2-3 TAHUN
11 Februari 2018

4 Dampak Buruk Menonton TV dan Video Saat Makan Bagi Balita

Dapat menganggu kesehatan fisik dan mental Si Kecil, lho.
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Mungkin Moms setuju kalau membuat Si Kecil duduk dan makan dengan tenang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Kita bahkan kadang harus berdebat dulu, melewati rangkaian tangis dan rengekan sebelum akhirnya dia mau makan. Tapi berkat adanya TV dan smartphone, mereka bisa menonton sambil makan dan akhirnya duduk diam dengan tenang.

Apakah Moms termasuk salah satu orang tua yang membiarkan anaknya menonton sambil makan? Hati-hati ya Moms, ternyata menurut banyak riset kebiasaan ini dapat berpengaruh buruk untuk perkembangannya. Ada dampak menonton saat makan yang Moms harus perhatikan.

Tubuh Menjadi Pasif

4 dampak buruk menonton tv dan video saat makan 1

foto: cbsistatic.com

Tubuh yang terlalu lama diam dan terpaku pada satu titik, lama kelamaan akan bersifat pasif. Otot dan tulang serasa sulit digerakan, napas terasa berat dan tubuh terasa selalu lemas. Nah, semua dampak negatif pada tubuh ini cepat atau lambat akan dirasakan oleh Si Kecil jika dibiasakan duduk menonton sambil makan.

Mungkin sekarang kita hanya membiarkannya nonton saat makan, tapi jika dibiarkan hal tersebut akan jadi kebiasaan. Kalau dari balita saja tubuhnya sudah pasif, tentu tidak akan baik untuk pertumbuhannya bukan?

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Berpotensi Obesitas

4 dampak buruk menonton tv dan video saat makan 2

foto: nutritionsociety.org

Obesitas merupakan salah satu penyakit berbahaya yang paling banyak diderita oleh anak, terutama balita. Menurut riset yang dilakukan oleh National Collaborative on Childhood Obesity Research (NCCOR), 1 dari 3 balita menderita obesitas sebelum berusia 5 tahun. Dan ternyata, salah satu penyebabnya adalah kebiasaan buruk menonton sambil makan lho, Moms.

Tidak memberikan perhatian penuh saat waktu makan tiba juga akan mendorong tubuh untuk cepat merasa lapar. Akibatnya balita jadi ingin terus makan cemilan, yang sudah tentu akan membuatnya berisiko terkena obesitas atau kelebihan berat badan.

Mengganggu Kesehatan Mental

4 dampak buruk menonton tv dan video saat makan 3

foto: theconversation.com

Apakah Moms pernah mendengar istilah ADHD? ADHD atau Attention Deficit Hyperactive Disorder adalah kondisi dimana balita sulit untuk berkonsentrasi. Pikiran mereka akan cepat teralihkan, tidak bisa fokus, dan sulit berkonsentrasi saat mengerjakan suatu hal.

Selain itu, kesehatan mental si kecil juga akan terganggu apabila aktivitas menonton sudah dijadikan kebiasaan setiap harinya. Buah hati jadi tergantung pada gadget dan smartphone, dan akan bersikap agresif jika tidak diberikan apa yang dia mau.

Baca juga: Anak Kecanduan Gadget Sampai Masuk Rumah Sakit Jiwa di Bondowoso

Menghambat Kemampuan Komunikasi

4 dampak buruk menonton tv dan video saat makan 4

foto: huffpost.com

Berkat teknologi smartphone dan TV, pekerjaan kita sebagai orang tua jadi lebih mudah karena bisa membiarkan Si Kecil menonton sambil makan. Kita jadi tidak sulit lagi mengejar dia ke sana kemari, tinggal putar video dan biarkan dia makan sendiri.

Tapi kalau kebiasaan ini selalu berulang dan dilakukan setiap harinya, Si Kecil bisa jadi balita terlambat bicara, Moms. Faktanya, semakin sering balita menonton video atau TV semakin sulit pula dia untuk berkomunikasi.

Karena seperti yang sudah kita ketahui, balita pada umumnya belajar berkomunikasi dengan cara melihat dan mencoba berbicara dengan orang lain. Kalau dia sibuk dengan TV dan video yang ditontonnya, sudah pasti pertumbuhan kemampuan komunikasinya akan terganggu. Padahal jika dia makan di meja makan atau duduk bersama orang tuanya, dia jadi bisa mengobrol dan melatih komunikasinya bersama Moms atau Dads.

Sebenarnya boleh-boleh saja membiarkan Si Kecil menonton saat makan. Asalkan diatur dengan batas yang jelas, tidak boleh berlebihan dan hanya dilakukan jika diperlukan. Apa Moms punya trik istimewa untuk membuat balita mau makan tanpa kehadiran gadget?

(WA)

Artikel Terkait