KESEHATAN
13 November 2019

4 Dampak Jangka Panjang Obesitas terhadap Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Obesitas bertanggung jawab terhadap penyakit diabetes tipe 2 sebesar 58 persen
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 39 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengalami obesitas. Selain itu, lebih dari 70 persen dianggap kelebihan berat badan.

Robert Kushner, MD, profesor kedokteran di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Chicago menyebutkan tingginya angka obesitas dikarenakan peningkatan asupan kalori, kurangnya aktivitas fisik, dan faktor-faktor lain.

"Obat-obatan tertentu juga memiliki efek samping terhadap kenaikan berat badan. Begitu pula dengan kebiasaan tidur yang buruk dan meningkatnya stres dalam kehidupan sehari-hari berkontribusi pada peningkatan obesitas di Amerika,” jelasnya.

Dampak Jangka Panjang Obesitas

Meski Moms dan Dads sudah enjoy dengan tubuh yang obesitas, perlu diketahui bahwa ada dampak jangka panjang obesitas terhadap kesehatan lho Moms.

apa saja dampak jangka panjang obesitas terhadap kesehatan? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Mengenal Bedah Bariatrik untuk Penderita Obesitas

1. Diabetes

diabetes (1).jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Diabetes merupakan salah satu dampak jangka panjang obesitas. World Health Organization mencatat obesitas bertanggung jawab terhadap penyakit diabetes tipe 2 sebesar 58 persen.

Dikutip dari Hsph.harvard.edu, dalam Nurses' Health Study, yang diikuti 114.000 perempuan paruh baya selama 14 tahun, risiko terkena diabetes adalah 93 kali lebih tinggi di antara perempuan yang memiliki indeks massa tubuh/Body Mass Index (BMI) 35 atau lebih tinggi pada awal penelitian, dibandingkan dengan perempuan dengan BMI lebih rendah dari 22.

Peningkatan berat badan di usia dewasa juga meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada perempun dengan BMI yang sehat. Sementara itu, The Health Professionals Follow-Up Study menemukan hasil yang serupa pada pria.

Pemicunya adalah sel lemak, terutama yang disimpan di sekitar pinggang, mengeluarkan hormon dan zat lain yang memicu peradangan.

Meski peradangan merupakan komponen penting dari sistem kekebalan tubuh dan bagian dari proses penyembuhan, peradangan yang tidak tepat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Peradangan dapat membuat tubuh kurang responsif terhadap insulin dan mengubah metabolisme lemak dan karbohidrat. Akibatnya, kadar gula darah lebih tinggi sehingga menyebabkan diabetes.

2. Penyakit Jantung

penyakit jantung -.jpg

Foto: lifeline24.co.uk

Dampak jangka panjang obesitas selanjutnya adalah penyakit jantung. Berat badan berhubungan langsung dengan berbagai faktor risiko kardiovaskular. Ketika BMI meningkat, tekanan darah, kolesterol low-density lipoprotein (LDL), trigliserida, dan gula darah ikut meningkat.

Perubahan tersebut berdampak pada meningkatnya risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

World Health Organization menyebutkan BMI yang terlalu tinggi bertanggung jawab atas 21 persen kasus penyakit jantung iskemik dan 23 persen stroke iskemik.

Baca Juga: Hindari Obesitas, Rajin Olahraga Yuk!

3. Kanker

5 Cara Efektif Mengatasi Ketakutan setelah Didiagnosis Kanker Payudara

Foto: macleans.ca

Dampak jangka panjang obesitas selanjutnya adalah kanker. National Cancer Institute menyebutkan orang dengan obesitas rentan terhadap peradangan, yang dapat menyebabkan kerusakan DNA sehingga berkontribusi terhadap risiko kanker.

Data World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research yang dirilis pada 2007, menyimpulkan bahwa ada tentang hubungan antara obesitas dan kanker kerongkongan, pankreas, usus besar dan colon, payudara, endometrium, serta ginjal.

Selain itu, obesitas juga ada kemungkinan berhubunganan kanker kandung empedu.

Penelitian yang diterbitkan Oktober 2019 di International Journal of Epidemiology menemukan bahwa kelebihan berat badan sebelum usia 40 meningkatkan risiko berbagai kanker pada pria dan peremouan.

Studi tersebut melibatkan 220.000 orang dewasa. Hasilnya, terjadi peningkatan risiko kanker endometrium sebesar 70 persen, kanker sel ginjal pria 58 persen, dan kanker usus besar pria 29 persen.

4. Kesehatan Mental

kesehatan mental.jpg

Foto: sg.news.yahoo.com

Dampak jangka panjang obesitas selanjutnya adalah kesehatan mental. Obesitas juga memengaruhi kesehatan mental. Hal tersebut dikarenakan stigma di masyarakat mengenai berat badan ideal, sehingga bisa membuat penderita obesitas merasa minder atau rendah diri.

"Ada efek antara berat badan dan stigmatisasi, kondisi tersebut memengaruhi seseorang seumur hidup. Stigma tersebut dapat menyebabkan ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dan konsumsi makanan sehingga dapat menimbulkan stres, depresi, dan kecemasan,” kata Kushner.

Lalu bagaimana dengan obesitas secara genetik? Kushner menyebutkan gen menentukan kerentanan untuk kelebihan berat badan, namun lingkungan dan gaya hidup memengaruhi obesitas.

Baca Juga: Pria Obesitas Susah Punya Keturunan, Ini Alasannya!

Itulah beberapa dampak jangka panjang obesitas terhadap kesehatan. Jadi, makan makanan sehat dalam porsi yang tepat dan hidup aktif dengan banyak bergerak. Yuk hidup sehat!

(SWN)

Artikel Terkait