BALITA DAN ANAK
12 Agustus 2019

Dampak Ibu Bekerja Pada Perkembangan Sosial dan Emosional Anak

Karena penting tingkatkan kualitas bonding dengan anak
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Sejak wanita semakin terlibat di dunia kerja di akhir abad ke-20, para psikolog dan pakar perkembangan anak mempertanyakan efek dari orangtua yang bekerja pada perkembangan tumbuh kembang anak.

Banyak keluarga harus bergantung pada dukungan finansial dari kedua orangtua, sehingga mengharuskan keluarga berpenghasilan ganda.

Tetapi perkembangan sosial dan emosional yang sehat tergantung pada lebih dari sekadar jumlah waktu yang dihabiskan bersama anak-anak.

Mengutip Livestrong, ketahui dampak ibu bekerja pada tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Dukung Tumbuh Kembang Anak dengan Berenang

Pentingnya Ikatan Pada Tumbuh Kembang Anak

tumbuh kembang anak pada orangtua yang bekerja-1

Perkembangan sosial dan emosional anak dipengaruhi banyak faktor, seperti gaya pengasuhan, ketersediaan orangtua, ada atau tidaknya saudara kandung, status sosial ekonomi dan temperamen anak itu sendiri.

Namun, salah satu faktor terpenting dalam perkembangan sosial dan emosional yang normal adalah kemampuan seorang anak untuk terikat dengan orangtuanya, mulai dari saat ia meninggalkan rahim.

Ikatan orangtua membantu anak merasa aman, terjamin, terpelihara, dan dicintai. Menurut HelpGuide.org, ikatan orangtua-anak adalah salah satu prediktor terkuat untuk kesehatan mental, sosial, fisik dan emosional.

Kualitas Versus Kuantitas

Kualitas waktu yang dihabiskan bersama Si Kecil mungkin lebih penting daripada kuantitasnya.

Orangtua yang menaruh anak di penitipan anak sepanjang waktu dan mencoba mengikuti aturan pengasuhan konvensional bisa jadi tidak dapat membentuk ikatan yang aman dengan anak-anak mereka, menurut studi pada tahun 2000 oleh Komite Integrasi Sains Perkembangan Anak Usia Dini.

Orangtua bekerja yang bisa menjadikan waktu keluarga sebagai prioritas dan berkomitmen untuk perkembangan anak mereka mampu membangun ikatan yang sehat dengan anak mereka layaknya orangtua yang tidak bekerja.

Menciptakan keterikatan yang aman dan sehat dengan anak membutuhkan lebih dari sejumlah waktu yang dihabiskan bersama.

Dalam prosesnya, Moms membutuhkan cinta, pengasuhan, komitmen, memperhatikan kebutuhan fisik anak dan mengembangkan rasa koneksi dengan anak.

Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Merawat Orangtua di Rumah

Potensi Efek Negatif

Dampak ibu bekerja bisa negatif pada perkembangan sosial dan emosional anak dan memengaruhi kemampuannya untuk terikat dengan orangtua yang bekerja.

Menurut studi klinis pada tahun 2009 di "Michigan Family Review," faktor-faktor seperti jadwal kerja yang tidak standar dan tekanan keuangan mungkin memiliki dampak negatif pada perkembangan sosial, emosional dan perilaku anak

Akibatnya, muncul masalah seperti masalah perilaku dan kinerja akademik yang buruk. Kualitas dan kuantitas waktu yang dihabiskan dalam pengaturan penitipan anak juga termasuk ke dalam dampak ibu bekerja yang negatif pada perkembangan anak.

Adanya Kemungkinan Manfaat

Terlepas dari dampak negatif pada anak dengan orangtua yang bekerja, anak-anak juga dapat mengalami dampak ibu bekerja yang positif tertentu jika orangtua bertanggung jawab memenuhi kebutuhan mereka.

Menurut HealthyChildren.org, anak-anak dengan ibu bekerja dapat memandang dunia sebagai tempat yang tidak terlalu mengancam.

Mereka mungkin merasakan kebanggaan mengetahui bahwa orangtua mereka memiliki karier, khususnya anak perempuan mungkin merasa termotivasi dan merasakan bahwa mereka memiliki lebih banyak pilihan karier jika mereka memiliki ibu yang bekerja.

Paling penting, bagaimana orangtua berkomitmen membentuk ikatan yang baik dan sehat dengan anak, demi tumbuh kembang anak yang optimal.

(AP)

Artikel Terkait