasa sakit terus menerus di sekitar implan payudara, pengumpulan cairan, benjolan di bawah kulit di sekitar implan, kemerahan, perubahan bentuk atau warna payudara, dan demam.

Dengan dampak buruk implan payudara di atas, apakah Moms masih tertarik untuk melakukannya?

Artikel Terkait