2-3 TAHUN
17 Maret 2020

6 Dampak Kekurangan Zat Besi pada Balita

Kurang zat besi pada balita dapat menyebabkan dampak buruk, salah satunya gagal tumbuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Zat besi adalah nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Zat besi membantu memindahkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membantu otot menyimpan serta menggunakan oksigen.

Jika makanan anak minim zat besi, ia mungkin akan mengalami beberapa dampak akibat kekurangan zat besi, yaitu salah satunya adalah anemia.

Dampak Kekurangan Zat Besi

Agar dapat mewaspadainya, ini dampak kekurangan zat besi pada balita. Diperhatikan ya, Moms!

1. Anemia

kekurangan zat besi

Foto: penfieldbuildingblocks.org

Anemia memang jarang menyebabkan komplikasi serius pada orang dewasa.

Namun, bagi anak-anak terutama balita, anemia bisa berakibat buruk dan berdampak ke masa depan mereka.

Penelitian Saudi Medical Journal, kekurangan zat besi kronis akan menurunkan produktivitas dan kualitas hidup.

Baca Juga: Kapan Anak Harus Diberikan Vitamin Zat Besi?

2. Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

kekurangan zat besi

Foto: momjunction.com

Anak yang kekurangan zat besi tidak dapat tumbuh optimal. Akibatnya berat badan atau tinggi badan dapat berada di bawah rata-rata.

Kemudian, pada umur balita, adalah umur emas dimana perkembangan otak maupun motorik berlangsung. Jika kekurangan zat besi, semua itu juga bisa terganggu.

3. Kelelahan

kekurangan zat besi

Foto: medicalnewstoday.com

Balita kekurangan zat besi juga biasanya akan cenderung cepat lelah dan terlihat lesu.

Bila biasanya mereka memiliki cukup banyak energi untuk melakukan aktivitas fisik, sekarang mereka jadi lebih sering diam dan lesu.

Jika hal ini dibiarkan, motorik kasar anak akan terhambat dan menghambat perkembangan lainnya juga.

Baca Juga: Tanda Balita Kekurangan Zat Besi, Jangan Anggap Enteng!

4. Sistem Kekebalan

kekurangan zat besi

Foto: todaysparent.com

Penelitian telah menunjukkan bahwa balita yang kekurangan zat besi jauh lebih rentan terkena sakit atau terkena infeksi.

Hal ini dikarenakan kekurangan zat besi dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

5. Sulit Konsentrasi

kekurangan zat besi

Foto: health.clevelandclinic.org

Dilansir dari American Academy of Family Physicians, zat besi penting untuk perkembangan neurologis bayi dan anak-anak.

Zat besi diperlukan untuk mielinisasi sel saraf, neurogenesis, dan diferensiasi sel-sel otak yang dapat memengaruhi sistem sensorik, pembelajaran, ingatan, dan perilaku.

Singkat kata, jika seseorang kekurangan zat besi maka akan berpengaruh pada sistem kerja otak, sehingga anak akan lebih sulit berkonsentrasi dan menangkap pelajaran saat ia sudah bersekolah nanti.

“Ada banyak data yang menunjukkan bahwa anemia menyebabkan masalah dengan perilaku dan pembelajaran. Kami ingin melihat apakah kekurangan zat besi pada tingkat yang lebih rendah juga merupakan masalah," peneliti Andrew Aligne, MD, asisten profesor pediatri di Universitas New York, dilansir dari WebMD.

Baca Juga: Merasa Lemas Karena Kurang Zat Besi, Ini 4 Makanan untuk Penderita Anemia

6. Tubuh Menyerap Terlalu Banyak Racun

kekurangan zat besi

Foto: medicalnewstoday.com

Tubuh yang sehat memiliki sistem kekebalan yang mana selain menangkal virus, bakteri, dan infeksi dari luar.

Juga dapat menangkal racun-racun yang berbahaya bagi tubuh seperti polusi udara, bahan kimia, dan lainnya.

Jika balita kekurangan zat besi, tubuh mereka akan rentan terhadap racun dan membuat tubuh menyerap terlalu banyak racun yang seharusnya bisa di minimalisir.

Beberapa gejala kekurangan zat besi yang harus diwaspadai pada balita adalah kulit pucat, kelelahan, hilang nafsu makan, pernapasan tidak normal, luka di sudut mulut, dan kuku yang rapuh.

Bila tanda-tanda di atas terjadi pada buah hati, jangan ragu untuk segera mengkonsultasikannya pada dokter ya, Moms!

Artikel Terkait